7 Kuliner Legendaris di Semarang yang Wajib Dicoba!

Siapa sih yang gak kenal dengan kota yang satu ini. Ya, Semarang memang terkenal dengan wisata kulinernya yang gak kalah seru untuk dijelajahi, di samping melimpahnya spot wisata dan kearifan lokal Ibu Kota Jawa Tengah ini, namanya plesiran kan pasti membutuhkan asupan makanan, jadi gak cuma jalan-jalan ke tempat-tempat menarik saja.

Seiring dengan berkembangnya media sosial, kuliner sudah bukan menjadi kebutuhan pokok saja, tapi bergeser menjadi sebuah objek wisata. Singgah di suatu kota, kamu pasti ingin merasakan makanan khas mereka bukan?

Ketika berkunjung ke Semarang, kuliner yang pertama kali terlintas di pikiranmu pasti lumpia. Ternyata gak cuma itu saja lho, banyak spot wisata kuliner Semarang yang bisa disambangi satu per satu. Mau tahu apa saja? Yuk simak kuliner legendaris di Semarang berikut ini:

  1. Lumpia Gang Lombok

Sumber: tasty.co

Karena lumpia sangat ikonik, maka wisata kuliner Semarang pertama adalah Lumpia Gang Lombok. Tempat yang satu ini diklaim sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Bisa dibilang, kedai lumpia ini menjadi yang tertua di Semarang. Lokasinya terletak di Jalan Gang Lombok No 11, Purwodinatan. Kedai ini buka dari jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

 

  1. Pisang Plenet

Sumber: pegipegi.com

Jajanan kaki lima yang satu ini sudah ada sejak zaman era Presiden Soekarno, tepatnya pada tahun 1952. Sesuai namanya, plenet dalam bahasa Jawa artinya dipipihkan. Pisang tersebut akan dipipihkan dahulu sebelum akhirnya dibakar dan diberi toping seperti coklat atau keju. Sejak dulu, pisang yang digunakan adalah jenis pisang kepok, karena teksturnya tidak lembek, sehingga cocok untuk dibakar atau digoreng.

 

  1. Tahu Gimbal Pak Edy

Kalau di Jakarta ada ketoprak dan gado-gado, di Semarang ada tahu gimbal. Ini juga salah satu kuliner khas selain lumpia. Salah satu yang paling terkenal adalah Tahu Gimbal Pak Edy, yang terletak di Taman Supeno. Mereka buka dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB. Harga seporsinya juga terjangkau banget kok, sekitar Rp 14ribuan. Terdiri dari irisan lontong, irisan tahu goreng, sayuran, telur, gimbal udang yang kemudian disiram dengan bumbu kacang. Sebagai penambah kerenyahannya biasanya disantap dengan kerupuk udang.

 

  1. Lekker Paimo

Ini juga termasuk jajanan legendaris Kota ATLAS, yang gak kalah mantap dari lumpia dan pisang plenet. Lekker Paimo dapat kamu jumpai di Jalan Ki Mangunsarkoro. Lekker sendiri merupakan makanan ringan yang terbuat dari adonan tepung yang dipanaskan kemudian diisi dengan toping beranekaragam.

 

Di Lekker Paimo, kamu bisa memesan toping isi sesuai selera, seperti coklat meses, keju, pisang, sosis, hingga telur. Sesuaikan saja dengan keinginanmu lebih suka manis atau asin. Harga per porsinya juga bervariasi, mulai dari harga Rp. 4000 – Rp. 30.000 sesuai toping yang kamu inginkan.

  1. Asem-asem Koh Liem

Warung Koh Liem sudah berdiri sejak tahun 1978 di Jalan Karang Anyar, Gabahan. Menu andalannya adalah asem-asem daging. Komposisinya terdiri dari daging dalam, urat, daging usus, ditambah dengan potongan cabai, dan kuah asem. Seger banget deh rasanya, kamu harus coba nih.

 

  1. Nasi Pindang

Sumber: travelingyuk.com

Kuliner ini berupa gulai daging dengan paduan rempah khas bersantan. Meski sebenarnya kuliner ini khas Kudus, Jawa Tengah. Nyatanya Nasi Pindang & Soto Sapi Gajah Mada telah eksis di Semarang sejak 1989. Bagi yang ingin mencobanya, bisa berkunjung ke kedai Nasi Pindang Kudus dan Soto Sapi di Jalan Gajahmada nomor 89B, buka mulai pukul 06.00 – 22.00.

 

  1. Kepala Manyung Bu Fat

Kamu bisa menemukan sensasi di Kepala Manyung Bu Fat, yang berdiri sejak 1969. Siraman kuah panas dengan potongan cabai rawit yang melimpah di atas ikan asap gurih, yang bikin kamu gak bisa berhenti makan. Bagi yang gemar masakan pedas, salah satu kuliner yang melegenda di Semarang ini patut jadi menu makan siang kamu loh.

Ikan manyung merupakan ikan laut yang dagingnya biasa digunakan untuk ikan asin jambal roti. Gurih dan padat dagingnya menjadi alasan rumah makan ini mengolah kepala dan daging ikan untuk diasap dan diolah dengan bumbu ala bu Fat. Hidangan favorit di sini justru bagian kepala ikan yang berukuran sebesar bola sepak, kepala manyung ini bisa untuk tiga sampai lima orang.

Daging kepala ikannya terasa lembut, tapi padat, ada beberapa bagian yang kenyal. Kuah ala Bu Fat dengan cabai dan rempah yang kaya memberikan cita rasa khas yang bikin berkeringat dan ketagihan. Satu porsi kepala manyung, dijual seharga Rp 75.000-Rp 150.000 dengan berat mencapai dua kilogram. Bagi kamu yang mau mencicip cita rasa yang legendaris ini, bisa berkunjung ke tiga lokasi Resto Kepala Manyung Bu Fat, antara lain di Jalan Sukun, Banyumanik, dan Jalan Ariloka, Krobokan Semarang Barat, pukul 07.00-19.00 WIB.

Nah, itu dia 7 referensi wisata kuliner legendaris di Semarang yang bisa kamu jajal kalau berlibur ke sana loh!

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari Anggraini Prastikasari. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

 

 

Leave a Reply