7 Kain Tradisional Indonesia yang Cantik dan Berkelas Selain Batik

Ragam budaya yang ada di Indonesia adalah inspirasi. Dari dunia fashion, banyak perancang busana kenamaan Indonesia memakai kain tradisional Indonesia sebagai bahan mereka berkreasi. Salah satu kain yang sudah sangat populer adalah batik.

Tapi tahu enggak kamu kalau kamu masih banyak kain tradisional Indonesia yang tidak kalah cantik dibanding batik? Kain-kain ini layak untuk diangkat dan semakin dipopulerkan. Berikut adalah kain tradisional Indonesia yang cantik dan berkelas.

 

1. Ulos

Kain ulos adalah kain khas suku Batak. Warna yang umum kita jumpai pada kain ulos adalah hitam, merah, dan putih. Kain ini erat pada kehidupan suku Batak serta mempunyai filosofi pada setiap unsurnya.

Kain ulos ini memiliki beberapa jenis dan fungsi. Ulos seringkali digunakan pada saat acara pernikahan, penguburan, atau pesta-pesta adat Batak. Cara memakai ulos biasanya disampirkan di bagian bahu atau sebagai ikat kepala. Ulos juga dipakai untuk menutup jenazah yang meninggal.

 

2. Gringsing

via wikimedia.org

Kain gringsing ini adalah warisan budaya khas Bali yang sudah ada sejak wilayah Bali masih berupa kerajaan-kerajaan. Kain yang dibuat dengan teknik tenun ikat ini digunakan sebagai busana adat untuk upacara keagamaan. Pengerjaannya membutuhkan waktu 2-5 tahun. Saat ini ada sekitar 14 jenis kain gringsing. Hebatnya, gringsing sudah mempunyai hak eksklusif Indikasi Geografis dari Ditjen Kekayaan Intelektual lho.

 

3. Tapis

via wikimedia.org

Kain yang cantik ini berasal dari Lampung. Kain tapis terbuat dari bahan benang perak dan emas serta disulam menggunakan alat tradisional. Pengerjaannya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Motif khas yang bisa kita temukan dalam kain tapis antara lain piramida, zigzag, flora dan fauna. Kain ini hanya digunakan pada acara-acara tertentu saja.

 

4. Tenun Ulap Doyo


Kain ini adalah peninggalan kerajaan Kutai Kartanegara yang ada di Kalimantan Timur. Benang yang digunakan terbuat dari daun doyo. Pada umumnya, motif yang digunakan adalah perpaduan garis dengan corak flora dan fauna.

 

5. Poleng

Kalau pernah melihat kain kotak-kotak hitam putih dalam acara-acara adat di Bali, nah itulah kain poleng Bali. Selain untuk acara adat, kain ini juga sudah digunakan untuk fashion dan interior ruangan. Ada tiga jenis kain poleng. Ketiga jenis kain poleng tersebut melambangkan keseimbangan antara kebaikan dan keburukan untuk menciptakaan kesejahteraan dalam kehidupan.

 

6. Jumputan

Kain jumputan adalah kain dengan ragam warna yang dibuat dengan cara diikat dengan satu benda lalu dicelupkan ke dalam zat pewarna. Setelah dicelupkan, maka akan terbentuk motif unik dari proses tersebut. Barangkali waktu sekolah dulu kamu pernah mempelajari teknik tersebut? Daerah yang terkenal sebagai penghasil kain jumputan ini adalah Palembang dan Solo.

 

7. Sutra Bugis

A post shared by SUTRA MAKASSAR (@sutramakassar) on

Seperti namanya, kain ini merupakan khas suku Bugis. Bahan benang berwarna emas atau perak untuk membuat kain ini berasal dari ulat sutra. Sutra Bugis biasanya memiliki bermotif kotak-kotak di atas warna dasar cerah. Motif kotak-kotak pada kain tersebut bukan sembarang motif. Konon dari motif tersebut, kita bisa tahu simbol status dari si pemakainya.

 

Dari kain-kain khas Indonesia di atas, mana yang paling kamu suka?


 

Leave a Reply