5 Masalah Keuangan yang Dimiliki Para Milenial

Masalah Keuangan yang Dimiliki Para Milenial-01

Mungkin akhir-akhir ini di media sosial, kamu sering mendengar mengenai generasi milenial. Informasi yang beredar dan berkembang, generasi ini memiliki stereotipe yang negatif. Padahal tidak semua generasi milenial negatif. Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), generasi milenial di Indonesia terdapat sekitar 90 juta orang (berusia 20-34 tahun). Artinya dengan jumlah yang besar tersebut, penduduk di Indonesia didominasi oleh generasi milenial.

Dengan banyaknya generasi milenial, ternyata banyak pula yang salah dalam mengelola keuangan. Berikut 5 masalah keuangan yang dimiliki para milenial.

Memiliki Banyak rekening bank, tapi tidak diatur pemakaiannya

Memiliki Buku Tabungan
via: pixabay.com

Banyak generasi milenial yang memiliki akun rekening bank, bahkan ada yang lebih dari tiga bank. Sayangnya, yang menjadi persoalan adalah mereka tidak mengaturnya dengan baik. Pemasukan dan pengeluaran di dijadikan satu dan itu dilakukan di semua nomor rekening.

Seharusnya setiap rekening bank memliki fungsi masing-masing. Misalnya rekening A khusus digunakan sebagai penyimpanan dana darurat. Kemudian rekening B digunakan kebutuhan sehari-hari. Jadi harus dipisah, jangan semua keluar masuk di dalam satu rekening.

Tidak Memiliki Rencana Anggaran

Tidak Memiliki Rencana Anggaran
via: pxhere.com

Kesalahan yang sering dilakukan oleh generasi milenial adalah tidak memiliki rencana anggaran. Padahal ini sangat penting. Rencana anggaran setiap bulan harus dibuat di awal. Hal ini untuk mengatur keuangan kita agar tidak habis di tengah bulan. Dengan mengatur rencana anggaran setiap bulan, maka masalah keuangan bisa diminimalisir.

Tidak Memiliki Tabungan

Tidak Memiliki tabungan
via: pixabay.com

Perlu diketahui bahwa menabung itu sangat penting. Meskipun generasi milenial sudah tahu akan pentingnya menabung, namun masih banyak yang belum menjalankan. Ada juga sih yang sudah menabung, tapi jumlahnya masih sedikit. Idealnya adalah menabung itu 30 persen dari pendapatan setiap bulannya. Dengan memiliki tabungan, akan membuat kehidupan masa depan lebih baik lagi.

Tidak Memiliki Strategi untuk keluar dari hutang

terlilit hutang
via: pixabay.com

Banyak generasi milenial yang kebingungan karena tidak bisa atau tidak punya strategi untuk melunasi hutang. Padahal ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya adalah menghemat, membeli barang atau produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jika hal tersebut sudah dilakukan, namun tidak kunjung lunas. Hal yang bisa dilakukan adalah menjual aset yang dimiliki.

Besar pengeluaran daripada pemasukan

Besar Pengeluaran daripada pendapatan
via: pxhere.com

Pernah dengar istilah “besar pasak daripada tiang” kan? Nah, ternyata banyak generasi milenial yang mengalami hal ini. Maksudnya adalah pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, yakni lebih banyak pengeluarannya dibandingkan dengan pendapatan. Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah oleh generasi milenial dengan cara bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Selain itu juga bisa menempatkan gaya hidup sesuai dengan pendapatan, karena jika dipaksakan, kemungkinan besar adalah akan terlilit oleh hutang.

Itulah 5 kesalahan yang dilakukan oleh banyak generasi milenial saat ini. Yuk, segera ubah!

Leave a Reply