Cara Mengelola Karyawan yang Baik

Ada istilah yang mengatakan karyawan merupakan aset perusahaan. Tentu saja hal ini benar, karena aktivitas perusahaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya karyawan. Perusahaan yang sukses tidak terlepas dari kualitas kinerja karyawan yang optimal. Untuk mengoptimalkan kinerja karyawan, perusahaan perlu memperhatikan aspek-aspek tertentu untuk menciptakan suatu strategi dalam mewujudkannya. Salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan adalah kenyamanan. Ketika karyawan merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya, maka tidak menutup kemungkinan ia akan berkontribusi lebih di perusahaan. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengelola karyawan, yaitu:

1. Mengadakan pelatihan

unsplash

Pelatihan bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan skill. Harapannya dengan adanya pelatihan, karyawan semakin memahami bidang atau profesi yang digeluti. Selain itu, sesi pelatihan dapat menjadi ajang untuk menjalin keakraban sesama karyawan.

2. Memberikan penghargaan (rewards)

unsplash

Jika karyawan dapat mencapai target yang ditentukan perusahaan. Berikan bonus untuk mengapresiasi pencapaian tersebut. Hal ini sangat penting, karena karyawan akan termotivasi untuk bekerja secara optimal dan lebih baik dari pencapaian sebelumnya.

3. Memberikan gaji sesuai dengan prestasi karyawan

unsplash

Salah satu alasan yang membuat karyawan mundur dari perusahaan adalah gaji yang tidak sesuai dengan harapan atau adanya pekerjaan lain yang menawarkan gaji lebih tinggi. Berikan gaji sesuai dengan bidang pekerjaan yang digeluti. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan akan menaikkan gaji karyawan dilihat dari prestasi yang dicapai. Karyawan yang bernilai besar akan dipertahankan oleh perusahaan. Mulai dari dinaikkan gaji atau diberikan posisi yang lebih tinggi.

4. Menjadikan karyawan sebagai mitra

unsplash

Artinya pandanglah karyawan sebagai mitra bukan atasan dengan bawahan. Menjadi atasan bukan berarti kamu semena-mena menyuruh karyawan agar dihormati. Alih-alih dihormati, justru karyawan merasa tidak nyaman. Di era sekarang, mereka lebih respek dengan atasan yang dapat membimbing, memotivasi dan tidak kaku. Berikan contoh yang baik untuk karyawan. Mereka akan lebih menghargai dan mendegarkan atasan, jika kamu memposisikan diri sebagai mitra, teman ataupun mentor. Jangan lupa untuk menjaga sikap dan kewibawaan di depan karyawan.

5. Memberikan kesempatan untuk belajar dan mengasah kemampuan

unsplash

Generasi milenial era tahun 1990-an tumbuh saat teknologi berkembang pesat. Hal ini menjadikan mereka memiliki karakter tidak sabar, keingintahuan yang tinggi dan menyukai pengalaman baru. Bahkan para millennials memiliki tingkat percaya diri sangat tinggi untuk mencapai impiannya. Kamu sebagai seorang atasan dapat memanfaatkan hal ini untuk mengasah kemampuan ataupun meningkatkan skill karyawan. Misalnya, memberikan proyek baru yang tidak pernah didapatkan. Seseorang yang menyukai tantangan pasti tertarik dengan hal yang tidak biasa.

6. Menjalin komunikasi yang jelas terhadap karyawan

unsplash

Karyawan yang berpikiran independen sekalipun masih membutuhkan pengawasan untuk mengarahkan pekerjaanya. Menggunakan alat komunikasi, seperti mobile messaging untuk menyatukan tim, memberitahu tugas secara rinci dan memberikan informasi kepada karyawan yang terlibat dalam suatu project.

7. Mendekati karyawan secara personal

unsplash

Menjalin hubungan yang baik antara atasan dan karyawan merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan. Begitu juga jika sesama karyawan memiliki hubungan baik, maka kerjasama akan berjalan lancar. Menjadi atasan yang berwibawa tetapi tidak kaku. Memotivasi karyawan yang mengalami penurunan kinerja, memberikan solusi ataupun memposisikan diri sebagai teman jika karyawan sedang menceritakan permasalahannya. Hal ini membuat karyawan menghargai dan menghormati kamu sebagai atasannya, serta betah berlama-lama kerja di perusahaan.

8. Membangun komitmen karyawan

unsplash

Hal ini harus dipahami oleh para pelaku usaha. Karena loyalitas dan komitmen tidak bisa dibangun dalam waktu satu atau dua hari. Butuh waktu yang cukup lama untuk membangun prinsip ini. Seorang atasan harus mengawasi perkembangan setiap karyawannya. Untuk membangun komitmen bisa dengan cara memberikan teladan yang baik bagi karyawan, membangun keharmonisan kerja serta menumbuhkan rasa kepemilikan perusahaan. Membangun kepercayaan juga diperlukan, dalam arti bekerja sama akan membuahkan hasil yang baik walaupun dihadapkan dalam situasi yang beresiko. Mengajak karyawan untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan di perusahaan, merupakan salah satu cara membangun kepercayaan. Dengan seperti itu, karyawan merasa turut berkontribusi dalam perusahaan.

Leave a Reply