7 Hal Penting yang Harus Diketahui Wajib Pajak

Sebelum kita membahas apa saja yang perlu kita perhatikan sebagai wajib pajak, kita telaah dulu apa itu wajib pajak? Apakah kita termasuk? Serta apa-apa saja yang harus kita lakukan?

Wajib Pajak, atau sering disingkat dengan sebutan WP adalah orang pribadi atau badan (subjek pajak) yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Wajib pajak bisa berupa wajib pajak orang pribadi atau wajib pajak badan. Berdasar Undang-Undang No 28 tahun 2007 Pasal 2 ayat (1) UU KUP, persyaratan wajib pajak terdiri dari:

  1. Persyaratan subjektif (dalam negeri dan luar negeri) yang merujuk pada pelaku pajak, di antaranya:
  • Orang pribadi
  • Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan, menggantikan yang berhak
  • Badan
  • Bentuk usaha tetap
  1. Persyaratan Objek (benda dan non benda) mengenai tambahan kemampuan ekonomis yang diterima wajib pajak di antaranya:
  • Imbalan pekerjaan atau jasa bisa berupa gaji, tunjangan, bonus, dll
  • Hadiah, undian, atau penghargaan.
  • Laba usaha
  • Keuntungan penjualan atau pengalihan harta benda
  • Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya
  • Bunga
  • Dividen
  • Royalty
  • Sewa
  • Kredit
  • Pelunasan
  • Keuntungan perbedaan kurs mata uang
  • Selisih atas penilaian kembali aktiva
  • Premi asuransi
  • Iuran dari para wajib pajak
  • Tambahan kekayaan dari sumber yang belum dikenakan pajak

Setelah mengetahui apa saja ketentuan dan syarat yang tercantum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, seseorang dikatakan wajib pajak dengan bukti kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Teknis pembuatan NPWP terbagi menjadi 3 golongan tergantung status sosial diantaranya:

  1. Syarat membuat NPWP pribadi untuk karyawan/pekerja kantoran
  • Warga Negara Indonesia (WNI): fotokopi KTP.
  • Warga Negara Asing (WNA): membawa fotokopi paspor/kartu izin tinggal (KITAP/KITAS).
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan tempat Anda bekerja.
  • Bagi pegawai negeri bisa membawa surat keputusan (SK).
  • mengisi formulir pengajuan NPWP.
  1. Syarat membuat NPWP pribadi bagi wirausaha
  • Warga Negara Indonesia (WNI): fotokopi KTP.
  • Warga Negara Asing (WNA): membawa fotokopi paspor/kartu izin tinggal (KITAP/KITAS).
  • Surat Keterangan Usaha (SKU) minimal dikeluarkan oleh lurah/bukti tagihan listrik.
  • Surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas materai 6000. Surat ini menjelaskan bahwa Wajib Pajak benar-benar memiliki usaha atau pekerja bebas.
  1. Syarat membuat NPWP untuk wanita yang sudah menikah

Ada kalanya penghasilan istri lebih besar dari suaminya. Oleh sebab itu, istri bisa mengajukan NPWP secara terpisah dari suami dengan membawa persyaratan:

  • Fotokopi NPWP suami, KTP, dan KK.
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan.
  • Surat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan yang dikehendaki oleh ke dua belah pihak.
  • Mengisi formulir pengajuan NPWP.
  1. Cara membuat NPWP melalui KPP
  1. Siapkan dokumen persyaratan yang telah difotokopi.
  2. Datang ke KPP terdekat dari alamat pada KTP Anda. Bila alamat domisili sekarang berbeda dengan KTP, Anda diharuskan melampirkan surat keterangan tinggal dari kelurahan.
  3. Isi formulir pengajuan NPWP.
  4. Serahkan berkas ke petugas 
  1. Pada era yang serba digital, dirjen pajak mengeluarkan inovasi pembuatan NPWP melalui jalur online
  1. Buka halaman ereg.pajak.go.id.
  2. Pilih menu daftar yang ada di bagian bawah.
  3. Masukkan alamat e-mail yang masih aktif agar verifikasi bisa dilakukan.
  4. Buka link verifikasi yang telah dikirim melalui e-mail.
  5. Lakukan pengisian data diri secara lengkap agar bisa melangkah ke proses selanjutnya. Pastikan data diri yang diisikan adalah benar.
  6. Setelah pengisian data diri selesai, buka e-mail dan klik link verifikasi.
  7. Masuk ke sistem e-registrasi, dan pilih menu pengajuan NPWP.
  8. Ikuti langkah-langkah pengisian dengan teliti dan pastikan data yang dilampirkan adalah benar supaya pengajuan NPWP tidak ditolak.
  9. Setelah pengisian formulir selesai, sistem akan merekomendasikan KPP untuk mengurus pengajuan NPWP yang telah Anda buat.
  10. Klik menu token untuk mendapatkan kode unik sebagai syarat pengajuan NPWP.
  11. Klik kirim pengajuan dan tunggu beberapa hari untuk mendapat konfirmasi apakah pengajuan NPWP ditolak atau diterima. Konfirmasi akan dikirim melalui e-mail.
  12. Bila status pengajuan sukses, NPWP akan dikirim melalui pos ke alamat yang telah terlampir.

Setelah semua pembahasan tentang syarat dan memenuhi syarat sebagai pemegang NPWP, mulai ini, kita sudah menjadi Wajib Pajak.

Leave a Reply