5 Objek Wisata Alam di Pulau Buru yang Cocok Untuk Jadi Tempat Menghabiskan Waktu

Pulau Buru atau yang penduduk setempat sebut sebagai Pulau Bupolo merupakan pulau ketiga terbesar di Maluku setelah Pulau Halmahera dan Pulau Seram.

Bagi kamu yang rajin membaca sejarah pasti lebih kenal pulau ini sebagai tempat pembuangan tahanan politik. Pada tahun 1970-an, pemerintah Orde Baru menempatkan ribuan orang yang dicap komunis ke pulau ini, salah satunya adalah penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer.

Meski pernah jadi latar sejarah kelam, pada dasarnya alam Pulau Buru sangat permai. Kalau tidak percaya coba saja kunjungi beberapa objek wisata di Pulau Buru berikut ini.

 

Danau Rana

via carapedia.com

Danau cantik ini terletak kurang lebih 80 kilometer dari ibukota Pulau Buru, Namlea. Butuh waktu kira-kira 1,5 jam berkendara dari pusat kota untuk mencapai danau ini.

Sampai di Danau Rana, kamu bisa menikmati suasana alam sekitar yang masih begitu asri. Supaya tambah seru, coba sewa sampan untuk mengelilingi perkampungan di sekitar danau. Namun ingat jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan di area danau dan sekitarnya. Selain merusak lingkungan, danau ini juga merupakan danau yang dikeramatkan oleh penduduk setempat.

 

Pantai Jikumerasa

via travel.detik.com

Pantai yang terletak di Kecamatan Namlea ini merupakan salah satu pantai favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pulau Buru. Indahnya pemandangan Pantai Jikumerasa pasti akan membuat kamu terpana. Bukit-bukit berwarna hijau, pasir putih pantai, ombak yang tenang, serta birunya air laut bikin kamu seperti melihat lukisan pemandangan alam saja.

Selain menikmati keindahan pantai, kamu juga bisa melakukan aktivitas snorkeling. Hanya saja mengingat potensi pantai ini belum digarap maksimal, penyewaan alat-alat menyelam atau snorkeling masih jarang ditemukan di Pulau Buru. Kalau perlu, lebih baik  siapkan sendiri peralatan snorkelingmu.

 

Pantai Lala

via instagram.com/lilia_lelo

Pantai Lala terletak di antara dua desa di Kecamatan Namlea. Desa tersebut adalah Desa Lala dan Desa Ubung. Pantai berpasir putih ini bukan cuma memiliki pemandangan laut yang sangat indah tapi juga terkenal sebagai tempat paling cocok untuk melihat pemandangan matahari terbit.

Pagi-pagi benar, sebelum matahari terbit, cepat-cepat keluar ke pantai. Kamu bisa duduk-duduk di tepi pantai menantikan matahari mulai menyembul menyinari langit Pulau Buru. Pasti pagi itu jadi salah satu pagi terbaik yang pernah kamu alami.

 

Pantai Ratu Waeperang

via burukab.go.id

Pantai Ratu Waeperang terletak 20 kilometer dari kota Namlea dan 6 kilometer dari Pantai Jikumerasa. Mungkin karena letaknya yang agak jauh itu, pantai ini tidak terlalu ramai dikunjungi wisatawan. Cocok bagi kamu yang ingin mendapatkan suasana tenang serta menikmati keindahan pantai secara privat.

Soal keindahan, Pantai Ratu Waeperang enggak kalah indah dibanding pantai lainnya di Pulau Buru. Lautnya yang biru, pasir putih, dan pemandangan matahari terbitnya bakal bikin kamu terkagum-kagum.

 

Air Terjun Waeura

via instagram.com/fakhmolr

Letak air terjun Waeura tidak terlalu jauh dari kota Namlea, hanya kira-kira 1 kilometer. Begitu sampai, kamu bisa segera merasakan kesejukan suasana lingkungan sekitar air terjun. Air yang mengalir terlihat jernih, mengalir di atas bebatuan yang berwarna-warni. Duduk-duduk atau main air di sana pasti bikin kamu lupa waktu.

 

Untuk sampai ke Pulau Buru, biasanya harus lewat Ambon terlebih dulu . Dari Ambon tentukan sendiri moda transportasimu. Kamu bisa naik kapal feri atau naik pesawat perintis ke Namlea. Bedanya adalah soal waktu. Naik kapal feri butuh waktu sekitar 6 – 7 jam sementara naik pesawat terbang hanya makan waktu kurang dari 30 menit. Selamat berlibur!


 

Leave a Reply