Tiga Hal Yang Patut Diingat Ketika Menghadapi Tugas yang Rumit

Dalam pekerjaan, baik bagi yang bekerja kantoran maupun berwiraswasta pasti pernah menghadapi persoalan yang sulit diselesaikan. Padahal waktu terus berjalan dan tiap detik yang dilewati kita dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan. Ketika menemui tugas atau pekerjaan yang sulit, kadang kita justru terpaku. Ini membuat pekerjaan malah semakin menumpuk dan tentunya produktivitas kita jadi menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, kita mesti mencermati tiga hal berikut ini ketika menghadapi tugas yang rumit:

1. Membereskan yang paling mudah dulu

pixabay.com

Seringkali kita dihadapkan pada pekerjaan yang rumit dan butuh konsentrasi tinggi untuk menyelesaikannya. Terkadang berbagai pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu yang sama. Banyak yang stres hingga terkadang semuanya tak dapat dikerjakan.

Enggak perlu panik jika berhadapan dengan pekerjaan menumpuk dalam waktu bersamaan. Mulailah dari yang paling mudah untuk diselesaikan. Langkah berikutnya, kerjakan yang lebih sulit secara bertahap hingga semua tugas beres.

Ketika kita mengerjakan pekerjaan yang lebih mudah hingga tuntas, tak jarang dalam pengerjaannya kita menemukan cara menyelesaikan tugas berikutnya yang lebih sulit. Yang terpenting pikiran kita harus senantiasa berada dalam zona yang baik. Sesulit apapun pekerjaan selalu tanamkan dalam diri kita bahwa: “saya bisa”. Teruslah berusaha karena dengan pergerakan itulah energi untuk penyelesaian dapat terhimpun.

 

2. Lihat yang sudah kita tuntaskan sebagai kaca untuk bercermin

via pixabay.com

Ketika tugas bisa selesai dengan baik, maka kita sudah bisa melihat, mengukur maupun bercermin. Kita bisa menilai berapa kemampuan kita dari setiap langkah dan jalan yang sudah kita lalui.

Selain itu kita harus menerima koreksi dari orang lain. Walaupun koreksi yang kita terima terkadang tak menyenangkan namun itulah yang bisa meningkatkan pribadi kita menjadi lebih baik lagi. Kita tidak cuma terpaku pada penilaian sendiri namun juga terbuka pada penilaian orang lain.

 

3. Terus bergerak agar posisi bisa tepat

via pixabay.com

Ketika kita dihadapkan pada suatu kesulitan seringkali kita terpaku pada kesulitan tersebut. Akibatnya pikiran negatif pun merasuk dan merusak pikiran. Kata-kata seperti “sulit”, “tak bisa” dan “tak mampu” akan membuat produktivitas kita mandek. Padahal sebetulnya kita bisa.

Untuk menghindari kebuntuan cobalah ingat ketika kita berada di tepi pantai. Air yang berhimpun dan terus bergerak dapat menggeser pasir hingga bebatuan yang berat. Itu bisa terjadi akibat adanya pergerakan. Bayangkan pergerakan ombak sebagai hukum pergerakan yang selalu mampu menembus hambatan.

Di langkah pertama disebutkan kita mesti selesaikan yang termudah. Hal ini bertujuan supaya pikiran kita terus bergerak hingga pekerjaan tuntas. Pada setiap pergerakan kita akan selalu menemui hal-hal baru yang bisa menjadi solusi atau jalan keluar.

Jika kita hanya diam tak melakukan apapun, tak mungkin kita menemukan apapun dan kesempatan baik akan lewat. Lihatlah perusahaan yang ternama yang terus bergerak walaupun usahanya mengalami berbagai kendala.

Setiap ada kesulitan selalu ada jalan keluarnya dan jalan keluar tak mungkin ditemui jika kita hanya berdiam diri. Jadi di saat produktivitas kita mandek, lakukanlah pergerakan.

Nah sobat, ke tiga hal tersebut, adalah contoh kecil yang mesti kita lakukan ketika kendala datang. Jangan biarkan hambatan membuat produktivitas kita mandek. Yuk bergerak dan capai sukses!


 

Leave a Reply