7 Kesalahan yang Membuat Brand Usaha Rusak

Membangun brand dibutuhkan sebuah perjuangan, kita harus memberikan layanan terbaik dan memiliki keunikan. Brand menjadi sebuah identitas di mana pelanggan mengenali produk kita. Ketika konsumen menemukan produk yang sama, usahakan pakai nama brand yang belum ada di pasar.

Bisa tidak ya kita punya brand dengan kualitas  yang bagus tapi harga jualnya murah? Bisa, jika modal besar! Menjual produk dengan kualitas brand bagus tapi harga murah, secara jangka pendek akan rugi, tapi dalam jangka panjang bisa untung.

Kalau modal kamu tidak cukup kuat, jangan coba-coba jualan produk kualitas brand bagus dengan harga murah. Resikonya kamu bisa bangkrut!

Yuk, simak 7 kesalahan yang bisa kamu hindari ketika akan membuat brand.

 

  1. Pendekatan Terfragmentasi
Sumber: pixabay.com

Bagi kebanyakan orang, branding sama dengan iklan. Padahal branding tidak hanya terbatas pada iklan, namun juga termasuk desain customer experience, komunikasi dalam bentuk advertising, presentasi mengenai produk atau layanan, dan setiap aksi-aksi kecil yang kamu lakukan untuk membangun brand tersebut. Ketika kita membutuhkan branding, kebanyakan mengacu kepada apapun yang berkaitan dengan website atau logo, memberikan nama atau sekedar membuat sebuah brosur.

Apabila kamu melakukan elemen-elemen tersebut secara terpisah, maka kamu tidak dapat membangun sebuah brand dengan story dan aksi yang konsisten satu sama lainnya.

 

  1. Pemasaran Tidak Fokus Target
Sumber: pixabay.com

Biasanya pebisnis yang sedang merintis usahanya akan melakukan pemasaran secara besar-besaran tapi tidak fokus. Padahal, melakukan pemasaran tanpa target pembeli yang tepat malah membuat tidak efektif. Kamu harus paham produk tersebut ditujukan untuk siapa.

 

  1. Ingin Hasil yang Cepat

 

Kesalahan branding berikutnya adalah memperlakukan branding sebagai sesuatu yang hanya bersifat transaksional. Artinya, mereka menganggap bahwa branding adalah sesuatu yang secara langsung mempengaruhi angka penjualan. Branding sebenarnya tentang bagaimana membangun equity dan value sehingga dapat mendorong penjualan.

  1. Kurang Belajar dari Kompetitor

Sumber : pixabay.com

Sebelum memulai bisnis, pastikan kamu sudah melakukan riset pasar mengenai competitor. Lihat bagaimana mereka melakukan branding mulai dari logo, tagline, pelayanan yang mereka berikan, dan bagaimana produk mereka di mata para konsumennya. Kamu bisa belajar dan mengoreksi kekurangan mereka agar branding kamu lebih baik. Tapi ingat, jangan menjadi plagiat karena bisa merusak reputasi usaha kamu sendiri.

 

  1. Logo Tidak Profesional 
Sumber: pixabay.com

Walaupun kamu baru memulai bisnis, usahakan logo yang kamu buat terlihat profesional. Logo menunjukkan identitas usaha kamu serta konsumen mengenal usaha kamu. Kamu bisa menyewa freelancer desainer grafis untuk hal ini. Seorang desainer grafis lebih memahami estetika gaya visual, perpaduan warna, komposisi grafis, dan lainnya, sehingga mampu menghasilkan logo yang tepat untuk usaha kamu.

 

  1. Melupakan Tagline 

Selain logo yang tepat, tagline juga akan membantu orang mengingat produk dan layanan yang kamu berikan. Contoh salah satu brand yang berhasil melakukan hal ini adalah Nike dengan tagline-nya “Just do it” atau Apple dengan taglinethink different”. Untuk menghasilkan tagline yang baik, bisa didasari dari produk apa yang kamu buat? Apa keunggulan produk tersebut? Serta gunakan kata-kata sederhana agar mudah dimengerti, tambahkan humor jika memungkinkan dan tetap utamakan kejujuran.

 

  1. Tidak Konsisten

Jika branding masih tidak membuahkan hasil, mungkin kamu kurang konsisten dalam melakukannya. Konsistensi penting untuk membuat orang semakin mengenal usaha kamu.

Nah, jadi kamu sudah tau kan, hal apa saja yang harus kamu hindari agar BRAND usaha mu tidak rusak.

Leave a Reply