21 Tips Menjadi Atasan yang Disenangi Bawahan

Siapa bilang bahwa menjadi atasan segalanya bisa jadi mudah? Praktiknya tidak semudah yang kamu bayangkan loh. Mengapa? Karena posisi atasan “terjepit” oleh posisi di atasnya dan posisi di bawahnya (bawahan). Tak heran, seorang atasan harus mengakomodasi kepentingan atasannya dan bawahannya secara baik dan benar.

Tak heran jika menjadi seorang atasan yang berwibawa dan dicintai bawahan memang sebuah tantangan yang menarik. Jika kamu ingin menjadi atasan seperti itu, yuk simak 21 tips menjadi atasan yang baik berikut ini :

  1. Taat beribadah

    Monk, Hands, Zen, Faith, Person, Male, Pray, Religion

Sesibuk apapun kamu, beribadahlah sesuai agama kamu. Selain akan mendapat pahala, ini juga akan menambah rasa tenang terhadap apa yang kamu lakukan di tempat kerja. Tidak peduli seberapa sulit masalah yang kamu hadapi, kamu akan tenang menghadapinya karena yakin Tuhan akan memberi jalan. Tentunya, ketenangan dalam menjalankan tugas dan menyelesaikan masalah yang ada akan menambah wibawa di mata bawahan.

  1. Jujur

Sikap pertama ini sekaligus menjadi yang utama. Sebagai atasan, wajib memberikan contoh perbuatan jujur buat anak buah. Kalau jadi atasan aja gak jujur gimana mau dihormati anak buah.

  1. Tegas

Tegas berbeda dengan keras. Atasan harus tegas antara lain dalam memberi perintah dan keputusan.

  1. Konsisten

    Army, Goose Step, Consistency, Mighty

Konsistensi sikap yang juga diperlukan, antara lain saat memberikan tugas. Pikirkan dengan baik tugas yang akan diberikan sebelum mendelegasikannya kepada anak buah. Konsistensi juga bisa ditunjukkan dari seberapa teguh seorang atasan menjalankan program atau kebijakan perusahaan. Jangan dikit-dikit ganti haluan, bawahan pun bisa jadi bingung dan gak respect sama kamu nanti.

  1. Komunikatif dan terbuka

Komunikasi dalam dunia kerja semestinya dilakukan dua arah. Dialog itu membutuhkan keterbukaan, baik dari atasan maupun bawahan. Dari sisi atasan, sikap komunikatif dan terbuka bakal mendekatkan hubunganmu dengan bawahan. Bisa dimulai dari yang simpel, seperti menyapa saat bertemu di lift. Atau ikut makan siang bersama mereka.

  1. Jangan terlalu dekat dengan bawahan

Kedekatan bawahan dengan atasan harus dibatasi dalam lingkup profesionalitas. Bila sudah masuk ke hal pribadi, misalnya curhat masalah pribadi, berbahaya bisa-bisa hubungan jadi lebih dari sekadar bawahan-atasan.

  1. Jangan otoriter

    Index Finger, Hands, Poor, Clouded Sky, Water

Biarlah Kim Jong-un saja yang menjadi pemimpin otoriter. Sikap sewenang-wenang atasan terhadap bawahan sama sekali tidak direkomendasikan. Bagaimanapun, harus ada kerja sama timbal balik antara atasan dan bawahan. Tak peduli sehebat apa pun kita, input atau pendapat dari bawahan sangat perlu didengar loh.

  1. Bagi waktu dengan baik

Jangan samakan beban kerja kita sebagai atasan dengan bawahan. Mungkin kita sebagai orang yang jabatannya lebih tinggi dituntut juga untuk bekerja di akhir pekan atau dinihari.

  1. Datang tepat waktu

    Smart Watch, Apple, Technology, Style, Fashion, Smart

Sebagai atasan, kamu wajib datang tepat waktu terlepas dari sibuk tidaknya. Bila kamu datang tidak tepat waktu, maka bawahan akan tidak respek karena beralasan mereka juga bisa datang terlambat karena atasannya biasa terlambat masuk kerja.

  1. Reward vs. Punishment

    Signs, Green, Red, Reward, Travel

Untuk memotivasi bawahan, kamu harus menerapkan reward and punishment. Sebagi contoh, berilah penilaian yang lebih (reward) kepada bawahan yang rajin bekerja daripada bawahan yang malas bekerja (punishment).

  1. Tidak membawa SARA

Jangan bawa-bawa suku, agama, dan ras (SARA) saat di tempat kerja. Jika sebaliknya, kamu akan mendapat “perlawanan” dari bawahan yang mungkin tersinggung atas ucapan atau tindakan kamu. Jadi, bersikaplah professional selama berada di dunia kerja.

  1. Berinteraksi dengan bawahan

Jangan hanya diam di ruangan saja. Jika kamu punya waktu luang, misalnya saat coffee break atau makan siang, berinteraksilah dengan bawahan dari segala posisi. Saat berinteraksi dengan mereka, buatlah obrolan ringan yang memancing bawahan nyaman ngobrol dengan kamu. Topik obrolannya bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun tidak.

  1. Mengembangkan budaya continuous improvement

Sebagai atasan, kamu harus mengembangkan budaya continuous improvement (perbaikan terus menerus). Ini umumnya berupa upaya berkelanjutan dalam meningkatkan produk, pelayanan, atau proses.

  1. Coaching bawahan yang membutuhkan

Tidak semua bawahan akan melaksanakan kerja seperti yang kamu harapkan. Terkadang mereka ada yang mengalami kendala teknis yang butuh bimbingan. Oleh karena itu, informasikanlah kepada bawahan bahwa kamu dengan tangan terbuka akan membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas dan mencapai target.

  1. Menjalankan peraturan perusahaan secara konsisten

Perusahaan umumnya memiliki sistem dan nila-nilai dalam bentuk peraturan. Umumnya ini peraturan (serta hak karyawan) dituangkan dalam perjanjian kerja bersama antara perusahaan dan serikat karyawan. Sebagai atasan, kamu wajib menjalankan peraturan ini secara konsisten. Keputusan strategis yang kamu buat harus sejalan dengan peraturan tersebut. Kesampingkan kebijakan kamu bila sudah menyangkut peraturan tersebut.

  1. Mengontrol dengan baik

    Quality Control, Quality, Magnifying Glass, Control

Dalam mencapai sasaran, kamu harus memiliki pengontrolan yang baik terhadap sejauh mana perkembangan pencapaian sasaran. Bentuk pengontrolan ini bisa seperti rapat mingguan, rapat dua mingguan, atau rapat bulanan. Mintalah bukti kepada bawahan sesuai dengan tanggung jawab mereka. Dengan kata lain, janganlah percaya kepada omongan bawahan bahwa semuanya baik-baik saja. Jika ada sesuatu target yang meleset, segeralah evaluasi dan tentukan langkah selanjutnya agar target tercapai.

  1. Memperhatikan keterampilan teknis

Secara umum, lebih tinggi jabatan, semakin banyak ilmu manajerial yang digunakan. Oleh karena itu, banyak atasan yang tidak lagi memperhatikan keterampilan teknis lagi. Kamu jangan seperti itu. Kamu masih harus mengasah keterampilan supaya tidak dikelabui oleh bawahan. Mengasah keterampilan ini bisa dilakukan sebulan dua kali, misalnya dengan terjun ke lapangan untuk melihat seperti apa realitas di lapangan.

  1. Aktif di acara yang diselenggarakan bawahan

Janganlah menutup diri terhadap acara-acara yang diselenggarakan bawahan. Misalnya pesta pernikahan, akikah anak, dan acara-acara lainnya. Umumnya, acara-acara tersebut dilaksanakan di akhir pekan. Janganlah kamu beralasan bahwa kamu tidak bisa hadir ke acara bawahan hanya karena kamu sibuk dengan keluarga. Bawalah keluarga kamu ke acara tersebut sehingga bisa menghadiri acara bawahan sekaligus bersama keluarga.

  1. Menghindari kebiasaan buruk

Sebagai atasan, kamu harus memberi contoh perilaku baik terhadap bawahan. Oleh karena itu, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang akan berdampak kepada wibawa kamu di mata bawahan. Salah satu perilaku buruk yang umum dilakukan atasan adalah pergi ke kafe atau tempat diskotek dengan bawahan. Jika seperti itu, hentikan kebiasaan itu dan beralihlah menyibukkan diri dengan kebiasaan baik.

  1. Tidak menerima suap

Sebagai atasan, kamu tentunya memiliki beberapa proyek yang berkaitan dengan pihak di luar perusahaan, misalnya pemasok (supplier) atau yayasan karyawan outsourcing. Janganlah menerima suap dari mereka supaya mereka ditunjuk mengerjakan proyek. Mengapa? Karena akan ada konflik kepentingan di kemudian hari dan bisa saja kamu dipecat bila ketahuan pihak perusahaan.

  1. Tidak pelit besaran gaji

    Money, Card, Business, Credit Card, Pay, Shopping

Semua karyawan akan sensitif dengan uang atau gaji. Sebagai atasan, kamu tidak boleh pelit terhadap besaran gaji yang akan diterima oleh bawahan. Jika bawahan bagus kinerjanya, berilah kenaikkan gaji yang sepadan.

Nah, jadi apakah kamu sudah siap jadi seorang atasan?

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari Anggraini Prastikasari. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

 

Leave a Reply