5 Tanda Karyawan Memiliki Jiwa Pengusaha

Pengusaha merupakan salah satu profesi yang diminati oleh banyak orang. Bagaimana tidak? Seorang pengusaha dapat memiliki penghasilan yang lebih banyak dari karyawan dengan jam kerja yang fleksibel. Semua orang bisa menjadi pengusaha asalkan memiliki kemauan dalam mewujudkannya. Kemauan di sini bukan sekadarangan-angan tanpa usaha tetapi diiringi dengan mental dan keberanian seorang pengusaha. Bahkan jiwa pengusaha dapat tertanam di dalam diri seorang karyawan. Yang dapat diartikan mereka yang bekerja untuk perusahaan dan digaji setiap bulannya. Jiwa pengusaha seorang karyawan dapat dilihat dari perilaku dan kinerja. Berikut adalah:

1. Memiliki pemikiran yang berbeda

unsplash.com

Rata-rata seorang pengusaha memiliki pemikiran yang cenderung berbeda dari kebanyakan orang. Karena pengusaha dituntut untuk selalu kreatif, inovatif dan jeli melihat peluang. Jika seorang pengusaha tidak memiliki hal tersebut, maka ia akan kalah saing dengan banyaknya kompetitor dengan usaha sejenis. Dalam perusahaan, mereka yang memiliki pemikiran berbeda biasanya aktif sebagai pencetus ide baik tentang promosi perusahaan serta memberikan solusi untuk permasalahan yang ada.

2. Memiliki jiwa kepemimpinan dan seorang konseptor

unsplash.com

Dia adalah tipe orang yang bekerja di balik layar, lebih pandai menyusun strategi dan rencana yang akan dijalankan ketimbang menjadi seorang eksekutor (orang yang menjalankan rencana). Orang seperti ini dapat diandalkan untuk menjadi pimpinan tim dalam sebuah proyek. Seorang karyawan dituntut untuk mengikuti aturan perusahaan mulai dari cara berpakaian, waktu masuk dan pulang kerja serta mengikuti intruksi dari atasan. Orang-orang dengan jiwa pengusaha akan merasa bosan dengan rutinitas yang monoton. Bukan malas bekerja, mereka adalah orang yang menyukai kebebasan, tidak suka diperintah oleh orang lain maupun aturan mengikat dari perusahaan.

3. Berani menanggung resiko dan pantang menyerah

unsplash.com

Salah satu ciri-ciri seorang pengusaha yang paling mendasar adalah berani. Berani mencoba hal baru sekaligus menanggung resiko yang datang. Tidak ada jaminan bagi mereka yang berbisnis akan memperoleh keuntungan. Kerugian, penipuan bahkan usaha bangkrut, semua itu bisa saja terjadi di dunia bisnis. Diperlukan mental yang kuat dan etos kerja untuk menghadapi itu semua. Calon pengusaha sukses tidak akan menyerah ketika gagal, mereka menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi untuk merencanakan dan mempertahankan usaha ke depannya.

4. Senang mencoba hal baru

unsplash.com

Seseorang dengan jiwa pengusaha sangat menyukai tantangan. Tantangan dapat menjadi sebuah sarana untuk menggali potensi yang tersembunyi. Banyak orang memilih tetap berada di zona aman tetapi tidak dengan pengusaha. Dengan berada di zona aman, seorang pengusaha tidak dapat mengasah kreativitasnya. Seorang pengusaha sejati selalu memiliki keinginan kuat untuk mencapai tujuannya. Rintangan yang dihadapi bukanlah akhir dari segalanya. Kepribadian seorang pengusaha cenderung perfeksionis yaitu berusaha memberikan yang terbaik untuk para konsumennya.

5. Disiplin dan Menghargai Waktu

unsplash.com

Kedisiplinan sangat diperlukan dalam setiap pekerjaan. Tidak hanya pengusaha, seorang karyawan pun dituntutun tuk disiplin. Waktu yang dihabiskan dengan kegiatan yang sia-sia, sama saja dengan melewatkan peluang yang ada. Orang yang memiliki sikap disiplin merupakan orang yang tersruktur, mereka menyusun penjadwalan terkait tugas-tugas yang akan dilakukan. Sehingga tugas dapat terselesaikan dengan baik. Karyawan yang disiplin akan datang tepat waktu dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan. Jika seorang pengusaha tidak disiplin, hal ini menjadi pukulan telak baginya. Bisa dicap tidak professional dan dapat membatalkan kerjasama yang akan dijalin kepada calon client. Tentu hal ini merupakan kerugian bagi seorang pengusaha. Maka ada istilah yang menyebutkan “time is money” karena sangat berhargany awaktu.

Ada yang mengatakan bahwa seorang pebisnis akan melahirkan pebisnis baru. Memang hal seperti itu dapat terjadi, tetapi nyatanya berbisnis dapat dipelajari oleh seseorang yang lahir bukan dari kalangan pebisnis. Asalkan orang itu memiliki kemauan untuk memulai bisnis dan didukung dengan jiwa pengusaha. Berbisnis dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari pada bekerja. Hal itu bergantung dari kerja keras dan strategi yang digunakan untuk membangun bisnis. Jika anda memiliki ciri-ciri tersebut, anda lebih cocok menjadi pengusaha dari pada karyawan.

Leave a Reply