Kenali dan Waspadai Penipuan Skema Ponzi

 

Berinvestasi itu penting dan perlu, tapi jangan sampai kamu terjebak dengan investasi palsu berkedok skema Ponzi. Skema yang namanya diambil dari nama makelar Amerika Serikat berkebangsaan Italia, Charles Ponzi, ini sudah banyak menjerat korban. Tidak terkecuali di Indonesia.

Pada tahun ini saja kita sudah mendengar dua perusahaan yang menipu menggunakan skema Ponzi. Pertama, ada Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Group yang bangkrut dan berutang 4 triliun kepada nasabahnya. Kedua, biro perjalanan First Travel yang gagal memberangkatkan 25 ribu jemaah umroh.

Dalam praktiknya, skema Ponzi sangat bergantung pada nasabah baru. Makelar atau perusahaan investasi baru bisa membayarkan keuntungan kepada kamu setelah ia dapat setoran dana dari nasabah baru. Kalau perusahaan investasi enggak bisa menggaet nasabah baru? Siap-siap duit melayang.

Lantas, bagaimana mengidentifikasi suatu perusahaan menerapkan skema Ponzi atau tidak?

1. Apakah perusahaan tersebut sudah punya izin resmi? Perusahaan yang menawarkan produk investasi harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Minta dan cek izin usahanya. Kalau belum terdaftar, mulai curigai.

2. Apakah perusahaan tersebut menjanjikan keuntungan besar yang tidak masuk akal? Sebagai contoh, Koperasi Pandawa menjanjikan nasabah bisa mendapatkan keuntungan 10% per bulan atau 120% per tahun. Angka tersebut tidak masuk akal karena keuntungan deposito per tahun hanya 5% – 7%, sedangkan saham yang tergolong investasi risiko tinggi keuntungan per tahunnya rata-rata hanya 15% – 20%.

3. Apakah orang yang mengajakmu bergabung adalah orang yang dekat atau kamu kenal? Kadangkala perusahaan yang menjalankan skema Ponzi menyuruh nasabahnya merekrut anggota baru dari lingkungan tedekat. Sering terjadi, ketika perusahaan investasi gagal bayar, para korbannya terhitung masih famili atau berasal dari komunitas keagamaan yang sama.

4. Apakah orang yang merekrut atau mengajakmu bergabung juga ikut berinvestasi?

5. Apakah pembayaran keuntungan rutin dan lancar? Produk investasi yang benar, nasabah mendapatkan pembayaran keuntungan secara rutin dan lancar sesuai perjanjian yang sudah disepakati. Tidak bergantung pada besarnya jumlah nasabah yang bergabung atau keluar.

Selalu waspada dan tidak cepat tergiur keuntungan instan adalah kunci terhindar dari penipuan skema Ponzi.

Infografis Lainnya