Bagaimana Cara Pengolahan Kopi Wamena

Kopi Wamena merupakan salah satu kopi kualitas terbaik yang berasal dari Papua. Kopi Wamena dianggap sebagai kopi dengan kualitas terbaik karena kandungan kafeinnya yang sedikit.Meskipun begitu, Kopi Wamena memiliki kekentalan yang tinggi, tingkat keasaman yang rendah sehingga aman bagi lambung, rasa yang nikmat dan khas yaitu rasa coklat, buah atau rempah, aroma yang wangi dan bertekstur lembut. Kopi Wamena tumbuh di ketinggian 1.200 sampai dengan 1.800 meter di atas permukaan laut. Dua wilayah utama yang menghasilkan #KopiWamena di Papua adalah Lembah Baliem dan Lembah Kamu.

Kerennya, Kopi Wamena ditanam secara alami dan organik, tanpa pupuk kimia dan pestisida sehinga kopi yang dihasilkan benar-benar berkualitas tinggi. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Menteri Rini mengajak para petani kopi di Wolo, Jayawijaya untuk menggunakan peralatan modern yang telah diberikan bagi para petani kopi. Saat menggunakan teknologi sederhana, para petani hanya mampu menghasilkan 1 kilogram (kg) kopi dalam dua hari sehingga tidak banyak orang yang tertarik pada pengembangan Kopi Wamena. Tetapi, dengan metode baru yakni dengan bantuan mesin, untuk 1 harinya diharapkan dapat menghasilkan kopi hingga 100 kilogram (kg).

Sebelum kita membahas perbedaan pengolahan kopi wamena menggunakan metode lama dengan metode baru. Kita simak dulu cara pengolahan Kopi Wamena dengan metode lama atau secara tradisional. Kopi ini diolah menggunakan tehnik pengupasan basah atau wet-hulling atau yang dikenal dengan semi washed.

Para petani kopi mengupas kulit luar buah kopi dengan ‘luwak’ yaitu mesin pengupas kopi tradisional. Biji kopi yang masih berselaput getah disimpah sepanjang hari. Setelah disimpan, biji kopi dibersihkan, dikeringkan dan siap untuk dilakukan pengemasan. Kopi dikemas dalam ukuran 60 kg untuk yang diekspor. Dilakukan pula cupping test agar terjamin bahwa kopi tersebut memenuhi standard specialty grade.

Apa perbedaan pengolahan kopi wamena dengan metode lama dengan metode baru lainnya? Perbedaannya adalah sebagai berikut:

Metode lama

Saat menggunakan metode lama, harga kopi gabah rendah dan harga kopi beras tidak stabil yang disebabkan karena produktivitas panen kopi yang rendah, kualitas kopi yang rendah akibat penanganan yang kurang tepat, dan biaya angkut yang mahal.

Metode baru

Saat menggunakan metode baru, harga kopi gabah wajar dan harga kopi beras lebih stabil. Hal tersebut dikarenakan produktivitas tinggi karena pemanenan yang dilakukan efektif. Lebih dari itu, kualitas kopi yang dipanen juga baik karena terdapat penyuluhan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemrosesan kopi gabah menjadi kopi beras dan mendapat bantuan sarana untuk mengolah kopi. Selain itu, pada metode baru ada penjemputan ke beberapa sentra kopi sehingga sekarang biaya angkutnya menjadi lebih wajar.

Selain memberikan sarana dan prasarana yang mendukung, diberikan pula pelatihan bagi para petani dan pengusaha kopi sehingga mereka mampu menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik yang mampu bersaing di pasar lokal bahkan dapat unggul di pasar internasional.

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari Amelia Hadiwinata. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

 

Leave a Reply