Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Bagi Karyawan

Seseorang yang memiliki jiwa entrepeneur akan terlihat dari sikap dan cara berpikir. Semua orang pasti tahu peran karyawan sangatlah menentukan kemajuan perusahaan. Jika diibaratkan sebuah mobil, karyawan adalah sebuah roda yang membuat mobil itu bergerak.

Tanpa adanya partisipasi karyawan, tujuan perusahaan tidak tercapai secara maksimal. Kompetisi pasar yang semakin ketat, membuat keterampilan SDM saja tidak cukup. Di era modern, kreativitas dan inovasi berperan aktif dalam mempengaruhi persaingan pasar. Jadi untuk memenangkan persaingan pasar, seorang karyawan tidak hanya dituntut untuk terampil. Kreatif dan inovatif menjadi faktor untuk meningkatkan daya saing perusahaan, agar bisnisnya berkembang.

Jadi jiwa entrepereneur diperlukan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Seorang entrepreneur dapat berperan sebagai pencetus ide yang digunakan untuk membuat strategi dalam persaingan pasar. Selain mengembangkan perusahaan, ide digunakan untuk menghadapi permasalahan yang ada. Sebab ide sama berharganya dengan keterampilan, ide tidak akan berjalan jika tidak ada keterampilan yang merealisasikannya. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur dalam diri karyawan.

1. Menanamkan mindset bahwa perusahaan adalah milik bersama

Pemikiran ini diperlukan karena dengan adanya rasa kepemilikan, karyawan akan peduli dengan hal-hal yang terjadi di perusahaan. Tidak perlu menunggu instruksi, karyawan memiliki inisiatif untuk bergerak menyelesaikan sebuah pekerjaan. Mengatasi masalah yang terjadi, agar perusahaan dapat bertahan dalam persaingan pasar. Pastikan karyawan memiliki visi, misi, dan mimpi yang sama besar dengan perusahaan. Agar kesuksesan dapat diraih bersama-sama seiring dengan kemajuan perusahaan.

2. Menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif

Persaingan yang ketat, membuat seorang karyawan dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif. Jika seorang entrepreneur jeli dalam melihat peluang, dan menjadikan permasalahan sebagai peluang. Seorang karyawan dapat menggunakan idenya untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Seperti menciptakan produk baru atau membuat strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan omset penjualan.

3. Berikan tantangan kepada karyawan

unsplash

Untuk mengukur prestasi, kemampuan dan inisiatif karyawan, Anda sebagai atasan dapat memberikan project yang sesuai dengan bidang dan profesi yang digeluti. Jangan lupa untuk menentukan deadline atau rentang waktu untuk menyelesaikannya. Jika karyawan dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat waktu, maka bisa dikatakan orang itu memiliki jiwa entrepreneur.

4. Mempelajari kisah para pengusaha sukses

Tidak ada pengusaha yang tidak mengalami kegagalan. Sebelum mencapai kesuksesan, mereka telah merasakan manis dan pahit membangun usaha sampai menjadi besar. Seorang pemula membutuhkan motivasi dari orang-orang yang berpengalaman dalam bidang usaha. Anda sebagai seorang atasan, pasti lebih berpengalaman daripada karyawan. Tidak ada salahnya seorang atasan memotivasi karyawan. Selain mendorong karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan, beri motivasi agar karyawan dapat mengalahkan ketakutannya untuk mencapai target project yang menjadi tanggung jawabnya.

5. Menanamkan tekad yang kuat pada karyawan

Seorang entrepreneur harus memiliki tekad yang kuat untuk bertahan dan mengembangkan usahanya. Sebab jika tekadnya tidak kuat, seorang entrepreneur tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan dalam usahanya. Jika diibaratkan sebuah bangunan maka pondasi adalah penopang agar bangunan itu terus berdiri. Tanamkan pada diri karyawan bahwa ide-ide kreatif tidak akan berjalan jika tidak ada tekad yang kuat. Selain itu, kerjasama yang terjalin akan menentukan ke arah mana perusahaan akan dijalankan. Bisa keberhasilan ataupun kegagalan.

6. Memberikan rewards (penghargaan)

unsplash

Penghargaan merupakan bentuk apreasiasi dari perusahaan kepada karyawan atas hasil kerjanya. Misalkan jika seorang karyawan dapat menyelesaikan project dengan tuntas dan tepat waktu. Maka berikan apresiasi berupa bonus, kenaikan gaji atau naik jabatan. Dengan adanya apresiasi, seseorang akan merasa dihargai dan terdorong untuk berkontribusi lebih daripada sebelumnya. Karyawan yang berprestasi dan memiliki jiwa pengusaha, merupakan aset yang bernilai besar bagi perusahaan.

7. Ajak karyawan untuk mengikuti seminar atau workshop tentang entrepreneur

Langkah awal untuk belajar berwirausaha dapat dilakukan dengan menghadiri seminar dan workshop. Disana anda akan bertemu dengan orang-orang yang lebih dulu sukses membangun usaha. Pelatihan wirausaha akan menumbuhkan motivasi karyawan untuk membangun semangat entrepreneurship. Ilmu yang didapat dari workshop dan seminar dapat digunakan untuk menciptakan strategi efektif mengembangkan perusahaan.

Leave a Reply