7 Pelajaran yang Bisa Diambil dari WMM Bootcamp 2018

WMM Bootcamp 2018 baru saja berakhir, namun banyak kesan dan pelajaran yang bisa dibawa pulang oleh para partisipan. WMM Bootcamp ini adalah acara pertama dalam rangkaian program Pembinaan Wirausaha Muda Mandiri selama 6 bulan.

Di program WMM Business Bootcamp ini, selain mendapatkan pembinaan, para peserta juga bisa membangun network dan saling berbagi pengalaman. Ini adalah elemen-elemen penting untuk mengembangkan usaha mereka.

Tarmizi Erfandi Bantan, CEO Otebe Publisher dan  salah satu finalis WMM 2018 sangat merasakan keuntungan menjadi Finalis Wirausaha Muda Mandiri. Setelah menjadi finalis WMM, para alumni enggak dilepas begitu saja, namun mereka akan terus dibina.

Bagi kamu yang belum berkesempatan untuk ikut, enggak usah khawatir. Kamu bisa baca tulisan di bawah ini untuk mengambil tujuh pelajaran dari WMM Bootcamp 2018.

1. Karakter pengusaha sukses

pelajaran dari WMM Bootcamp 2018
wikipedia.org

Seorang pengusaha sukses apapun bidangnya pasti memiliki tiga karakter yang sama. Tiga karakter tersebut adalah rendah hati, mau belajar dan enggak memiliki “i know attitude“. Karena rendah hati, mereka jadi enggak merasa paling tahu dan paling benar. Sehingga mereka mau belajar dan terbuka akan hal-hal baru.

Agar bisa menjadi pengusaha sukses partisipan diajak untuk melihat diri mereka dan berupaya untuk mendapatkan karakter-karakter ini. Sehingga bisnis mereka bisa berkembang sejalan dengan perkembangan diri mereka.

2. The mindset to win

pixabay.com

Dalam permainan voli yang diadakan di dalam WMM Bootcamp 2018 ini, para partisipan diberikan kesempatan untuk bersenang-senang dan istirahat sejenak dari yang serius-serius. Eh, tapi bukan berarti enggak belajar sama sekali. Semua kegiatan dan permainan di WMM Bootcamp selalu mengandung pelajaran. Sesuai dengan prinsip WMM Bootcamp bahwa permainan adalah cerminan dari kehidupan.

Dalam permainan voli ini, partisipan didorong untuk memiliki mindset meraih kemenangan. Jadi walaupun judulnya permainan, namun para peserta enggak boleh main-main. Semua peserta harus serius mencapai kemenangan dengan cara yang sportif.

Selain itu para partisipan diajak untuk belajar bekerja dalam tim. Bola harus tiga kali dipukul oleh anggota tim sebelum dilempar ke lawan. Hal ini untuk memastikan bahwa anggota tim yang enggak terlalu bisa bermain mendapatkan bantuan. Soalnya, entrepreneur harus bisa bekerjasama.

3.  Perhatikan sinyal yang diberikan

pixabay.com

Hidup adalah perjalanan. Jadi, sama seperti ketika kamu berada di jalan, kamu perlu memperhatikan tanda-tanda yang diberikan. Perhatikan sinyal-sinyal bahaya yang kamu temui. Ketika merasa stres, carilah hiburan. Ketika sakit, kamu harus istirahat.

Hidupmu enggak melulu soal bisnis. Namun ketika kamu memperhatikan dirimu, maka bisnismu bisa maju.

4. Bersahabat dengan perubahan

pixabay.com

Ketika kamu merasa bahwa hidupmu sedang stuck, paksa dirimu untuk bergerak. Sadari perubahan yang perlu kamu lakukan. Terapkan formula untuk perubahan, yaitu rasa tidak puas dikali visi ke depan ditambah langkah pertama lalu kurangi resistensi.

Jangan berharap segalanya lebih mudah. Berharaplah kamu menjadi lebih baik karena dunia enggak mungkin sama terus. Harga-harga pasti akan naik dan dunia bisnis akan selalu memberikan tantangan baru. Ayo bergerak!

5. Pilih budaya daripada profit

pxhere.com

Terkadang seorang pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit. Salah satu contohnya adalah, mempertahankan pegawai yang memberikan keuntungan besar bagi perusahaan namun membuat situasi perusahaan enggak enak atau memecat pegawai tersebut demi kondisi perusahaan yang baik namun kehilangan profit dari pegawai tersebut.

Ketika kamu dihadapkan pada situasi semacam ini, selalu pilih budaya perusahaan yang sehat daripada profit. Kenapa? Budaya menghasilkan sistem. Ketika budaya perusahaan jelek, sebesar apapun profit yang dihasilkan, sistem pasti akan buruk dan kesehatan perusahaanpun akan mengalami penurunan.

Budaya perusahaan adalah minyak yang menggerakkan mesin. Dengan budaya yang baik, maka sistem yang baik dapat tercipta. Pada akhirnya kamu akan memiliki autopilot business yang bisa berjalan tanpa keterlibatan penuh darimu.

6. Menguasai destinasi

pxhere.com

Ketika kamu ingin mencapai sesuatu, kamu perlu memahami dan bahkan menguasai tujuanmu. Pasti semua orang setuju akan hal ini. Namun bagaimana caranya?

Pertama, kamu perlu mengetahui dan meyakini bahwa kamu percaya akan nilai-nilai yang terkandung pada bisnismu. Ke dua kamu perlu memiliki disiplin dalam menetapkan target. Ke tiga kamu perlu bergaul dengan orang-orang yang tepat. Ke empat kamu perlu memahami dan menangani ketakutanmu. Ke lima, kamu perlu mendelegasikan dan menurunkan keahlianmu pada timmu agar perusahaanmu enggak jadi one man show.

7. Cash is a fact

pexels.com

Tahukah kamu, kalau banyak bisnis yang profitable bisa bangkrut? Kok bisa? Bisa saja, karena profit yang mereka dapatkan masih berupa teori dan belum menjadi uang riil.

Dalam bisnis, kamu enggak bisa hanya mengandalkan penjualan saja. Kamu perlu memiliki sistem finansial yang rapih. Dari penagihan invoice yang efektif, sampai sistem cashflow yang baik. Jadi, walaupun penjualanmu bagus, namun kalau kamu enggak rajin menagih pembayaran sehingga cashflow-mu sehat, bisnismu masih beresiko besar merugi dan akhirnya bangkrut.

Nah, seru kan WMM Bootcamp ini? Yuk persiapkan dirimu untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini. Siapa tahu, kamu berhasil menjadi finalis Wirausaha Muda Mandiri dan bisa mengikuti WMM Bootcamp tahun depan. Semangat wirausaha!