6 Cara Merencanakan Dana Pendidikan Anak

Kita semua pasti menginginkan pendidikan yang terbaik buat anak, namun kita sering lupa untuk merencanakan dana pendidikan anak agar mendapatkan pendidikan terbaik sejak dini. Kadang kita terlambat melakukan perencanaan sehingga kita harus berhutang yang sebenarnya cara tersebut tidaklah tepat.

Lantas, untuk memulai mempersiapkan dana pendidikan apa saja yang harus saya ketahui? Pertama, kapan dana tersebut diperlukan karena biaya pendidikan tentu beragam dan tergantung pada tingkat pendidikan serta periode pendidikan anak. Ke dua, kemampuan dalam mengumpulkan uang perbulannya, karena semakin banyak kebutuhan tentu semakin sedikit yang dapat kita kumpulkan untuk biaya pendidikan. Ke tiga, memperhitungkan dengan baik tabungan atau investasi yang tepat. Ke empat, memperhatikan inflasi atau kenaikan biaya sekolah yang dapat membuat orang tua pusing tujuh keliling.

Oleh sebab itu kita perlu mengetahui dan merencanakan dana pendidikan anak. Berikut adalah pilihan tabungan atau jenis investasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan dana persiapan pendidikan anak:

1. Tabungan Konvensional

via pxhere.com

Tentu hampir semua orang jaman sekarang memiliki tabungan konvensional. Pada prinsipnya tujuan tabungan adalah mengumpulkan sedikit demi sedikit sehingga terkumpul.

Semakin sering yang dikumpulkan semakin besar pula tabungan anda. Karena ini bukan tabungan khusus jadi mungkin sebaiknya kita memiliki beberapa tabungan konvensional sehingga tidak bercampur dengan keperluan lain.

2. Tabungan Pendidikan

via wikimedia.org

Tabungan ini adalah yang secara khusus di buat oleh Bank untuk pendidikan. Biasanya memiliki fasilitas asuransi dan bunga yang cukup menarik. Tabungan pendidikan ini merupakan turunan dari tabungan konvensional. 

Apabila anda menabung di bank yang memiliki program tabungan pendidikan, kita bisa membuka tabungan pendidikan dengan sistem auto debit dari tabungan utama kita. Secara otomatis bank akan memotong uang dari tabungan dan memasukkan ke dalam tabungan pendidikan tersebut.  Masalah jumlah potongan tentunya disesuaikan dengan kesanggupan masing masing nasabah.

3. Asuransi Pendidikan

via pixabay.com

Ada tabungan pendidikan ada juga asuransi pendidikan. Apa bedanya? Asuransi pendidikan diterbitkan oleh perusahaan asuransi. Premi asuransi hanya dapat dicairkan sesuai tanggal jatuh tempo meski pembayaran premi sudah selesai. Sedangkan tabungan bisa dicairkan jika sudah selesai kewajiban menabung.

Biaya yang dikeluarkan untuk mencairkan premi asuransi pun lebih besar dibanding tabungan pendidikan. Proses asuransi pendidikan jauh lebih rumit daripada tabungan pendidikan, namun meski demikian asuransi pendidikan memiliki keuntungan dan timbal balik yang besar pula.

4. Investasi Reksadana

via flickr.com

Investasi merupakan barang baru yang belum saya pahami. Maka untuk itu saya tidak akan berani mulai dengan jumlah yang besar. Investasi kecil asal memiliki keuntungan pun sudah cukup baik.

Memilih Reksadana campuran merupakan sebuah pilihan yang memungkinkan dengan menginvestasikan ke berbagai investasi baik yang beresiko tinggi sampai yang rendah seperti obligasi, deposito maupun saham. Hal ini dapat menguntungkan dengan lamanya waktu investasi sehingga dapat mudah mempersiapkan dana pendidikan yang diharapkan.

5. Deposito

via pexels.com

Memilih deposito adalah cara aman dan paling mudah. Hal ini disebabkan deposito tidak dapat dengan mudah dicairkan. Tentu saja kita tidak bisa seenaknya mempergunakan dana tersebut. Bunga yang didapat juga lebih besar dibanding tabungan konvensional.

6. Investasi Emas

via pexels.com

Menyimpan emas juga dapat menjadi cara untuk investasi. Nilai emas yang stabil dan mudah dijual dapat dijadikan alternatif yang baik. Sebaiknya emas yang dijadikan investasi adalah emas batangan dengan kadar 99 persen. Tapi namanya juga perempuan, tidak ada emas batangan emas perhiasan  pun jadi. Selain investasi juga bisa untuk mempercantik diri saat pesta.

Jadi, tidak perlu menunggu anak masuk sekolah dulu baru merencanakan pendidikan. Sebaiknya dari sejak awal menikah sudah memasukan biaya pendidikan ke dalam budget pengeluaran. Baik tabungan maupun investasi sama baiknya namun akan lebih baiknya memiliki tabungan dan investasi sekaligus karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti.


 

Leave a Reply