10 Tantangan Umum UMKM di Indonesia

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat beragam, baik di bidang fashion, makanan, minuman sampai dengan kerajinan tangan (crafting). Namun, untuk membuka usaha bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk pemula dan anak muda yang ingin mencoba terjun ke dalam bidang usaha.

Masih banyak para pengusaha UMKM terkendala modal usaha, strategi pemasaran, hingga akses teknologi digital. Akibatnya, usaha mereka berjalan stagnan dan tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Berikut 10 tantangan yang dialami UMKM saat ini:

  1. Minimnya Modal Usaha Jadi Permasalahan UMKM Paling Mendasar

Sumber: pixabay.com

Permasalahan UMKM paling utama  adalah minimnya modal usaha. Akibatnya, para pengusaha tidak bisa menaikkan jumlah produksinya untuk mencapai omzet lebih banyak. Para pengusaha UMKM seringkali kesulitan dalam mencari modal pembiayaan dari bank, karena banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi.

  1. Kurang Tahu Bagaimana Cara Membesarkan Bisnis

Sumber: pixabay.com

Permasalahan UMKM selanjutnya adalah minimnya pengetahuan pengusaha UMKM tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak pelaku UMKM hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi.

  1. Kurangnya Inovasi Produk

Dalam meningkatkan daya saing bisnisnya, seorang UMKM juga sering mengalami kendala dalam melakukan inovasi produk. Saat ini jumlah produk UMKM yang mampu menembus pasar internasional masih sangat sedikit sekali.

  1. Kesulitan Mendistribusikan Barang

Permasalahan UMKM selanjutnya terletak pada masalah pendistribusian barang.  Selama ini banyak pelaku UMKM kekurangan channel dalam mendistribusikan produknya. Kebanyakan hanya fokus mendistribusikan barang kepada beberapa kolega dan pengepul yang dikenalnya saja.

  1. Belum Memaksimalkan Pemasaran Online

Permasalahan UMKM yang kelima ini masih berhubungan erat dengan poin keempat, yaitu sulitnya mendistribusikan barang. Salah satu faktor yang menyebabkan pendistribusian barang UMKM kurang meluas karena pengusaha belum melakukan pemasaran online.

  1. Tidak Adanya Branding Menjadi Permasalahan UMKM yang Cukup Serius

Salah satu permasalahan UMKM yang sering luput dari perhatian pengusaha UMKM adalah branding. Belum banyak pelaku UMKM yang sadar akan pentingnya branding bagi produk dan juga usahanya. Sehingga, kebanyakan pelaku UMKM hanya fokus menjual, menjual, dan menjual, tanpa memikirkan bagaimana kualitas merk dari produknya. Dengan kualitas branding yang baik, suatu produk akan lebih mudah diingat khalayak. Sehingga peluang terjadinya penjualan pun semakin besar.

  1. Tidak Melakukan Program Loyalitas Pelanggan

Tidak adanya program loyalitas pelanggan juga menjadi pemasalahn UMKM yang cukup krusial. Kebanyakan pelaku UMKM belum memiliki perhatian yang besar dalam membuat program loyalitas pelanggan. Padahal, menjaga loyalitas pelanggan sangatlah penting.

  1. Masih Mengandalkan Pembukuan Secara Manual

Pembukuan secara manual rawan terjadinya kehilangan, kerusakan, dan bahkan kesalahan rekap. Sehingga, tidak bisa menganalisa hasil penjualan secara tepat. Dengan pembukuan yang baik, kamu bisa menganalisa penjualan usaha secara lebih tepat sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan selanjutnya.

  1. Tidak Memiliki Mentor

Sumber: pixabay.com

Tanpa memiliki mentor bisnis, seorang pengusaha UMKM akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Pengetahuannya seputar bisnis menjadi terbatas dan dia akan kesulitan dalam melakukan inovasi produk.

  1. Tidak Memiliki Izin Usaha Resmi

Permaslahan UMKM yang kesepuluh yaitu tidak adanya izin usaha resmi, sehingga menghambat laju usaha.

Dari 10 tantangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk menjembatani UMKM agar tumbuh dan berkembang secara bisnis maupun secara pemasaran, diperlukan suatu sinergi dan kolaborasi baik dari pemerintah, komunitas, media, industri sampai dengan akademisi.

Leave a Reply