Mengenal Kebijakan Bayar Tol Nontunai

 

Kelihatannya ke depan kita akan semakin memerlukan uang elektronik. Kita enggak boleh ketinggalan bawa kartu-kartu ini di dompet. Soalnya, setelah sebelumnya dipakai untuk naik Transjakarta dan kereta commuter line Jabodetabek, uang elektronik juga wajib digunakan untuk bayar tol. Kebijakan wajib bayar tol nontunai akan berlaku efektif mulai akhir Oktober 2017.

Supaya kita-kita pengguna jalan tol enggak kaget, PT. Jasa Marga selaku operator jalan tol memberlakukan aturan ini secara bertahap. Misalnya, di jalan tol dalam kota Jakarta dan tol Prof. Ir. Soedijatmo, gerbang pertama yang menerapkan aturan bayar tol nontunai ini adalah Gerbang Tol (GT) Pejompongan (12 September 2017) dan terakhir, GT Semanggi (31 Oktober 2017). Begitu juga di jalan tol lainnya seperti Jagorawi, Cikampek, Purbaleunyi, dan jalan tol Jakarta-Tangerang.

Bagaimana cara kerjanya? Sama saja seperti kamu menggunakan uang elektronik untuk naik Transjakarta atau kereta commuter line.

Pertama, kamu harus punya uang elektronik. Saldo dalam kartu itu harus cukup untuk bayar tol. Misalnya, tol Jagorawi tarifnya 6.500 rupiah. Berarti saldo dalam kartumu harus ada sebesar itu.

Kedua, tempelkan atau dekatkan uang elektronik itu ke mesin pembaca di gerbang tol. Palang akan terbuka, dan kamu bisa melanjutkan perjalanan.

Ketiga, di ruas tol yang ada gerbang masuk dan gerbang keluarnya, kamu harus menempelkan uang elektronik sekali lagi di mesin pembaca gerbang keluar.

Kebijakan bayar tol nontunai menjadikan perjalananmu makin nyaman. Kemacetan akibat penumpukan kendaraan di depan gerbang tol juga bisa dikurangi. Nah, mulai sekarang isi dan persiapkan uang elektronik di dompetmu.

 

Infografis Lainnya