Kunci Rahasia Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong

Siapa yang tidak mengenal Lo Kheng Hong?
Seorang value investor yang memiliki julukan “Warren Buffet Indonesia” ini merupakan salah satu investor saham yang terkenal berhasil dalam menginvestasikan sahamnya di pasar modal Indonesia. Prinsip kerjanya adalah 3 hal yang disebutnya RTI : Read, Thinking, dan Investing. Melalui tiga prinsip kerjanya tersebut Lo Kheng Hong berhasil dalam menaklukan pasar modal di Indonesia.

Bayangkan saja, bahkan dengan duduk ataupun tiduran sang Warren Buffet Indonesia ini mampu terus mengalirkan pundi-pundi kekantongnya. Meskipun dengan bergelimangan harta tidak mengubah prinsip kesederhanaan hidup Lo Kheng Hong. Ia lebih senang hidup dalam kesederhanaan, bukan kemewahan. Contohnya saja dalam hal kendaraan. Meskipun ia mampu untuk membeli kendaraan sekelas Lamborghini, Lo Kheng Hong masih setia menaiki sebuah mobil merk Volvo yang sudah dimilikinya selama lebih dari 10 tahun.

Nah, sebagai seorang investor sukses, Lo Kheng Hong membagikan beberapa tips memilih saham.

Kunci Rahasia Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong

1. Perhatikan tata kelola manajemennya

unsplash

Dalam menginvestasi saham ke perusahaan hendaklah memperhatikan tata kelola manajemen dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik pastilah memiliki sistem manajemen yang baik didalamnya. perusahaan tersebut pasti dikelola oleh orang-orang yang jujur, bersih, serta professional dalam bidangnya. Laporan keuangan yang memiliki tingkat harga saham yang tinggi dalam suatu perusahaan dapat menunjukkan tingkat tata kelola yang baik didalamnya.

2. Perhatikan masa depan bisnis perusahaan tersebut

unsplash

Selain melihat sistem tata kelola perusahaan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah masa depan perusahaan tersebut. para investor mesti melihat setidaknya 5 hingga 10 tahun kebelakang dalam perusahaan tersebut. dengan begitu maka para investor dapat melihat apakah perusahaan tersebut memiliki kemajuan yang signifikan atau malah mengalami penurunan.

3. Memperhatikan laba perusahaan

unsplash

Perusahaan dengan laba yang yang terus meningkat bisa menjadi salah satu perusahaan yang cocok untuk investasi. Dengan perolahan laba yang terus meningkat maka investor pun akan mendapatkan keuntungan yang juga melimpah.

4. Pilih perusahaan yang terus bertumbuh dalam jangka waktu yang panjang

unsplash

Memilih perusahaan yang terus tumbuh dan melebarkan sayap perusahaan akan menjadikan investor bertambah keuntungan. Dengan memerhatikan hal tersebut maka investor dapat memastikan seberapa besar harga saham perusahaan tersebut.

5. Perhatikan valuasi Price Earning Ratio (PER) atau Price to Book Value (PBV) dan bandingkan dengan kompetitornya

unsplash

Dalam menilai perusahaan yang cocok untuk dijadikan investasi, perhatikan valuasi PER atau PBV dalam perusahaan tersebut dan jangan lupa untuk membandingkannya dengan perusahaan lain. Dua hal ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengukur harga saham perusahaan tersebut mengalami overvalued atau undervalued.

Dalam melakukan investasi saham jangka panjang gunakanlah perusahaan yang undervalued. Namun, memilih perusahaan yang undervalued membutuhkan analisis yang panjang untuk memperkirakan apakah harga saham perusahaan akan terus meningkat.

Perusahaan yang memiliki rasio PER yang rendah dinilai semakin bagus harga sahamnya. Lo Kheng Hong sendiri menyarankan untuk membeli saham perusahaan yang memiliki PER sebesar 5x atau kebawah. Sementara dalam sudut PBV yang dianggap murah adalah perusahaan yang memiliki PBV kurang dari 1x.

Maka Lo Kheng Hong menyarankan kembali, belilah saham yang valuasinya masih dikatakan murah (PER/PBV dibawah rata-rata sektor). Kesempatan emas untuk membeli saham bagus yang murah pun dapat dilakukan sekalipun dalam kondisi kritis.

Lo Kheng Hong yang kini telah berusia 60 tahun ini telah memulai usaha investasi saham pada usia 30 tahun. Jauh berbeda dengan Warren Buffet yang memulai bisnis investasi saham pada usia 11 tahun.

Anak sulung dari riga bersaudara ini memiliki filosofi yang unik dalam menjalani kehidupannya. “Menjadi kaya sambil tidur”. Saat ini Lo Kheng Hong telah memiliki lebih dari 20 emiten yang mana salah satunya adalah PT. Petrosea, Tbk yang saat ini kepemilikannya telah mencapai sekitar 9%.

Baginya, investasi bukanlah pengusaha. Melainkan seorang pencari saham di bursa. Jika ingin menjadi seorang penginvestasi saham Lo Kheng Ho menganjurkan agar lebih banyak membaca dan mempelajari buku-buku tentang saham dan strategi investasi.

Leave a Reply