5 Layanan Fintech yang tumbuh pesat di Indonesia

Beberapa tahun terakhir start up banyak bermunculan di negara kita. Berkembangnya bisnis startup merupakan imbas dari perkembangan pesat teknologi digital. Segala aspek kehidupan telah terdampak oleh perkembangan digital. Tidak terkecuali aspek ekonomi, banyak start up yang bertujuan memberikan layanan keuangan bagi masyarakat. Layanannya pun beragam mulai dari layanan pinjam meminjam, investasi, pembayaran, pengatur keuangan atau sebagai penasihat keuangan pribadi. Startup yang bergerak di bidang keuangan biasa disebut sebagai Fintech. Berikut beberapa fintech yang berkembang pesat di Indonesia yang dibagi sesuai dengan layanannya.

Pembayaran: GO-PAY

Sumber: megapolitan.kompas.com

GO-PAY merupakan layanan pembayaran nontunai dari aplikasi GO-JEK. Dalam rangka mendukung layanan-layanan yang mereka miliki, aplikasi GO-JEK menyadari bahwa mereka membutuhkan sebuah layanan pembayaran nontunai yang baik. Berbeda dengan aplikasi Grab yang menggandeng pihak lain, GO-JEK lebih memilih untuk membuat layanan tersebut sendiri.

Sekitar tahun 2016 mereka mengubah nama dan bentuk dari layanan pembayaran nontunai mereka sebelumnya, GO-JEK Credit, menjadi GO-PAY. Untuk mendukung operasional GO-PAY mereka pun mengakuisisi sebuah perusahaan pemilik lisensi e-money bernama PonselPay.

Dan hasilnya, saat ini mayoritas pengguna GO-JEK telah menggunakan layanan pembayaran tersebut. GO-PAY pun tidak hanya bisa digunakan untuk membayar transaksi di dalam aplikasi GO-JEK, namun juga telah menyediakan fitur transfer saldo dan penarikan tunai seperti layanan e-money lainnya. Dalam waktu dekat, GO-PAY pun bisa kamu gunakan untuk bertransaksi di berbagai merchant.

Manajemen Keuangan: Finansialku

Sumber: finansialku.com

Aplikasi Finansialku adalah portal dan aplikasi perencana keuangan yang bisa memberi kamu berbagai tip tentang cara mengelola keuangan yang baik. Mereka bisa memberi masukan tentang cara mengatur investasi, reksa dana, saham, asuransi, hingga persiapan pensiun, dengan baik. Aplikasi Finansialku ini masih dalam tahap berkembang (growing) dan belum ada lagi pemain lain yang cukup baik di sektor ini.

Pembanding produk finansial: AturDuit

Sumber: aturduit.com

AturDuit merupakan anak perusahaan dari iMoney yang berasal dari Malaysia. AturDuit memberikan layanan pembanding produk keuangan. Lewat AturDuit kamu bisa membandingkan produk Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), asuransi mobil, kredit mobil, deposito, hingga tabungan.

Pinjaman (P2P Lending): Amartha

Sumber: amartha.com

Amartha merupakan layanan P2P lending yang menerapkan sistem yang mereka namai Tanggung Renteng. Sistemnya mereka hanya akan memberikan pinjaman kepada anggota kelompok warga berjumlah sekitar lima belas hingga dua puluh orang, yang telah mereka bina di berbagai desa. Apabila ada seorang anggota kelompok tersebut yang tidak mengembalikan pinjaman, maka anggota lain harus bertanggung jawab untuk melunasinya.

Ketika berdiri pada tahun 2010 silam, Amartha sebenarnya mengawali bisnis mereka dengan konsep balance sheet lending. Sehingga, uang yang diberikan kepada peminjam berasal dari kantong mereka sendiri, atau dari perusahaan yang bekerja sama dengan mereka. Baru pada tahun 2016 yang lalu mereka mengubah model bisnis mereka menjadi P2P lending, dan memungkinkan setiap individu untuk menjadi investor di platform mereka.

Pada tanggal 7 Maret 2017, Amartha mengumumkan pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Mandiri Capital Indonesia (MCI). Turut serta dalam investasi tersebut Lynx Asia Partners, serta investor mereka sebelumnya, yaitu Beenext dan Midplaza Holding.

Investasi: Bareksa

Sumber: medium.com

Bareksa adalah marketplace yang memungkinkan para penggunanya untuk melakukan jual beli produk finansial reksa dana secara online. Selain itu, startup yang didirikan pada tanggal 17 Februari 2013 ini juga menyediakan informasi seputar investasi, saham, dan obligasi. Startup ini dibentuk oleh Karaniya Dharmasaputra, yang sebelumnya sempat mendirikan raksasa portal berita Indonesia VIVA, dan merupakan mantan Managing Editor di Majalah Tempo.

 

Berikut 5 Fintech yang menurut penulis telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun terakhir. Namun ditengah perkembangan fintech perlu juga upaya dari pemerintah untuk membentuk regulasi yang jelas agar layanan fintech tersebut tidak merugikan masyarakat. Karena pada dasarnya startup fintech bergerak di sektor keuangan dan banyak berhubungan dengan dana masyarakat. Tanpa regulasi yang jelas startup fintech ini bisa menjadi ancaman bagi masyarakat.

Pada akhirnya kehadiaran layanan fintech tentunya sangat membantu kehidupan masyarakat saat ini dan diharapkan kedepannya masih banyak lagi inovasi dari startup-startup Indonesia. Atau kalian sendiri tertarik membangun startup fintech sendiri?

Leave a Reply