Inilah 5 Cara Pengembangan Karyawan Millennial

Pengembangan Karyawan Millenial-01

Industri saat ini sudah mulai semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang tiada pernah berhenti. Kemudian ada banyak sekali perusahaan IT bermunculan dengan segala produk yang solutif sehingga menghadirkan begitu banyak profesi baru.

Selain profesi baru juga saat ini model kerja yang semakin dinamis membuat semua orang bisa bekerja dari mana saja. Hal ini tentu menjadi sebuah tantangan baru bagi para HRD dalam proses pengembangan karyawannya. Sebab zaman berubah, gaya bekerja berubah, tentu indikator penilai seorang HRD pun berubah.

Perubahan ini berpengaruh kepada cara pengembangan karyawan di era saat ini. Namun tidak perlu khawatir, karena pada artikel ini akan dibahas caranya.

Berikan Mereka Kenyamanan Saat Bekerja

Mungkin ini terdengar klasik sih dalam dunia HR, namun pada faktanya memang meberikan kenyamanan saat bekerja kepada karyawan menjadi poin utama untuk proses pengembangan karyawan. Lupakan tentang konsep kantor kubikel bila karyawan Anda mayoritas adalah millenial.

Konsep kantor open office atau tanpa adanya sekat jauh lebih disukai oleh mayoritas pekerja millennial. Dengan konsep ini akan memberikan kebebasan saat bekerja dan juga lebih mudah memicu kolaborasi atau interaksi sesama. Sehingga hal ini tentu akan memudahkan dalam proses pengembangan karyawan ke depannya.

Berikan Mereka Waktu Kerja yang Lebih Fleksibel

Pernah dengar tidak gaya bekerja seseorang itu terdiri dari dua tipe Owl Night dengan Early Bird? Owl Night merupakan seorang yang waktu-waktu produktifnya berada di malam hari. Biasanya orang tipe ini lebih memilih untuk bekerja di malam hari sampai dengan pagi hari.  Sebab di waktu-waktu inilah mereka dapat fokus bekerja dengan produktifnya.

Lain halnya dengan seorang bertipe Early Bird yang lebih produktif dalam bekerja di waktu pagi hari sampai sore hari. Biasanya mereka akan tidur lebih cepat agar keesokan harinya bisa kembali bekerja.

Setelah mengetahui ini, lalu bagaimana jika semua karyawan disatukan jam kerjanya? Sebenernya bisa saja, namun orang-orang bertipe owl night ini akan cenderung akan mengalami sedikit kesulitan. Waktu kerja yang fleksibel membuat kedua tipe ini akan semakin produktif saat bekerja. Sehingga dengan begitu pengembangan karyawan akan semakin baik nantinya.

Berikan Mereka Mentor Pendamping

Millenials merupakan tipe karyawan yang menghargai bila dikasih kesempatan untuk belajar langsung dari para seniornya. Hal ini menurut mereka akan meningkatan wawasan baru dan juga sebagai pembekalan dalam mengambil sebuah keputusan. Penelitian yang dilakukan oleh CompTIA mengatakan bahwa mentoring merupakan aktivitas yang sangat penting bagi generasi millennials.

Nah, pemberian mentor pendamping kepada karyawan juga selain untuk meningkatkan skill dan wawasan, hal ini juga akan menciptakan sebuah loyalitas kepada perusahaan.

Berikan Mereka Ruang Aspirasi

via: unsplash.com

Pada dasarnya generasi ini sangatlah peduli kepada hal-hal yang memberikan dampak perubahan bagi perusahaan maupun masyarakat. Sosialisasikan visi perusahaan kepada mereka agar bangkit rasa kepeduliannya. Apalagi kalau visi perusahaannya ini sangat memiliki dampak social yang besar. Mereka akan semakin giat lagi untuk bekerja di perusahaan Anda.

Setalah mesosialisasikan visi perusahaan, ada baiknya jika mereka juga diberikan ruang aspirasi agar ide-ide segar mereka dapat tertampung dan juga tentu ini akan membantu dalam pengembangan bisnis nantinya.

Memberikan tahu visi akan meningkatkan alasan yang kuat mereka bekerja disana, ditambah memberikan ruang aspirasi tentu mereka akan semakin merasa dihargai. Ini akan berdampak kepada loyalitas mereka terdahadap perusahaan.

Berikan Mereka Sebuah Kompetisi

Selain memiliki kepedulian yang tinggi, mereka juga memiliki jiwa berkompetisi yang bisa diacungi jempol. Beberapa alasan karyawan resign dari kantor salah satunya karena perusahaan kurang memberikan tantangan bagi mereka.

Pembuatan kompetisi ini selain untuk meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja juga bisa dikorelasikan dengan peningkatan pendapatan atau indikator lainnya. Sehingga dengan begitu tercipta tujuan yang majemuk bagi perusahaan.

Selesai sudah pembahasan cara pengembangan karyawan semoga bisa diterapkan di perusahaan tempat Anda bekerja. Pengembangan karyawan tidak selalu tentang membuat program training, cara di atas juga bisa dicoba terapkan.

Sebab, untuk hal tersebut saat ini sudah ada youtube, linkedin, udemy dan website training online lainnya yang bisa mereka akses tanpa perlu keluar budget mahal untuk proses pengembangan karyawan.

 

Riski Saputra

Leave a Reply