5 Masjid Peninggalan Walisongo yang Sarat Nilai Sejarah

Walisongo merupakan sebutan untuk sembilan wali yang berjasa menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Kesembilan wali tersebut adalah Sunan Gresik, Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.

Dalam menyebarkan agama Islam, para wali ini terkenal memadukan kebudayaan Jawa dengan nilai-nilai islami. Itulah sebabnya masjid peninggalan Walisongo punya ciri yang sangat unik, perpaduan arsitektur Hindu, Jawa, dan Islam. Inilah 5 dari antara banyak masjid peninggalan Walisongo.

 

1. Masjid Agung Demak

Di sinilah para wali berkumpul membahas penyebaran agama Islam di Jawa via wikimedia.com

Masjid yang ada di Kota Demak, Jawa Tengah, ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Menurut sejarah, masjid ini didirikan oleh Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak bersama Walisongo pada abad ke-15. Sejarawan juga mencatat masjid ini sebagai tempat para wali berkumpul membahas cara penyebaran agama Islam di tanah Jawa.

Gaya arsitektur Masjid Agung Demak merupakan perpaduan budaya Jawa dengan Islam. Hal ini terlihat pada atap meru, sebutan untuk atap masjid yang unik dan bertingkat. Masjid ini juga memiliki atap limas susun tiga yang melambangkan iman, ihsan, dan Islam.

 

2. Masjid Menara Kudus

Bentuknya masjid ini sepintas mirip dengan bangunan candi via wikimedia.org

Masjid yang didirikan pada tahun 1549 ini sudah jadi ikon Kudus. Arsitekturnya begitu unik. Dari kejauhan terlihat layaknya bangunan candi Hindu. Sunan Kudus, pendiri masjid ini memang sengaja membuatnya untuk menghormati adat dan budaya warga setempat yang kala itu masih kental dengan adat dan budaya Hindu.

 

3. Masjid Agung Kasepuhan Cirebon

Dari luar tampilan masjid ini mirip seperti pendopo Jawa via flickr.com/photos/swara-grage

Masjid ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1480, menjadikannya salah satu masjid tertua di Indonesia. Bangunan masjid ini enggak seperti masjid pada umumnya. Dari luar, bangunan masjid ini lebih mirip dengan pendopo Jawa.

Bukan hanya itu, perlengkapan yang ada dalam masjid pun masih tradisional. Tempat berwudu masih berupa bak bulat dan kendi. Kita juga masih bisa menemukan tiang masjid yang terbuat dari potongan kayu yang diikat lempeng besi. Saka Tatal, sebutan untuk potongan kayu tersebut, merupakan karya Sunan Kalijaga.

 

4. Masjid Agung Sunan Ampel

A post shared by Istri Pakgusti ? (@bugusti) on

Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel. Sama seperti masjid peninggalan Walisongo lainnya, Masjid Agung Sunan Ampel ini juga sangat mencirikan budaya Jawa. Di dalam masjid ini terdapat lima gapura yang masing-masing melambangkan rukun Islam. Masih dalam kompleks Masjid Agung Sunan Ampel, kamu juga bisa menemukan makam Sunan Ampel dan keluarganya.

Di sekitar masjid terdapat banyak pedagang yang menjajakan dagangan ala Arab. Sehabis berziarah, salat, dan berwisata sejarah, kamu sekalian bisa mengenyangkan perut dengan berbagai kuliner khas Arab di sekitar masjid ini.

 

5. Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu

Kalau Masjid Agung Demak sudah terbilang tua, maka Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu ini lebih tua lagi. Dalam ukiran kayu bertulisan Arab yang ada pada pintu masuk masjid kamu bisa melihat angka 1534. Angka itu merupakan tahun berdirinya masjid. Bukti lain antiknya masjid ini adalah mustaka atau ujung atap yang bentuknya mirip dengan masjid kuno lain seperti Masjid Agung Demak.

Menurut Raden Suprayitno Prawiro Kusumo, keturunan Sunan Kalijaga ke-14, dulunya masjid ini masih berupa surai kecil. Setelah Sunan Kalijaga wafat, putranya menyempurnakan bangunan masjid hingga jadi seperti sekarang ini.

 

Banyak tempat di Indonesia yang menarik untuk dijadikan objek wisata religi. Selain kelima masjid peninggalan Walisongo di atas, kamu juga bisa jalan-jalan ke Tuban. Atau kalau kepingin merasakan wisata ala-ala Timur Tengah, di Indonesia juga ada.


 

Leave a Reply