7 Strategi Keuangan untuk Bisa Pensiun Dini

Pernah dengar pepatah “work like a horse” atau bekerja seperti kuda? Istilah ini banyak ditujukan untuk pekerja jaman sekarang. Pasalnya kebutuhan hidup dan harga-harga yang semakin tinggi bikin orang memang harus kerja keras seperti kuda. Sedihnya lagi, banyak yang sampai tua masih harus bekerja terus karena hidup dari gaji ke gaji.

Enggak mau kan hidup seperti ini? Biar kamu enggak terjebak seperti itu pelajari 7 strategi keuangan untuk pensiun dini ini.

1. Pahami anggaranmu

via staticflickr.com

Jumlah dana pensiunmu tergantung dari besarnya anggaran hidup yang kamu perlukan saat pensiun dan jumlah dana pensiun yang diperlukan untuk menghasilkan pemasukan tersebut. Minimal kamu memiliki anggaran biaya hidup sebesar 80% dari jumlah gaji saat bekerja.

Untuk memiliki dana pensiun yang bisa menghasilkan anggaran tersebut, kamu harus memiliki jumlah dimana kamu bisa menarik sebanyak 4% tiap tahunnya sebagai biaya hidup dan kamu masih punya dana yang bisa menghasilkan bunga antara 6% sampai 10%. Dengan begitu akan ada cukup pemasukan untuk menutup penarikan bagi biaya hidup tapi danamu tetap bertambah.

Jumlah 4% adalah 1/25 dari dana pensiunmu. Jadi kalau kamu memerlukan 100.000.000 rupiah untuk biaya hidup setahun, berarti kamu memerlukan 100.000.000 rupiah x 25 atau 2.500.000.000 untuk memiliki dana pensiun yang tidak akan habis. Jumlah ini bisa berubah tergantung rencanamu, seperti asuransi kesehatan yang target pembelian besar seperti mobil, dan tentu saja inflasi.

Untuk anggaran pembelian di luar rencana kamu bisa pelajari pada tautan ini. Sedangkan untuk inflasi, misalnya kamu berencana untuk pensiun 20 tahun lagi, berarti kamu perlu mempelajari inflasi untuk 20 tahun kedepan dengan melihat pola inflasi di masa lalu dari Badan Pusat Statistik untuk inflasi atau menggunakan sumber lainnya seperti alat kalkulasi nilai masa depan.

2. Hindari hutang

via pixabay.com

Hutang mengurangi arus uangmu dan jumlah dana pensiun yang bisa kamu tabung. Biasanya orang masih menyimpan hutang sampai masa pensiun. Jadi hindari sebisa mungkin. Misalnya, jangan pernah membayar tagihan minimum kartu kreditmu. Kamu akan merasa aman dan tahu-tahu hutangmu bertumpuk. Hidup sesuai kemampuan dan selesaikan hutangmu sesegera mungkin.

3. Maksimalkan menabung

via staticflickr.com

Kalau kamu berencana untuk pensiun dalam 40 tahun kedepan, kamu bisa menabung 10% sampai 15% dari pemasukanmu dalam setahun. Namun kalau kamu mau pensiun dini dalam 15 atau 20 tahun lagi, kamu harus menabung sebanyak 30%, 40% atau bahkan 50%. kalau kamu bisa menabung sampai 50%, kamu hanya perlu bekerja sampai 17 tahun mendatang.

Kalau kamu entrepreneur, kamu bisa gunakan rencana keuangan khusus. Misalnya, kamu mendapatkan 6 juta dari bisnismu, kamu bisa salurkan 25% nya atau 1.500.000 rupiah sebagai pemberi gaji, dan 30% nya atau 1.800.000 rupiah sebagai penerima gaji. Sehingga kamu menyimpan 3.300.000 rupiah dari pemasukanmu agar bisa pensiun dini sebagai pengusaha.

4. Hidup hemat

via pixabay.com

Semakin sedikit uang yang kamu belanjakan, semakin banyak yang bisa kamu tabung, maka semakin cepat kamu bisa pensiun. Kamu suka mobil keren? Abaikan dan beli saja mobil sederhana namun fungsional. Hindari juga pengeluaran kecil namun besar seperti makan di restoran mahal atau ngopi di kafe. Lakukan juga upaya-upaya penghematan seperti berbelanja.

5. Hindari membeli rumah yang di luar kemampuanmu

via staticflickr.com

Rumah adalah pengeluaran jangka panjang terbesar yang akan sangat mempengaruhi arus uangmu dan dana pensiunmu. Memilih rumah yang tepat akan mengurangi bebanmu saat pensiun, tapi kalau membeli rumah yang di luar kemampuanmu malah akan melilitimu dengan hutang nantinya. Lakukan riset mendalam dan sesuaikan dengan kemampuanmu serta anggaran jangka panjang.

6. Ambil asuransi kesehatan

via pixabay.com

Kita akan selalu membutuhkan jaminan kesehatan kapanpun dan dimanapun. Ketika pensiun, kamu akan kehilangan jaminan kesehatan dari kantor, terkecuali kalau kamu pegawai negeri . Pastikan kamu memiliki jaminan asuransi kesehatan. Sekurang-kurangnya milikilah asuransi kesehatan yang terjangkau seperti BPJS.

7. Investasi

via pixabay.com

Lakukan riset dan carilah beberapa program investasi yang sesuai. Jangan berinvestasi hanya di satu jenis investasi saja. Kamu juga bisa memberikan porsi besar pada investasi reksadana dengan indeks rendah.

Reksadana jenis ini enggak akan membebanimu dengan biaya yang besar seperti jenis reksadana yang dikelola oleh fund manager. Kalau kamu sudah berinvestasi sebanyak 25 sampai 30 kali jumlah biaya hidupmu setahun, kamu bisa menikmati pensiun dini.

Apakah kamu punya strategi lainnya untuk bisa pensiun dini? Yuk share strategi kamu di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply