8 Fakta Masjid Nabi Nuh, Wisata Religi di Semarang

Siapa sih yang gak tau Semarang? Kota Semarang memang terkenal dengan kulinernya yaitu lumpia, tapi selain itu Semarang juga dikenal dengan spot wisata budaya, alam, dan rohani. Nah, wisata rohani yang sedang ngehits adalah Masjid Safinatun Najah. Berbeda dengan masjid pada umumnya, Masjid Safinatun Najah memiliki bentuk yang sangat unik. Yap, bangunan yang terletak di kawasan Ngaliyan ini menyerupai sebuah kapal kayu raksasa.

Penampakan Masjid Safinatun Najah mengingatkan kita pada kisah Nabi Nuh. Dikisahkan, beliau membangun sebuah kapal raksasa atas perintah Tuhan demi menyelamatkan kaumnya dari bahaya bajir besar.

Tentu, kamu punya banyak pertanyaan seputar Masjid Safinatun Najah ini kan? Yuk, simak 8 fakta mengenai masjid yang satu ini!

Arti Namanya

Nama masjid ini diambil dari Safinatun Najah yang memiliki arti kapal penyelamat. Nah, menariknya, Safinatun Najah sendiri merupakan nama dari yayasan pemilik masjid ini.

Terlihat Mengapung

Sumber: explorewisata.com

Dengan eksterior yang menarik, sang pendiri menginginkan Masjid Safinatun Najah terlihat nyata. Maka, mereka pun menambahkan kolam yang mengelilingi masjid ini agar kesannya seperti mengapung.

Fitur Kapal Lengkap

Masjid Safinatun Najah memiliki fitur lengkap layaknya sebuah kapal besar, lho. Berdiri di atas tanah seluas 7.200 meter dan memiliki buritan serta haluan layaknya kapal laut.

Banyak Jendela

Sumber: duta.co

Masjid Safinatun Najah memiliki cukup banyak jendela, lho. Dengan enam pintu, kamu dapat menemukan 74 buah jendela di bagian bodi kapal.

Megah 3 Lantai

Sumber: ksmtour.com

Untuk susunan bangunannya, kamu bakal menemukan tiga lantai di Masjid Safinatun Najah. Di lantai dasar dikhususkan untuk aktivitas pencucian seperti tempat wudhu, toilet, hingga aula serbaguna. Di lantai dua ada tempat salat sedangkan lantai tiga akan ada perpustakaan.

Serbaguna

Seperti kebanyakan masjid besar di Indonesia, Masjid Safinatun Najah juga berfungsi untuk berbagai macam kegiatan. Selain beribadah, pengelola Masjid Safinatun Najah juga membuka klinik kesehatan serta asrama bagi para santri yang tengah mondok.

Harga Tanah Naik

Untuk membangun masjid ini, Yayasan Safinatun Najah merogoh kocek sekitar 7M. Menariknya, sejak berdirinya Masjid Safinatun Najah, harga tanah di sekitarnya menjadi naik drastis. Maklum, para pelancong, baik yang mau beribadah maupun berwisata makin banyak dari hari ke hari.

Pro Kontra Netizen

Hadirnya Masjid Safinatun Najah sangat disambut baik banyak pihak. Selain dapat menjadi media promosi kawasan Ngaliyan, yayasan yang membangun berharap akan ada lebih banyak orang yang datang untuk beribadah. Sayangnya, pengunjung, yang kebanyakan anak muda, datang hanya untuk ber-selfie ria. Hal ini menjadi pro dan kontrak di media sosial belakangan ini.

Nah, mumpung masih masa liburan nih gak ada salahnya kan wisata sambil beribadah di Masjid Safinatun Najah, Semarang.

Tulisan di atas adalah kiriman dari Anggraini Prastikasari. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

Leave a Reply