8 Cara Menghemat Pengeluaran Bulanan

Perencanaan keuangan keluarga sangat dipengaruhi 2 hal utama yaitu berapa penghasilan bulanan dan berapa pengeluaran bulanan kamu sekeluarga. Anggap saja penghasilan kamu adalah tetap dan belum menemukan sumber penghasilan tambahan sehingga untuk menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran satu hal penting yang harus kamu lakukan adalah menghemat uang belanja bulanan.

Memang tidak dipungkiri untuk kebanyakan orang berhemat itu sangat sulit dilakukan. Jika kamu masih bingung cara melakukannya atau sudah melakukan namun tetap kurang efektif, kamu bisa simak tips ampuh berikut ini loh:

1. Membuat Anggaran Bulanan

Jadi, cobalah mulai untuk membuat anggaran untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu bulan penuh. Tentukan berapa nominal uang yang dibutuhkan untuk suatu kepentingan. Setelah anggaran ditetapkan, kamu bisa memfokuskan anggaran tersebut khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan anggaran bulanan yang ketat, itu artinya kamu bisa terpacu untuk fokus pada pemenuhan kebutuhan yang ditetapkan sesuai anggaran hingga akhirnya bisa menghemat pengeluaran bulanan.

2.  Gunakan Sistem 31 Amplop untuk Berhemat

Metode Syukri Muhammad Syukri ini walau terlihat klasik namun cukup efektif dicoba. Sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap uang belanja, kamu hanya butuh menyiapkan 31 lembar amplop kosong untuk memulai sistem 31 amplop ini. Langkah selanjutnya ambil semua uang dan masukkan ke amplop sesuai kebutuhan, tulis tanggal belanja mulai dari 1 sampai dengan 31. Setelah semua terisi, sisanya adalah uang untuk investasi. Jika dilakukan secara tertib, ibu rumah tangga akan tertantang untuk lebih kreatif dalam mengelola uang belanja bulanan.

3. Fokus Pada Kebutuhan, Bukan Keinginan

Tentukan kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dalam sebulan, kalau perlu catat semuanya dan buat daftarnya, dan selalu utamakan kebutuhan yang berkelanjutan seperti biaya sewa indekos/apartemen/cicilan rumah, anggaran untuk kebutuhan makan dan transportasi, biaya listrik dan pulsa, dan berbagai kebutuhan lainnya yang memang harus dipenuhi. Selalu hindari beragam keinginan yang sebenarnya tidak menjadi prioritas seperti keinginan untuk meminum kopi setiap hari, nongkrong, nonton bioskop, membeli pakaian bermerk, dan sebagainya.

4. Jangan Terfokus Pada Merek

Upayakan untuk tidak berorientasi pada merk melainkan kualitas. Makin sering kamu jalan ke mall atau swalayan, maka godaan untuk berbelanja akan makin besar. Godaan jadi kian kuat manakala banyak promo, diskon dari berbagai merk terkenal dengan berbagai penawaran menarik mulai dari produk kebutuhan rumah tangga seperti gula, minyak, camilan, tisu, pembersih lantai, dan sebagainya. Jangan tergoda, bandingkan dengan merk lain yang lebih murah.

5. Langsung Sisihkan Pendapatan

Metode 60/20/20 bisa menjadi metode yang baik bagi kamu yang ingin mulai menyisihkan pendapatan, dengan rincian bahwa 60% untuk memenuhi kebutuhan prioritas, 20% sebagai dana darurat, dan 20% sisanya untuk ditabung atau diinvestasikan. Dengan begitu, kamu bisa tahu tingkat prioritas pendapatan bulanan dan bagaimana seharusnya pendapatan dipecah/disisihkan untuk berbagai kebutuhan lainnya.

6. Catat Setiap Pengeluaran

Rutin mencatat pengeluaran bisa membantu kamu dalam banyak hal. Pertama, kamu tahu pengeluaran untuk keperluan apa yang paling besar jumlahnya sehingga kamu bisa meredam nominal pengeluaran untuk keperluan tersebut. Kedua, kamu bisa memonitor arus kas setiap bulannya. Ketiga, dari sekian banyak pengeluaran, kamu tahu apa yang harus diprioritaskan, dikurangi, atau dicarikan alternatif untuk produk sejenis yang lebih murah. Soal ini, kamu bisa menggunakan bantuan berbagai aplikasi seperti Google Spreadsheet atau Microsoft Excel yang lebih tradisional atau Moneyfy, Money Manager, hingga MoneyLover.

 7. Buat Rekening Terpisah

Bila perlu, agar uang yang berhasil disisihkan ‘aman’ keberadaannya, buatlah rekening terpisah dan tabung ke dalamnya. Nantinya, tabungan tersebut bisa kamu gunakan sebagai dana darurat atau pun dana utama untuk memenuhi berbagai tujuan finansial. Namun, cobalah selektif dalam memilih bank. Jadikan biaya per bulan, nominal saldo yang ‘harus’ mengendap di dalam, dan biaya-biaya lain sebagai pertimbangan. Hal tersebut perlu dilakukan demi menghindari potongan-potongan yang tak perlu sehingga tabungan malah terkuras nilainya.

 8. Hindari Berhutang

Apapun jenisnya, sebisa mungkin hindari berhutang entah itu bernominal kecil atau besar. Contoh yang paling kecil adalah, hindari penggunaan kartu kredit yang malah bisa menguras pendapatan hanya untuk membayar cicilan bulanan berikut bunga-bunganya. Bila pun harus berhutang, upayakan agar kamu ulet dalam menghitung bunga dan biaya-biayanya, jangan sampai terjebak dalam the devil circle of debt.

Nah, itulah 8 cara menghemat pengeluaran bulanan yang sama sekali tidak susah untuk mulai diterapkan dari sekarang. Selamat mencoba.

 

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari Anggraini Prastikasari. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

 

Leave a Reply