13 Psikologi Warna yang Harus Kamu Ketahui

Apakah kamu tahu kalau warna bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia? Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan yang lebih bermakna.

Kamu juga harus tahu nih, kalau ada ilmu komunikasi visual yang menggunakan warna untuk terapi atau yang disebut colourology (menggunakan warna untuk meyembuhkan). Metode colourology sudah dipraktikkan oleh banyak kebudayaan kuno seperti Mesir dan Cina. Banyak penelitian mencoba mengungkap korelasi warna dengan manusia, terutama dalam segi karakter dan psikologis.

Warna juga tidak hanya menciptakan keindahan. Kuatnya pengaruh warna bahkan pernah diungkapkan oleh Darwis Triadi, seorang fotografer Indonesia dalam bukunya Color Vision: “Dengan warna kita bisa menciptakan suasana teduh dan damai”.

Menurut teori Brewster warna terbagi menjadi 4, yakni primer, sekunder, tersier dan netral. Warna primer adalah warna dasar, contohnya biru, kuning, merah. Warna sekunder adalah pencampuran dari warna-warna primer. contohnya jingga, hijau dan ungu. Warna tersier adalah campuran salah satu warna primer dan sekunder, contohnya warna coklat. Sedangkan warna netral adalah campuran dari ketiga jenis warna diatas. contohya warna hitam.

Nah, ini adalah beberapa rincian arti warna dasar dan beberapa pengaruh maupun “potensinya” yang tak ada ruginya kamu ketahui.

  1. Warna Merah
Sumber: pixabay.com

Seperti halnya warna api, darah, maupun Matahari, warna merah kerap berkonotasi dengan kekuatan, adrenalin, gairah, serta semangat. Dunia psikologi sering kali mengaitkan arti warna merah dengan energi, gairah, kekuatan, kegembiraan, cinta, enerjik, kemewahan, nafsu dan peringatan.

Warna merah juga identik dengan kekerasan, kecemasan, bahkan agresivitas. Banyak efek yang dapat diidentifikasikan dengan warna merah diantaranya menstimulasi sebuah perhatian atau ketercapaian, serta merangsang kelenjar adrenal, hingga meningkatkan detak jantung. Sehingga merah biasa digunakan untuk menarik perhatian.

 

  1. Arti Warna Hijau
Sumber: pixabay.com

Menjadi representasi dari warna alam, warna hijau sarat akan harmoni (keseimbangan), kesuburan, kesegaran, kedamaian, hingga efek relaksasi bagi seseorang. Kendati punya dampak negatif (menimbulkan rasa terperangkap, kebosanan, ambisi, dan kelemahan).

Warna hijau dipercaya mampu menurunkan stres, melambangkan penyembuhan, hingga mendorong perasaan empati. Dalam psikologi warna, hijau kerap digunakan untuk membantu seseorang yang berada dalam situasi tertekan-agar lebih mampu menyeimbangkan dan menenangkan emosinya.

 

  1. Arti Warna Orange atau Jingga
Sumber: pixabay.com

Warna orange dianggap mampu “merangsang” emosi, tidak heran jika warna orange kerap digunakan pada tempat-tempat makan atau justru di lingkungan kerja yang membutuhkan produktivitas. Dengan daya tariknya yang kuat, warna orange melambangkan kehangatan, kenyamanan, keceriaan, bahkan optimisme.

Beda halnya dengan dunia desain. Dalam dunia desain, penggunaan warna oranye yang berlebihan dapat memberikan kesan “murah”, bahkan “mudah dijangkau”. Jika berlebihan bahkan bisa menciptakan kesan ramai, gaduh, hingga merangsang perilaku hiperaktif.

 

  1. Arti Warna Kuning
Sumber: pixabay.com

Secara umum, warna terang seperti halnya kuning, memberikan kesan ceria, bahagia, energik, dan rasa optimis. Adapun penggunaan warna kuning pada ruangan dipercaya mampu merangsang aktivitas pikiran dan mental, bahkan berdampak pada meningkatnya kemampuan analisis seseorang

Muncul satu anggapan, mereka yang menyukai warna kuning cenderung lebih bijaksana, cerdas (akademis), kreatif, serta piawai dalam menciptakan ide dan berinovasi. Sayangnya, seluruh manfaat positif tersebut tidak lepas dari risiko kecemasan, inkonsisten, rasa gelisah, bahkan tekanan stres–khususnya bagi mereka si penggemar warna kuning.

 

  1. Arti Warna Biru
Sumber: pixabay.com

Dalam ranah desain interior, warna biru sering kali digunakan untuk menciptakan kesan luas, stabil, sejuk, dingin, dan relaksasi pada ruangan. Dari segi kesehatan, penggunaan warna biru diyakini mampu meningkatkan konsentrasi, mengatasi rasa cemas, tekanan darah tinggi, migrain, bahkan insomnia.

Adapun arti warna biru melambangkan suatu hubungan profesionalitas, kecerdasan, kepercayaan diri, bahkan menjadi simbol kekuatan. Namun warna biru juga kerap berasosiasi dengan sikap dingin, keras kepala, tidak ramah, dan kurangnya empati.

 

  1. Arti Warna Ungu
Sumber: pixabay.com

 Jarang ditemukan di alam, membuat warna ungu kerap dipersepsikan dengan imajinasi, spiritualitas, dan sisi misterius. Itu sebabnya, penggunaan warna ungu dianggap mampu menarik perhatian, memancarkan kekuatan–bahkan tidak lepas dari kesan lain, seperti ambisius, independen, kebijaksanaan, visioner, bahkan kemewahan.

Sayang, jika berlebihan juga memiliki sisi negatif dan memiliki kesan kurang teliti dan “kesendirian”.

 

  1. Arti Warna Hitam
Sumber: pixabay.com

Elegan, misterius, namun atraktif. Tidak heran jika warna yang populer dalam ranah fashion ini menjadi favorit banyak orang. Bagaimanapun, warna hitam merepresentasikan kekuatan, rasa percaya diri, dramatis, misterius, klasik. Bahkan dalam banyak kasus: melambangkan maskulinitas.

Namun, penggunaan warna hitam yang terlalu dominan, bahkan secara tidak seimbang, dapat menciptakan kesan lain, seperti suram, gelap, bahkan menakutkan. Jika berlebihan bisa saja menimbulkan perasaan tertekan yang lekat dengan kondisi hampa, kerusakan, duka, hingga kematian.

 

  1. Arti Warna Putih
Sumber: pixabay.com

Kontras dengan warna hitam, putih erat kaitannya dengan kesan bersih, suci, ringan, dan “terang”. Adapun diyakini punya “kekuatan” untuk mengurangi rasa sakit, tidak heran jika warna putih sering kali dijumpai dalam dunia kesehatan. Seperti halnya di rumah sakit.

Sementara warna putih dalam jumlah yang “sesuai” dapat memberi kesan keterbukaan dan kebebasan. Namun, penggunaan warna putih secara berlebihan bisa saja berdampak pada nyeri kepala dan mata lelah.

 

  1. Arti Warna Coklat
Sumber: pixabay.com

Masuk dalam kategori warna alam yang “netral”, warna coklat identik dengan stabilitas dan kehangatan. Biasa bersanding dengan warna hijau, paduan cokelat sendiri dipercaya mampu menciptakan kenyamanan, keakraban, serta rasa “aman”.

Sayang, penggunaan warna coklat atau cokelat secara berlebihan bisa saja memberikan kesan dominan yang kaku, kolot, pesimis, bahkan tidak berperasaan.

 

  1. Arti Warna Abu-abu
Sumber: pixabay.com

Campuran antara warna hitam dan putih ini kerap kali digunakan sebagai “penetral”. Dalam sisi positif, warna abu-abu menggambarkan keseriusan, kestabilan, kemandirian, bahkan memberikan kesan bertanggung jawab.

Namun, jika berlebihan berdampak pada munculnya kesan membosankan dan tidak komunikatif. Selain itu, beberapa kesan negatif akan muncul seperti kurang percaya diri, kurang energi (tidak atraktif) bahkan depresi.

 

  1. Arti Warna Emas
Sumber: pixabay.com

Warna emas memiliki makna prestasi, kesuksesan, kemewahan, kemenangan dan juga kemakmuran. Sama seperti emas dalam bentuk fisik yang menjadi komoditas berharga dan juga prestise di setiap negara.

 

  1. Arti Warna Tosca

Dalam psikologi warna, warna tosca atau turquoise memiliki makna keseimbangan emosional, stabilitas, ketenangan dan juga kesabaran. Warna tosca dipercaya dapat memberikan semangat ketika seseorang stress mental atau kelelahan dan juga dihinggapi rasa kesepian.

Warna toska adalah warna yang baik untuk membantu konsentrasi dan menenangkan sistem saraf sehingga pikiran menjadi lebih jernih juga percaya diri. Warna tosca cocok digunakan untuk pembicara ataupun untuk anda yang sering bekerja ‘multi-tasking’.

 

  1. Arti Warna Magenta

Warna magenta merupakan perpaduan antara warna merah dan ungu. Kandungan warna merah yang bermakna semangat, kekuatan dan energi tertahan oleh energi tenang warna violet sehingga menciptakan keseimbangan.

Maka dari itu. Warna magenta memiliki makna keseimbangan baik itu keseimbangan dalam aspek fisik, mental, spiritual ataupun emosional. Selain itu warna magenta memiliki filosofi perubahan atau transformasi. Perubahan dari rasa ketidakbahagiaan, frustasi dan marah menjadi kearah yang lebih baik.

Nah, Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap warna punya filosofi warna, makna, dan potensinya masing-masing. Bahkan, Carl Jung, seorang psikolog ternama, menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapi. Argumennya, setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk memengaruhi, bahkan menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang.

Jadi, menurut kamu warna apa nih yang paling cocok untuk karakter diri kamu?

Leave a Reply