10 Tips untuk Pemula Dalam Bisnis Fashion

Dunia fashion saat ini memang jadi peluang yang menjanjikan. Hal ini membuat menjamurnya usaha fashion baik dalam bentuk toko maupun online.

Saya bersama teman pernah berencana untuk membuka brand fashion sendiri karena background pendidikan saya pernah sekolah di bidang fashion. Namun ketertarikan saya baru muncul saat saya bertemu dengan teman saya ini. Kami berdua mulai merencanakan dari mulai proses “ngide” (mencari ide design) hingga produksi. Namun pada saat itu kita berdua tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha tersebut.

Pasalnya mendesain dan memproduksi sendiri memang membutuhkan modal besar. Namun ada beberapa tips bagus untuk memulai usaha dari teman-teman yang sudah memulai terlebih dulu. Yuk baca 10 tips untuk pemula dalam bisnis fashion berikut ini.

1. Tentukan Jenis fashion yang ingin dipasarkan

pixabay.com

Ada beragam jenis busana yang dapat dipasarkan, baik busana wanita, pria, anak anak, remaja dan sebagainya. Tentukan yang paling menarik bagimu dan paling memungkinkan untuk kamu geluti. Kamu juga dapat menjual aksesoris pendukung dari busana itu sendiri. 

Sekarang keputusan ada di tangan kita. Apa yang ingin kita jual? Lakukan riset pasar. Apa jenis pakaian yang saat ini laris di pasaran, tren fashion saat ini, artis yang menjadi trend setter, dan lain sebagainya.

2. Memulai Usaha dengan dropship

wikimedia.org

Apa itu dropship? Dropship adalah berjualan dengan barang orang lain. Kita tinggal fokus mencari pembeli dan barang akan langsung dikirim dari supplier. Cara ini dapat menguntungkan kita yang baru saja memulai usaha. Kita dapat belajar marketing dan pemasaran sebelum dipusingkan dengan modal, produksi dan cashflow.

3. Pelajari detil pada fashion

pixabay.com

Di dalam bisnis ini kita sangat perlu memahami detil-detilnya, dari jenis kain, bentuk busana hingga aksesorisnya. Walaupun belum memproduksi, kalau kamu mengerti detil produk yang kamu jual, maka kamu bisa membuat pendeskripsian yang tepat.

Pendeskripsian yang sesuai akan membantu pembeli memilih baju yang ingin mereka beli. Jangan sampai pembeli merasa tertipu karena jenis bahan yang salah atau model yang tidak sesuai gambar.

4. Carilah Supplier yang bagus

mountpleasantgranary.net

Selama belum dapat memproduksi sendiri, kita dapat menjadi reseller. Kamu tinggal mencari supplier pakaian yang produknya kamu suka dan dapat dijual. Pilihlah supplier yang baik agar bisnis kita lancar.

Kriteria yang paling penting untuk supplier adalah mudah dihubungi. Cari supplier yang benar-benar paham akan produk yang dijual sehingga dapat menjelaskannya dengan baik kepada kita. Selain itu pilih supplier yang mudah diajak bekerjasama dan memiliki harga yang cocok. 

5. Cari waktu untuk belajar

pixabay.com

Segmentasi produk menentukan lokasi tempat produk yang dijual. Menjual barang mewah di kalangan kelas menengah bawah? Ya nggak nyambung!

Sempatkan untuk belajar berjualan dan marketing. Kita pun dapat memantau sambil meningkatkan pengetahuan tentang cara mendatangkan konsumen baru. Jika perlu, ikutlah kursus yang direkomendasikan. 

Setelah itu buatlah keputusan untuk lebih memfokuskan pada strategi penjualan online atau offline atau mungkin sebaliknya. Semakin banyak kamu belajar, semakin kamu memahami bisnis ini. Profitpun akan ikut berkembang.

6. Waktunya untuk merekrut Tim Kerja (karyawan)

wikimedia.org

Saat usaha sudah mulai meningkat dan pesanan mulai banyak, itu tandanya kita harus mulai merekrut tim kerja atau karyawan. Saya sebut tim kerja karena dalam suatu usaha kita memerlukan tim yang dapat menjalankan usaha. Dari mulai penerima pesanan hingga sebagai customer service yang menangani keluhan atau pertanyaan sehingga konsumen puas. 

7. Produksi sendiri atau menjadi distributor?

pixabay.com

Dalam kasus ini, saya dan teman ingin memproduksi sendiri namun modal tidak ada. Mencari supplier adalah salah satu jalan untuk mengumpulkan modal sebelum dapat memproduksi sendiri. Selain menghemat waktu, kita juga dapat mempersiapkan modal, konsep produk sendiri, dan lain sebagainya. Persiapkan produk sendiri dengan matang. Hingga kita siap bersaing dengan produk produk lain di pasar.

8. Keuntungan berlipat dengan menambah jumlah dropship

picryl.com

Setelah menjadi dropship untuk produk orang lain, kini saatnya membuka peluang bagi orang untuk dapat menjual produk kita. Keuntungan yang bertambah memungkinkan kita untuk membuka cabang baru. Tentu penambahan cabang ini harus dilakukan tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan ya.

9. Waktunya Cari Tempat untuk Membuka Toko Fisik

flickr.com

Keuntungan mulai terkumpul dengan banyaknya pesanan masuk. Jangan lupa mengumpulkan dana untuk mencari tempat memamekan produkmu. Tempatnya bisa rumah toko atau sewa tempat di mal tergantung dengan kesanggupanmu.  

10. Evaluasi dan perbaikan

media.defense.gov

Evaluasi dan perbaikan hukumnya wajib. Apalagi kalau penjualan tidak mengalami penambahan atau bahkan kurang dari target penjualan. Evaluasi apakah kamu perlu melakukan perbaikan seperti dalam sistem marketing dan pelayanan terhadap konsumen.

Selain produk yang baik, good service juga merupakan nilai tambah. Produk dan servis yang baik akan mampu menghasilkan good review yang sangat membantu menaikkan posisi kita terhadap konsumen. Penjualanpun otomatis meningkat.

Bentuk bisnis apapun baik offline atau online membutuhkan usaha, ketekunan dan modal. Walaupun modal kecil kita tetap dapat menjalani usaha asal ada ketekunan, mau belajar dan fokus pada target. Sebesar apapun modal yang dimiliki jika tidak melakukan usaha dengan benar belum tentu dapat berhasil. Namun apapun usaha yang ingin dijalani tetaplah berusaha agar dapat meraih sukses.

Tulisan di atas adalah kiriman dari Milla Andriana. Kamu punya kesempatan yang sama juga lho untuk berbagi ide dan informasi di JadiMandiri. Klik di sini sekarang!

Leave a Reply