11 Tips Agar Hidup dan Pekerjaan Seimbang

Pekerjaan dan kehidupan pribadi tentu dua hal yang sama pentingnya. Sesibuk apa pun kita dalam bekerja, haruslah tetap memiliki waktu untuk kehidupan pribadi. Namun nyatanya, banyak di antara pekerja yang belum memiliki work-life balance. Apalagi jika kamu seorang pebisnis yang masih merintis sebuah usaha atau seorang freelancer yang dapat bekerja dari mana saja. Seringkali kamu tidak tahu bagaimana caranya memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Nah, mau tahu bagaimana cara yang tepat untuk mendapatkan work-life balance yang baik dan maksimal? Yuk, simak 11 tipsnya berikut ini :

  1. Kurangi sifat perfeksionis

 

Sifat perfeksionis menjadi penyebab paling sering yang membuat tidak terjaganya work-life balance. Menjadi seseorang yang perfeksionis tentunya memiliki sisi baik, karena akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pekerjaan. Namun, cobalah fokus untuk mengerjakan yang terbaik tanpa harus menjadi sempurna. Sedikit kesalahan atau kekurangan itu wajar. Banyak orang yang merasa hidupnya lebih tenang dan ringan setelah mengurangi sifat perfeksionis mereka, lho.

  1. Jaga jarak dengan gadget

Sumber: pixabay.com

Jam kerja yang tidak menentu membuat work-life balance menjadi terganggu. Tidak hanya pekerjaan, terus-menerus melihat media sosial juga akan membuang waktu kamu dan membuat kualitas istirahat berkurang. Apa sih penyebabnya? Sebelum era smartphone atau laptop, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat terlihat dengan jelas. Namun pada zaman sekarang, lewat smartphone kita bisa berkirim email atau membahas pekerjaan lewat group chat kapan saja. Sedikit demi sedikit, pekerjaan akhirnya menyusup masuk ke kehidupan pribadi, jam tidur, bahkan hari libur. Yuk, mulailah untuk meninggalkan gadget untuk beberapa saat dan nikmati hidup di luar pekerjaan dan media sosial.

  1. Berani untuk berkata tidak

Sumber: pixabay.com

Untuk menjaga work-life balance, berkata tidak itu perlu, lho. Ingatlah bahwa prioritas utama adalah pekerjaan terlebih dahulu, baru kemudian membantu orang lain jika memang masih sanggup. Bantulah orang lain jika pekerjaan sendiri telah selesai dikerjakan dengan baik. Jangan sampai karena membantu orang lain, pekerjaan menjadi berantakan dan malah menambah stres atau pikiran.

  1. Tinggalkan pekerjaan di tempat kerja

Ini dia hal paling penting yang harus perhatikan, yaitu jangan membawa pekerjaan pulang ke rumah. Jika tidak menyelesaikan pekerjaan di kantor, itu mungkin artinya alur kerja tidak efisien atau beban pekerjaan yang terlalu banyak. Usahakan untuk selalu memaksimalkan waktu di kantor dan selesaikan semua urusan pekerjaan di tempat kerja. Jika tidak, kamu akan benar-benar merasa tidak punya waktu istirahat dan tidak memiliki work-life balance.

  1. Jangan pernah menunda pekerjaan

Cara lain yang harus kamu lakukan untuk menjaga work-life balance adalah dengan belajar mengatur waktu dengan baik. Menjadi procrastinator akan membuat kamu sulit untuk menerapkan cara mengatur waktu yang efektif. Menyelesaikan tugas di waktu-waktu akhir akan memiliki banyak risiko dan menjadi penghalang untuk kamu menuju work-life balance. Sebisa mungkin selesaikan tugas di awal waktu.

  1. Sadar pentingnya membatasi diri

Membatasi diri dapat diterapkan dalam banyak hal. Cara paling mudah adalah dengan membatasi jam kerja. Contohnya, kamu memutuskan untuk bekerja mulai jam 9 pagi dan harus berhenti bekerja setelah jam 7 malam (kecuali ada sesuatu yang sangat mendesak).

  1. Bekerja lebih pintar, bukan lebih keras

Bekerja keras dan maksimal itu perlu, tetapi bekerja pintar lebih dibutuhkan. Kamu dapat mulai dengan membuat prioritas, menggabungkan pekerjaan yang dapat dikerjakan bersamaan, atau mendelegasikan beberapa tugas pada orang lain. Dengan bekerja lebih pintar, work-life balance pasti akan semakin mudah didapatkan.

  1. Ketahuilah bahwa tidak ada keseimbangan ‘sempurna’

Harus diketahui bahwa jangan gunakan hari libur untuk bekerja. Kamu harus memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk melakukan hobi atau bersantai dengan orang tercinta. Keseimbangan dicapai dari waktu ke waktu, bukan setiap hari. Penting untuk terus-menerus menilai di mana kamu membandingkan tujuan dan prioritas. Membiarkan diri tetap terbuka untuk mengalihkan dan menilai kebutuhan setiap hari adalah kunci dalam menemukan keseimbangan.

  1. Prioritaskan kesehatan

Sumber: pixabay.com

Kesehatan secara keseluruhan harus menjadi perhatian utama. Memprioritaskan kesehatan terlebih dahulu akan membuat kamu menjadi orang yang lebih baik. Dengan tubuh yang sehat, tetunya kamu dapat melakukan pekerjaan dengan sangat baik.

  1. Pastikan kamu menyukai pekerjaanmu

Sumber: pixabay.com

Jika kamu membenci apa yang kamu lakukan, maka kamu tidak akan bahagia. Pilihlah pekerjaan yang sangat kamu sukai agar kamu melakukannya dengan senang hati. Jika pekerjaan membuat kamu merasa sulit untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai di luar pekerjaan, ada sesuatu yang salah. Mungkin kamu bekerja di lingkungan yang tidak tepat. Jika ini masalahnya, kamu bisa mencari pekerjaan baru yang bisa membuat kamu nyaman dan betah.

  1. Luangkan waktu untuk dirimu sendiri

Meskipun pekerjaan penting, tetapi itu tidak menjadikan seluruh hidup terfokus pada pekerjaan saja. Kamu adalah seorang individu sebelum mengambil posisi ini, dan kamu harus memprioritaskan kegiatan atau hobi yang membuat kamu bahagia.

Semua orang memiliki waktu yang sama, namun sebagian mereka mungkin lebih pintar dalam mengatur waktu sehingga mampu menjaga work-life balance dengan baik. Yuk, praktikan tips di atas agar pola hidup kamu menjadi lebih produktif dan bahagia.

 

Tulisan di atas adalah kiriman dari Anggraini Prastikasari. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

Leave a Reply