Pasti Ketagihan, Ini Dia 10 Minuman Tradisional Paling Segar di Indonesia

Es Goyobod

Kamu pasti tahu Indonesia memiliki iklim tropis yang panas saat siang hari. Tapi gak perlu khawatir, karena banyak yang bikin tenggorokanmu seger dan bikin ketagihan. Yuk, simak 10 minuman tradisional Indonesia berikut ini:

Cendol

Cendol
Via Pixabay.com

Cendol merupakan minuman khas sunda yang dahulunya terbuat dari tepung hunkwe, namun kini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di jawa tengah dikenal dengan nama es dawet. Di sunda, cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan.

Goyobod

Es Goyobod
Via Pixabay.com

Sebagian dari Anda mungkin belum mengenal minuman khas dari Jawa Barat ini. Goyobod adalah salah satu minuman lain khas Jawa Barat, yang juga cocok dikonsumsi ketika siang hari. Es Goyobod adalah minuman yang berasal dari bahan tepung sagu aren yang dibuat berbentuk seperti agar-agar. Selanjutnya, Goyobod dicampur dengan bahan lain seperti alpukat dan dituangkan santan kelapa serta es parut. Sebagai pemanis, es goyobod biasanya ditambah dengan sirup gula dan susu kental.

Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo
Via: Unsplash.com

Ada yang tahu minuman yang satu ini berasal dari mana? Minuman menyegarkan ini adalah minuman khas dari Makassar. Disebut es pisang ijo karena warna pisang ini hijau, karena dibalut oleh kulit yang berwarna hijau. Adonan kulit yang berwarna hijau ini, diperoleh dari tepung beras, santan, tepung kanji, dan air daun suji. Sedangkan bahan isian yang menemani es pisang hiaju ini sendiri adalah, bubur sumsum, mutiara sagu/ pacar cina, kacang tanah yang disangrai dan beberapa tambahan lainnya. Sedangkan untuk saus menggunakan sirup yang berwarna merah, ice cream, ice serut, dan susu kental manis. Jika dahulu, minuman menyegarkan yang satu ini hanya dapat kamu nikmati di Makassar, namun kini, es pisang ijo dapat diperoleh di mana saja.

Es legen

Minuman yang satu ini terbuat dari pohon Siwalan atau dikenal juga dengan pohon lontar. Yang diambil adalah buah bagian dalam dan air dari buah tersebut. Rasa dari buah tersebut mirip dengan kolang kaling, sedangkan rasa air legennya sendiri seperti air kelapa namun ada perpaduan raas manis di dalamnya. Es Legen, adalah minuman menyegarkan yang dapat kamu peroleh di kawasan Jawa Tengah atau Jawa Timur, dikarenakan kawasan tersebutlah penghasil buah lontar terbanyak di Indonesia.

Es Laksamana Mengamuk

Wah, nama yang unik bukan? es Laksamana Mengamuk! Minuman menyegarkan khas Riau ini, memang cukup unik dan pas jika diminum pada siang hari atau saat berbuka puasa tiba. Es Laksamana Mengamuk ini terdiri atas serutan buah mangga kweni, selasih, serutan kelapa, dan beberapa bahan lainnya, sedangkan kuahnya terbuat dari santan, susu, dan air gula putih.

Es Nona

Kamu dapat menemukan minuman menyegarkan nan cantik ini di daerah Pontianak. Ini adalah salah satu minuman yang legendaris dari daerah tersebut. Adapun aneka bahan yang terdapat dalam minuman ini, antara lain kacang merah, potongan pepaya (potongan pepaya ini sebelumnya sudah direndam dengan air kapur, sehingga menciptakan tekstur yang renyah), pacar cina, tapai singkong, dan potongan roti tawar. Sebagai saus atau kuah, ditambahkan serutan es, dan juga susu kental manis, tentunya ini akan menjadi minuman yang menyegarkan.

Es Selendang Mayang

Es Selendang Mayang ini adalah salah satu minuman tradisional Indonesia dari daerah Betawi atau Jakarta. Minuman yang satu ini memang agak sulit dicari. Walaupun demikian,  kamu dapat menemukan minuman ini di kafe atau pusat perbelanjaan di Jakarta. Yang perlu diketahui, ini adalah salah satu pusaka kuliner khas nusantara yang memang sudah ada sejak dahulu kala. Adapun aneka bahan yang terdapat dalam minuman ini, anatra lain, irisan tepung beras yang dicampur dengan air, dan dibentuk kotak-kotak, kemudian dikukus, dengan kuah dari gula merah, garam, gula pasir, santan, dan juga daun pandan.

Es Kacang Merah

Siapa bilang kacang merah hanya bisa digunakan sebagai sayuran saja? Ada 2 daerah di Indonesia, tepatnya di Palembang dan Manado, di mana kacang merah ini disulap menjadi sebuah minuman segar menarik, yang rasanya tidak kalah menyegarkan dibandingkan minuman lain yang ada. Yang membedakan antara es kacang merah yang ada di kota Manado dan Palembang terletak pada bahan yang digunakan. Untuk es kacang merah khas Palembang, menggunakan sirup coco pandan, sehingga warna es nya menjadi merah. Sedangkan es kacang mrah khas Manado, menggunakan susu kental manis coklat. Yang pasti, kedua daerah ini tetap menggunakan kacang merah sebagai bahan utama. Kacang merah ini telah direbus hingga empuk dan juga legit, ini yang membuat es yang satu ini terasa sangat unik.

Es Pleret

Minuman yang satu ini memiliki 2 isian yang sangat khas, yaitu yang bernama Gempol dan Pleret. Bahan utama dari minuman ini adalah tepung tapioca, tepung beras dan air. Adonan tersebut kemudian dicampur hingga rata, dan nantinya akan dibentuk menjadi bulatan kecil atau digempol. Untuk masalah warna, dapat menggunakan beberapa macam warna, seperti hijau, merah, dll. Agar lebih nikmat, minuman ini sebaiknya disajikan dengan siraman kuah santan, sirup cocopandan dan juga seruan es batu. Es Pleret atau gempol Pleret ini adalah minuman khas Jawa Tengah, atau tepatnya kawasan Blitar.

Es Tambring

Mengunjungi Bali, tidak lengkap jika tidak mengkonsumsi minuman menyegarkan khas Bali yang benama es Tambring. Dibanding minuman menyegarkan lainnya, minuman yang satu ini terbilang unik, terbuat dari campuran air gula jawa, air kelapa, telur ayam kampung yang diambil putihnya saja, dan gula pasir secukupnya. Yang unik, walaupun minuman ini menggunakan putih telur, namun tidak tercium aroma amis sedikitpun.

Nah, bagaimana apakah kamu tertarik mengkonsumsi salah satu dari minuman tradisional Indonesia tersebut?

 

Anggraini Prastikasari

Leave a Reply