10 Tradisi Indonesia yang Mendunia

Kamu pasti sudah tahu bukan, bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan alam dan budaya. Sebagai negara yang dilintasi oleh garis khatilistiwa Indonesia tidak hanya menawarkan pesona keindahan alamnya yang memang sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia, Indonesia juga mempunyai keanekaragaman budaya dari Sabang sampai Merauke.

Indonesia sendiri tercatat sebagai saah satu negara paling kaya akan ragam budaya di dunia. Bahkan ada Beberapa budaya Indonesia juga sudah diakui oleh dunia dan sudah tercatat oleh UNESCO.

Sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya kita turut bangga denga kebudayaan yang telah ada di negara tercinta ini, dan sudah selayaknya ingin mewarisi budaya ini dengan mempelajarinya agar tidak kalah dengan warga negara asing yang justru sangat menghargainya. Mengapa demikian? Karena tidak sedikit warga negara asing (WNA) yang tertarik dengan kekayaan budaya Indonesia dan tidak segan-segan mengeluarkan biaya untuk tinggal di Indonesia untuk belajar budaya yang dikaguminya ini.

Yuk, simak warisan-warisan budaya Indonesia yang mendunia berikut ini.

  1. Batik

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang terkenal di manca Negara. Rasa bangga juga terwujud saat mengenakan batik. Selain sebagai warisan budaya, memakai batik juga bagian dari upaya melestarikan tradisi. Apalagi kini kain motif yang syarat filosofi dan makna khususnya dari Jawa ini telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2 Oktober 2009.

Batik juga sudah dikenal sejak kerajaan majapahit dan terus berkembang hingga saat ini dengan berbagai macam motif dan kreasi. Batik sendiri dihasilkan dari cara yang sangat unik yaitu menuliskan lilin panas ke atas kain menggunakan canting. Namun, jaman sekarang ini batik sudah banyak motif dan corak, dan sudah banyak alat yang bisa menghasilkan motif batik yang amat cantik seperti batik cetak. Kain batik juga bisa dimodifikasi menjadi beragam busana yang trendi dan sesuai perkembangan zaman.

  1. Wayang

Wayang merupakan seni pertunjukan yang dimainkan oleh seorang dalang dan biasanya diiringi musik gamelan dan suara merdu seorang pesinden. Kisah yang diceritakan dalam lakon pewayangan biasanya berkisar tentang kisah para punakawan seperti Petruk, Semar, bagong, dan Gareng.

Hampir setiap orang Indonesia paham apabila wayang merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia, terutama yang tinggal di Jawa. Wayang kian populer sejak diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 7 November 2003.

  1. Angklung

Angklung merupakan alat musik kesenian tradisional dari Jawa Barat bernada ganda yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Alat musik Angklung Indonesia telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari World Heritage pada 19 Januari 2011. Angklung juga sangat digemari di luar negeri, seperti Korea, Jepang, dan Malaysia telah mengenalkan angklung pada anak-anak usia sekolah di negara mereka masing-masing.

  1. Keris

Keris adalah  senjata tradisional dari Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan magis atau supranatural. Keris terbuat dari logam berkualitas, bahkan untuk keris kuno, banyak ditemukan terbuat dari bahan logam meteor yang jatuh kebumi. Gagang keris sendiri biasanya terbuat dari tulang belulang, kayu, ataupun tanduk binatang. Keris biasanya digunakan oleh para anggota kerajaan sebagai senjata pusaka yang dituakan. Keris sendiri telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9. UNESCO juga mengakui Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005.

  1. Tari Saman

Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat daerah setempat. Syair yang digunakan dalam tarian Saman menggunakan campuran bahasa Arab dan bahasa Gayo. Dalam beberapa referensi menyebutkan bahwa tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari daerah Gayo di Aceh Tenggara. Saman sudah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 24 November 2018.

  1. Reog Ponorogo

Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Timur. Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional yang berupa tarian yang sampai saat ini masih terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. pertunjukan reog menggunakan topeng yang dibawa oleh penarinya menggunakan gigi. Selain membutuhkan latihan dan fisik yang kuat, dipercaya juga kekuatan membawa beban oleh seorang penari reog didapat dari latihan spiritual berupa puasa dan bertapa.

Kepuasan dari penonton adalah hal wajib dalam pementasan reog, adegan  demi adegan dipentasakan dengan apik oleh penari reog seperti adegan singa barong yang merupakan adegan yang sangat disukai oleh penonton, adegan ini berupa pemain reog memakai topeng berbentuk kepal singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak, yang beratnya bisa mencapai 50-60 kilogram.

  1. Tari Kecak

Tari kecak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bali, tarian ini juga biasa disebut juga sebagai tari “cak” atau tari api. Tarian yang juga diangggap sebagai pemujaan dan upacara keagamaan, tari kecak juga sakral dengan mempertontonkan kekebalan fisik para penarinya yang tidak terbakar api.

  1. Tari Barong dari Bali

Salah satu pertunjukan tari yang sangat terkenal dari nusantara adalah tari barong yang berasal dari Bali. Barong sendiri adalah tarian khas Bali yang sudah ada sejak peradaban kebudayaan pra Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebaikan melawan kebathilan. Barong sebagai lambang kebaikan melawan rangda yang merupakan simbol kejahatan.

  1. Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana merupakan gabungan dari pementasan tari dan juga pementasan drama tanpa dialog, tarian ini diangkat dari kisah pewayangan Ramayana. Sendratari Ramayana pertama kali dipentaskan pada tahun 1961 di Candi Prambanan.

  1. Tari Pendet

Tari pendet semula adalah sebuah tarian yang dibawakan oleh seorang wanita yang dipertunjukan sebagai kegiatan pemujaan di pura, hingga pada akhirnya tari pendet mulai berkembang sangat pesat dan dijadikan sebuah tari yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Seriring dengan perkembangan jaman, tari pendet yang tadinya merupakan simbol penyambutan terhadap dewata semakin berkembang menjadi sebuah tarian penyambutan untuk tamu sebagai ucapan selamat datang.

Leave a Reply