5 Destinasi Singapura yang Enggak Biasa untuk Liburan yang Berkesan

Singapura mungkin merupakan destinasi luar negeri yang paling populer bagi orang Indonesia. Selain dekat dan tiketnya murah, negara ini kecil dan padat hiburan. Kamu enggak usah susah-susah eksplorasi dan semua yang kamu perlukan untuk liburan sudah tersedia. Saat akhir pekan, kamu terbang kesana, bersenang-senang, lalu pulang sebelum hari minggu berakhir.

Namun biasanya orang hanya akan pergi ke tempat-tempat biasa seperti Merlion, Bugis Square untuk belanja, dan destinasi turis lainnya. Padahal , Singapura punya banyak destinasi menarik lainnya. Yuk jadwalkan liburanmu ke 5 destinasi Singapura yang enggak biasa berikut ini.

1. Katong Antique House

Pernah enggak kamu penasaran apa yang ada di rumah-rumah tempo dulu saat berjalan-jalan di kota tua Singapura? Katong Antique House adalah tempat dimana kamu bisa merealisasikan keinginan itu. Rumah tua ini memiliki kondisi sangat terawat karena direstorasi dan dikurasi dengan hati-hati oleh Peter Wee.

Sejak mewarisi rumah ini dari kakeknya pada tahun 1970, Wee mengisinya dengan berbagai koleksi dan furnitur budaya Peranakan dari alat masak sampai pakaian. Di lantai atas kamu bisa menemukan galeri kecil dimana kamu bisa mengagumi berbagai pernak-pernik seperti sandal manik-manik kuno sampai baju pernikahan.

A post shared by Jun Chua (@tumbukspice) on

Kalau kamu kesini, Wee akan senang sekali menceritakanmu berbagai cerita dan sejarah tempo dulu. Dia membuka rumahnya untuk tur sejak 15 tahun lalu. Sambil mendengarkan ceritanya, kamu bisa duduk dan nyemil kue-kue Peranakan seperti tarcis nanas dan teh yang disajikan dengan keramik antik. Hidangan ini menutup tur dengan manis.

2. Kampong Lorong Buangkok

A post shared by cika dewitri (@cikadewi) on

Singapura yang identik dengan kosmopolitan ternyata masih menyimpan sudut pedesaan yang sunyi. Di Kampong Lorong Buangkok kamu akan menengok perkampungan terakhir di Singapura, dengan jalan tanah, sepeda ontel, dan rumah antik beratap seng yang enggak dipagari. Kampung yang dihuni oleh sekitas 20-an keluarga ini masih hijau dengan kebun-kebun asri dan ayam yang berkeliaran bebas.

Kampung ini didirikan pada tahun 1956 oleh pedagang obat Cina, tuan Sng Teow Hoon. Dia menyewakan tanah kepada orang-orang yang ingin membangun rumah. Kini kampung ini diwarisi oleh anaknya, yaitu Miss Sng Mui Hong yang masih tinggal di sana.

Tiap keluarga yang tinggal di sana hanya membayar 30 dolar Singapura (sekitar 300 ribu Rupiah) setiap bulannya. Kalau kamu mau berkunjung, kamu hanya perlu naik bis nomor 70 atau 103 dari Stasiun MRT Serangoon dan turun pada pemberhentian ke 10 di Gereja St. Vincent de Paul (B67079). Seberangi jalan menuju pompa bensin Shell yang ada di sana maka kamu sudah tiba.

3. Warung Michelin Star

Pernah dengar kan tentang restoran-restoran mewah yang mendapatkan penghargaan Michelin Star? Kalau kamu penikmat kuliner sejati, makan di salah satu restoran dengan harga selangit ini pasti masuk daftar keinginanmu.

Di Singapura, kamu enggak harus merogoh kocek dalam-dalam. Hanya dengan 2 dolar Singapura (sekitar 20 ribu Rupiah), kamu bisa makan nasi ayam saus Hong Kong buatan Chan Hon Meng yang legendaris.

Warung sederhana ini ternyata adalah salah satu tempat makan berbintang Michelin! Karena ketenarannya setelah masuk Singapore’s inaugural Michelin Guide pada tahun 2016, Meng membuka restoran baru untuk menampung pengunjung yang membludak.

Berlokasi beberapa meter dari warung lamanya di Pusat Makanan dan Minuman Komplek Pecinan di Singapura, kamu masih akan melihat Meng memasak dan mengawasi kedua tempat makannya. Dengan fasilitas yang lebih bagus, harganya agak naik. Namun jangan bandingkan dengan harga restoran Michelin lainnya.

4. CHIJMES

A post shared by Majka Mueter (@majkamueter) on

Singapura yang merupakan bekas jajahan Inggris ini memiliki banyak bangunan peninggalan Eropa. Salah satunya yang perlu kamu kunjungi adalah CHIJMES.

Bangunan yang dulunya adalah sekolah biara ini memiliki desain dari berbagai periode seperti Anglo Gothic Perancis dan Neoklasik. CHIJMES memiliki kepanjangan Convent of the Holy Infant Jesus Middle Education School, sekolah ini didirikan pada tahun 1854 oleh biarawati Perancis.

Salah satu bagian yang terkenal adalah pintu berwarna hijau yang dinamai Gate of Hope atau gerbang harapan. Dulu banyak keluarga miskin meninggalkan bayi perempuannya atau bayi perempuan yang dianggap membawa sial di pintu ini. Sekolah ini kemudian memberikan pendidikan bagi anak-anak perempuan kurang beruntung ini.

Sekarang bangunan ini menjadi pusat perbelanjaan mewah, tempat makan, dan bar. Kapelnya yang indah dan berarsitektur gothic sering digunakan sebagai tempat pernikahan atau pesta.

CHIJMES mendapatkan penghargaan Merit dari Penghargaan Warisan Budaya Asia Pasifik UNESCO untuk Pelestarian Warisan Budaya pada tahun 2002. Gedung ini sering disamakan keindahannya sebagai versi Singapura dari Covent Gardens di London.

5. Bollywood Veggies

Berlokasi di daerah pedesaan Kranji, Bollywood Veggies adalah sebuah lahan luas dimana penduduk Singapura dapat melepas suntuk di kehijauan. Kamu akan melihat pertanian organik seperti nanas, pisang, belimbing, terong dan lain sebagainya.

Kamu juga bisa melihat sejarah kuliner di Museum Sejarah makanan lalu makan hidangan lezat dengan bahan-bahan yang berasal dari pertanian tersebut di Poison Ivy bistro. Semur nangkanya yang kaya kuah santan kelapa akan bikin kamu berdecak lidah.

A post shared by Richard Kwok (@richardkwok68) on

Selain itu kamu bisa mengikuti berbagai macam kelas yang menarik. Kamu bisa ikut program bercocok tanam atau alau kamu lebih suka belajar masak masakan lokal dengan bahan baku alami, kamu bisa ikut kelas kulinernya. Kenapa dinamai Bollywood Veggie atau sayuran Bollywood (Hollywood versi India)? Kamu harus bertemu dengan pemiliknya yang ceria dan humoris, Ivy Singh Lim.

Apakah kamu punya destinasi favorit lainnya di Singapura yang bisa kamu rekomendasikan ke teman-teman yang lain? Yuk share di kolom komentar di bawah ini.


Leave a Reply