Para Wirausaha Muda Mandiri Belajar Tentang Bagaimana Menjaga Bisnis Kopi

Para Wirausaha Muda Mandiri Belajar Tentang Bagaimana Menjaga Bisnis Kopi-01

Bisnis kopi akhir-akhir ini memang sedang meroket. Hal ini terbukti dengan menjamurnya kedai kopi di Jakarta maupun kota-kota lain di Indonesia.  Lima tahun lalu, kedai kopi belum sebesar dan seramai seperti sekarang. Sebab, saat ini ngopi sudah menjadi ‘gaya hidup’ di masyarakat.

Kedai kopi kini bukan hanya sebagai tempat untuk membeli kopi saja, akan tetapi juga dijadikan tempat untuk bertukar pikiran, nongkrong bersama teman, dan juga dijadikan sebagai tempat kerja.

Melihat fenomena tersebut, pada Rabu, 05 Desember 2018, Program Bisnis Pembinaan Mandiri mengadakan kelas bagi para Wirausaha Muda Mandiri dengan tema “MENJAGA BISNIS KOPI”. Pada kelas ini menghadirkan tiga pelatih yang menggeluti bisnis kopi di Indonesia, di antaranya adalah: Ryo Limijaya dari Anomali Coffee, Joe Sentoso dari KLTR Coffee Roaster & Koultura, dan Gupta Sitorus dari Sandpiper.

Di kelas ini peserta mendapatkan tiga materi penting untuk mengembangkan bisnis kuliner mereka, di antaranya adalah: business plan, cara mencari target market yang tepat, dan bagaimana cara memasarkan kopi atau produk.

Ryo Limijaya mengatakan bahwa untuk menjalankan bisnis kopi itu adalah “mulai aja dulu”. Selain itu, Ryo juga memberi  pengetahuan baru kepada peserta, selain pelayanan, tempat atau lokasi adalah yang paling utama.

Para Wirausaha Muda Mandiri Belajar Tentang Bagaimana Menjaga Bisnis Kopi
Para Wirausaha Muda Mandiri Belajar Tentang Bagaimana Menjaga Bisnis Kopi

“Lokasi untuk sebuah coffeeshop is number one” ungkapnya kepada para Wirausaha Muda Mandiri.

Saat ini Anomali telah hadir di beberapa kota di Indonesia di antarnya adalah Jakarta, Tangerang, Surabaya, Makassar, dan Bali. Target Anomali Coffee ke ke depan menurut Ryo, dalam tiga tahun adalah Anomali akan lebih digital.

Di sesi kedua kelas dibawakan oleh Joe Sentoso. Joe merupakan founder dari KLTR Coffee Roaster & Koultura. Bagi pecinta kopi khususnya di Jakarta, mungkin Koultura sudah tidak asing lagi. Dalam pelatihan ini, Joe memberikan ilmu baru bagi peserta. Misalnya bagaimana cara memahami ceruk pasar di daerahnya, cara riset sedalam mungkin mengenai lokasi yang akan ia dirikan kedai kopi, kebiasaan pelanggan, dan lain sebagainya. Selain itu, Joe juga mengatakan bahwa dalam membangun bisnis itu harus suitainable.

“Kita harus mencari orang yang bisa dirangkul bareng-bareng, diajak kerja bareng-bareng.” Ungkapnya.

Gupta Sitorus
Gupta Sitorus saat menjelaskan tentang cara memasarkan kopi

Pelatihan dilanjut ke sesi tiga yang dibawakan oleh Gupta Sitorus. Ia mengatakan bagaimana pentingnya branding. Karena dengan branding, meski jasa atau produk yang dijual hampir sama, akan berbeda dengan ketika dijual oleh perusahaan yang telah memiliki brand yang kuat.

Para Wirausaha Muda Mandiri Belajar Tentang Bagaimana Menjaga Bisnis Kopi 3
Para Wirausaha Muda Mandiri Belajar Tentang Bagaimana Menjaga Bisnis Kopi

Setelah tiga sesi dilaksanakan, para Wirausaha Muda Mandiri dipisah menjadi tiga kelompok untuk diberikan mentoring dari tiga pelatih langsung. Dengan bekal ilmu yang diberikan ketiga pelatih tersebut, para Wirausaha Muda Mandiri siap mengaplikasikannya pada bisnis kuliner mereka. Bisnismu kapan?

Leave a Reply