Mengenal ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)

Apakah kamu pernah mendengar tentang ADHD? ADHD atau Attention Deficit Hyperactive Disorder adalah gangguan pemusatan perhatian (GPPH). Kondisi ini adalah gangguan perkembangan otak yang menyebabkan si penderita menjadi hiperaktif, sulit berkonsentrasi dan impulsif.

ADHD dapat dideteksi pada anak usia sekolah dan dapat berlanjut hingga dewasa. Pada kasus dewasa akan lebih susah ditangani daripada kalau ditangani sedari dini. Oleh sebab itu penting sekali untuk mengedukasi diri kita mengenai hal ini. Mungkin orang terkasihmu memiliki kondisi ini atau bahkan kamu merasa mungkin memilikinya? Yuk pelajari lebih lanjut.

Tipe ADHD

via pixabay.com

ADHD bukan hanya tipe kondisi yang sama pada semua orang. Kondisi ini mempunyai tiga tipe sesuai dengan gejala dominannya, yaitu:

1. Kurang perhatian (Inattentive)

Tipe ADHD ini adalah tipe yang mengalami kesulitan untuk menjaga perhatian, namun enggak hiperaktif atau impulsif.  Tipe Ini lebih dikenal dengan ADD (Attention Deficit Disorder). Jenis ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dan anak perempuan.

2. Hiperaktif – impulsif

Tipe ADHD ini adalah tipe yang hiperaktif dan impulsif. Orang dengan ADHD hiperaktif ini berbicara dan bergerak secara impulsif. Namun mereka berjuang untuk tetap duduk dan mengontrol dirinya. Hal ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan pria.

3. Kombinasi

Mereka yang memiliki tipe ADHD kombinasi adalah mereka yang memiliki enam atau lebih ciri-ciri dari ADD, dan enam atau lebih ciri-ciri dari ADHD. Biasanya mereka susah untuk tenang, atau duduk diam dan pikirannya sering kemana-mana.

Gejala-gejala ADHD

Kesulitan mengatur waktu, pekerjaan dan aktivitas via pixabay.com

Bagi tipe Inattentive, gejala-gejala yang dimiliki antara lain adalah mereka memproses informasi dengan lambat, pelupa, mudah terganggu oleh lingkungan, ceroboh, dan enggak terorganisir. Mereka juga sering gagal memperhatikan detail, kesulitan untuk mempertahankan perhatian, enggak mendengarkan saat diajak bicara secara langsung, kesulitan untuk menindaklanjuti instruksi dan menyelesaikan tugas, kesulitan mengatur waktu, tugas dan aktivitas, mudah terganggu oleh rangsangan dari luar.

Sedangkan bagi tipe hiperaktif, biasanya mereka sangat aktif dan sering gelisah sehingga susah diam dan enggak sabaran. Gejala-gejala yang dapat dilihat adalah seperti sering menggerak-gerakkan jari, tangan atau kaki, enggak bisa diam atau duduk dalam waktu yang lama, kesulitan dalam kegiatan santai dengan tenang, sangat aktif dalam bertindak secara impulsif, berbicara berlebihan, enggak sabar untuk berbicara ketika berdiskusi, mengganggu atau mengambil alih apa yang dilakukan oleh orang lain.

Mengenal ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)
Tidak bisa diam via pixabay.com

ADHD pada orang dewasa

ADHD biasanya sudah dapat dideteksi pada saat anak-anak. Apabila orang dewasa mempunyai ADHD, maka biasanya ia memiliki ADHD sejak kecil namun enggak terdeteksi sampai dengan kemudian hari. Gejala ADHD pada orang dewasa dapat berbeda dari anak-anak karena tingkat kematangan dan perbedaan fisik orang dewasa dan anak-anak.

Beberapa gejala ADHD pada orang dewasa adalah kurangnya konsentrasi namun bisa jadi Hyperfocus atau fokus yang berlebihan sehingga enggak mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya, ketidakteraturan dan memiliki masalah manajemen waktu, impulsif dan memiliki masalah emosional, kurang motivasi, sering gelisah dan cemas, bermasalah dengan relasi sosial, penyalahgunaan zat terlarang, susah berkomitmen.

Mengenal ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)
Fidgeting, alat untuk orang yang tangannya ngga bisa diam via pixabay.com

Orang yang mempunyai Attention Defisit Hyperactive Disorder bukan berarti enggak bisa sukses. Lihat saja Justin Timberlake, Adam Levine, dan Channing Tatum. Solusi untuk mengatasi kesulitan pada orang dewasa yang memiliki ADHD adalah untuk menemui dokter dan melakukan terapi dan mendiskusikan pengobatan lebih lanjut apabila diperlukan. Sangat penting untuk belajar hidup sehat dengan makan dengan benar, mengelola stress dan cukup tidur secara teratur.

Apakah kamu mengenali gejala ini pada orang yang kamu kenal atau dirimu sendiri? Segera temui dokter untuk memeriksa lebih lanjut ya.


 

Leave a Reply