Inilah Pengusaha Muda Indonesia yang Masuk Forbes

Indonesia merupakan negeri yang kaya. Tidak hanya alamnya saja yang kaya. Namun, para pemudanya pun berlomba-lomba untuk meningkatkan taraf ekonomi di negara maju ini. Hal itu terbukti dengan terdaftarnya beberapa pemuda sebagai pengusaha muda Indonesia terkaya versi majalah forbes.
Perlu diketahui, majalah forbes merupakan majalah bisnis dan finansial asal Amerika Serikat. Majalah forbes terkenal akan daftar perusahaan dan orang-orang terkaya didunia.

1. Dessert kekinian “Puyo Dessert”

hock.id

Ide dessert makanan kekinian ini dimulai oleh dua orang pemuda, yaitu Adrian Christopher Agus dan Eugene Patricia Agus. Berawal dari bisnis bisnis yang bermula di Instagram, kini puyo dessert telah memiliki 18 outlet di beberapa mall dengan total penjualan hingga ribuan cup per harinya.
Puyo dessert terinspirasi dari sang ayah yang sedang membuat pudding. Dalam pikiran mereka ketika itu belum terbayang ada puding yang memiliki brand. Dengan modal awal 5 juta rupiah mereka membuat puding dengan warna pastel yang lucu dan kemasan yang menarik agar terlihat fotogenik. Eugene pun membagikan tips agar sukses sebagai entrepreneur muda. Menurutnya, modal awalnya ialah harus berani mencoba, perencanaan yang matang, dan juga aktif untuk mengikuti bazar sebagai langkah awal untuk memasarkan produk yang ingin dijual.

2. Fashion muslim “Dian Pelangi”

indonesianhijab.id

Bisnis fashion muslim yang digeluti oleh wanita kelahiran Padang, 14 Januari 1991 ini bukan hanya melebar di Indonesia saja, namun juga melebar hingga wilayah Eropa dan Amerika.

Pemilik nama lengkap Dian Wahyu Utami ini membangun bisnisnya ketika fashion muslim tidak setenar saat ini. Kesuksesannya saat ini, tidak dibangun dalam sekejap dari masa lalu. Saat ini Dian terus mengenalkan karya-karyanya ke masyarakat global, pameran hingga ke mancanegara, hingga ikut berpartisipasi dalam acara pagelaran busana kelas dunia.

3. Amanda Susanti “Sayurbox”

youngster.id

Sayurbox merupakan sebuah platform untuk berjualan sayur secara online yang menggunakan konsep farm to table. Pendirinya, Amanda Susanti mengatakan bahwa ia merasa prihatin kepada para petani yang sudah bekerja keras menanam dan memanen tetapi pendapatan yang dihasilkan tidak seberapa. Dengan membangun sayurbox diharapkan dapat memutus rantai panjang yang menghubungkan petani kepada pembeli, sehingga pendapatan petani akan bertambah dan harga yang sampapi pada tangan pembeli pun tidak terlalu mahal.

Hal tersebut memunculkan ide bagi Amanda untuk mendirikan sebuah platform ‘sayurbox’. Dari sayurbox Amanda menggandeng beberapa petani untuk menjual hasil pertanian organik secara langsung ke restoran dan konsumen.

4. James Prananto co-founder “Kopi Kenangan”

forbes

Beberapa tahun belakangan bisnis kopi memang sangat digeluti dan mulai dilirik oleh beberapa orang. Penikmat kopi pun bukan hanya dari kalangan orang tua saja, tetapi dari kalangan muda pun kini mulai menyukai minuman ini.

Bermula pada tahun 2018 James Prananto memulai bisnis ini tidak sendirian. Ia bersama rekannya Edward Tirtanata. Mengawali bisnis kopi ini, mereka membuka 8 kedai kopi. Hingga April 2019 kopi kenangan sudah memiliki 63 kedai kopi. Pemilihan nama brand pun menurutnya sangatlah penting. Karena nama brand lah yang menjadi daya tarik awal bagi konsumen.

5. Aruna Harsa co-founder “Dekoruma”

youngontop.com

Sejak awal keberadaannya,, dekoruma dikenal sebagai layanan e-commerce yang menjual berbagai kebutuhan interior rumah. Dekoruma juga menyediakan jasa pemesanan desain interior dan layanan renovasi rumah. Selain itu, dekoruma juga bekerja sama dengan took pemasok material/mekanik dan menghubungkan mereka dengan pelanggan atau desainer untuk menyuplai kebutuhan renovasi rumah.

Dalam mendirikan dekoruma, Aruna Harsa tidak sendirian, ia ditemani oleh Dimas Harry Priawan. Kini, dekoruma sudah menjalankan lebih dari 500 proyek desain dengan pembiayaan antara 700 sampai 100 juta.

Hal terpenting untuk menjadi sukses adalah dengan memanfaatkan peluang dan kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri. Jangan takut dalam mengambil setiap kesempatan yang ada. Manfaatkan setiap waktu yang dimiliki dan jangan takut untuk mencoba.

Lihatlah apa yang sedang diperlukan dan menjadi kebutuhan oleh masyarakat lalu kembangkanlah hal tersebut dan mulailah bisnis dengan kreativitas anda. Ketika sudah menemukan peluang tersebut, ambillah dan buat hal tersebut menjadi nyata untuk bisnis anda.

Leave a Reply