Kenapa Entrepreneur Harus Menguasai Laporan Keuangan?

Jika sebelumnya pada pertemuan kedua, topik yang diberikan di kelas adalah mengenai perencanaan bisnis, di pertemuan ke-tiga dari rangkaian Pembinaan Wirausaha Muda Mandiri 2018 adalah Menguasai Laporan Keuangan. Tidak seorang entrepreneur pun yang ingin rugi atau kena tipu dan membuat usahanya jatuh. Oleh karena itu ada banyak alasan kenapa entrepreneur harus menguasai laporan keuangan.

Laporan keuangan adalah bagian dari ilmu akuntansi. Dimana para pengusaha wajib mengetahui ilmu dasar akuntansi agar dapat membaca dan memahami laporan keuangan perusahaan. Dengan memiliki ilmu dasar akuntansi, maka pengusaha juga bisa menguasai laporan keuangan dengan mudah.

Tiga alasan kenapa entrepreneur harus menguasai laporan keuangan diantaranya adalah:

  1. Mengetahui apakah usaha yang sedang dijalankannya berjalan dengan baik atau tidak.
  2. Menghindari kecurangan atau tertipu.
  3. Melihat prospek pengembangan usahanya ke depan.
Kenapa Entrepreneur Harus Menguasai Laporan Keuangan?
Apakah kamu tahu bedanya Gross Profit dan Net Profit?

1. Mengukur Posisi Keuangan Perusahaan

Setiap usaha memiliki dana awal yang disebut modal usaha. Modal tersebut dipergunakan untuk berbagai pembiayaan yang dikeluarkan agar usaha dapat dimulai. Setelah usaha berjalan, akan ada biaya tetap dan biaya tidak tetap yang harus dikeluarkan agar usaha tetap berjalan. Kemudian akan ada pendapatan dan keuntungan dari transaksi penjualan yang diterima. Jika tidak ada keuntungan yang diterima, maka akan ada kerugian yang timbul.

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas tentunya berhubungan dengan keuangan dari suatu usaha. Kegiatan keuangan tersebut menghasilkan aliran kas masuk dan kas keluar di dalam usaha. Semua kegiatan keuangan tersebut harus dicatat pada pembukuan dan dilaporkan pada akhir bulan pada laporan keuangan.

Kenapa Entrepreneur Harus Menguasai Laporan Keuangan?
Mengenal macam-macam biaya

Setiap pemilik bisnis harus mengetahui aliran dana yang masuk dan keluar dari setiap kegiatan bisnisnya tersebut. Selain bisa mengetahui arus kas, pemilik bisnis juga dapat melihat dan menilai keseluruhan kegiatan bisnis. Apakah berjalan lancar sesuai dengan yang telah ditetapkan atau tidak.

Dengan membaca dan memahami laporan keuangan maka pemilik usaha juga bisa melihat posisi keuangan dari usahanya sekarang ini. Apakah sehat dan memiliki sejumlah keuntungan atau tidak malah rugi.

Disimpulkan, bahwa Laporan keuangan adalah alat untuk mengukur tingkat kesuksesan suatu usaha. Selain itu, mereka juga bisa mengetahui jika ada ada kecurangan yang terjadi.

Macam-macam laporan keuangan.

Ada tiga laporan keuangan yang harus diketahui dan dipahami oleh setiap pemilik usaha. Yaitu, Laporan Laba Rugi(Income Statement), Laporan Neraca (Balance Sheet), dan Laporan Arus Kas (Cashflow Statement). Dari ke tiga laporan keuangan ini, pemiliki akan memiliki beberapa pandangan akan keadaan keuangannya.

Pada Income Statement, pemilik usaha akan melihat laba kotor dan laba bersih dari usaha mereka. Kadang para pengusaha pemula melupakan biaya-biaya yang mereka keluarkan, dan hanya fokus pada laba kotor setelah produk mereka habis terjual.

Di laporan ini akan terlihat berapa laba bersih yang didapatkan setelah total penjualan dikurangi dengan HPP, biaya-biaya (biaya operasional, bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi). Jika hasilnya tidak sesuai dengan target, para pengusaha pemula bisa berinovasi dengan mencoba strategi penjualan yang baru untuk menaikkan penjualannya.

Menghitung BEP (Break Even Point)

Pada Laporan Neraca, pengusaha akan mengetahui jumlah aset, hutang, kewajiban yang harus dibayarkan dan equity (modal awal+laba) pada periode tertentu yang mereka miliki.

Sedangkan pada Laporan Arus Kas, kegiatan yang meliputinya adalah jumlah kas yang diterima (pendapatan tunai, investasi tunai dari pemilik), dan kas yang dikeluarkan (beban-beban, pembayaran utang dan pengambilan prive).

2. Menghindari Tindak Kecurangan

Kecurangan ada karena ada celah yang diambil ketika ada kesempatan, kebutuhan, dan rasionalisasi (pembenaran terhadap tindakan ilegal). Kecurangan dalam laporan keuangan dinamakan fraud. Hal ini meliputi memanipulasi, memalsukan, atau mengubah bukti transkasi dan pembukuan.

Mengenali tindak kecurangan dengan menguasai laporan keuangan via pixabay.com

Tipe-tipe Fraud:

  1. Intentional error (kesalahan yang disengaja)
  2. Unintentional error (kesalahan tanpa disengaja)
  3. Collusion (kecurangan secara berkelompok)
  4. Intentional Misrepresentation (memberikan saran yang salah dengan sengaja)
  5. Management fraud
  6. Organized crime
  7. Computer crime

3. Prospek Pengembangan Perusahaan

Laporan keuangan bukan saja berisikan angka-angka, tapi juga harus sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Dengan melihat laporan keuangan, maka pihak lain yang berniat untuk investasi dapat menilai apakah perusahaanmu layak mendapatkan bantuan dana dan apakah usahamu tersebut dapat menguntungkan kedepannya.

Mengundang investor dengan laporan keuangan yang sehat via pixabay.com

Yang harus diperhatikan dalam laporan keuangan ketika sedang mencari investor atau ketika ingin berinvestasi di usaha lain adalah pada bagian Penjualan dan Laba Bersih, Arus Kas atau Cashflow, Rasio Utang Terhadap Modal (Debt to Equity Ratio), Operating Profit Margin (OPM).

Menguasai laporan keuangan tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi tentunya ini bisa dilakukan setahap demi setahap. Yang terpenting bagi seorang entrepreneur adalah tidak berhenti untuk belajar. Khususnya tentang laporan keuangan ini agar usahanya tetap berjalan lancar, tidak tertipu dan bisa mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi.


 

Leave a Reply