7 Cara Membangun Batasan Pribadi agar Hidupmu Makin Enteng

Sayangilah dirimu, adalah moto hidup yang seringkali didengung-dengungkan oleh para motivator dan orang sukses. Kamu mungkin juga memasang kalimat ini di layar telepon genggammu atau buku jurnalmu.

Sayangnya, banyak orang yang enggak tahu cara menyayangi dirinya ketika dihadapkan dengan kepentingan orang lain. Akibatnya banyak yang mengalah dan mengorbankan kepentingannya. Padahal kamu bisa jadi depresi!

Kalau kamu salah satu orang yang melakukan ini, berarti kamu enggak memiliki batasan pribadi. Ayo mulai sayangi dirimu dan baca 7 cara membangun batasan pribadi berikut ini.

1. Pahami jenis-jenis batasan pribadi

cara membangun batasan pribadi
via wikimedia.org

Untuk mengenali batasan pribadimu, penting untuk mengetahui jenis-jenisnya. Baca 4 jenis batasan diri di bawah ini:

  • Batasan materi. Batasan ini menentukan apakah kamu bersedia meminjamkan atau memberikan harta bendamu seperti uang, baju, buku, sampai yang pribadi seperti baju dalam dan sikat gigi.
  • Batasan fisik. Batasan ini menyangkut privasi, kedaulatan tubuh, dan daerah personal yang nyaman kamu bagi kepada orang lain. Termasuk jenis sentuhan dan daerah tubuh yang enggak nyaman disentuh orang lain. Seperti, apakah kamu suka dipeluk atau cukup dengan jabat tangan saja? Jika suka dipeluk, yang bisa memelukmu hanya orang dekat saja atau mencakup kenalan?
  • Batasan mental. Batasan akan pemikiran, nilai dan pendapatmu. Apakah kamu mudah dipengaruhi atau sulit mempertahankan pendapat? Apakah kamu mudah marah jika ada yang berseberangan dengan pendapatmu? Kalau kamu menjawab ya, berarti batasan mentalmu perlu diperkuat.
  • Batasan emosi. Hal ini diperlukan untuk membedakan antara perasaanmu dan tanggung jawabmu pada orang lain. Batasan ini dapat mencegahmu memberi nasihat yang enggak diminta, mengambil beban yang bukan tanggung jawabmu, dan melindungimu dari perasaan bersalah dan energi negatif yang diakibatkan orang lain.

2. Identifikasi batasanmu

7 Cara Membangun Batasan Pribadi agar Hidupmu Makin Enteng
via pixabay.com

Identifikasi semua batasanmu. Apa yang kamu bisa toleransi dan apa yang membuatmu enggak nyaman atau merasa tertekan. Perasaanmu dapat membantumu menentukan dan menetapkan batasanmu.

Terdapat dua jenis perasaan yang menjadi indikasi kuat bahwa kita enggak menghargai batasan pribadi kita, yaitu ketidaknyamanan dan kemarahan. Beri skala 1 sampai 10 untuk perasaan ini dan segera terapkan batasanmu kepada orang lain jika sudah melewati angka 5.

3. Melatih kesadaran

via pixabay.com

Kamu perlu melatih kesadaran akan batasanmu secara terus-menerus. Kalau kamu menyadari mulai enggak menghargai batasanmu, tanyakan dirimu “Apa yang berubah? Apa yang aku atau orang lain lakukan? Apa yang membuatku merasa marah atau tidak nyaman?” Kalau sudah menemukan jawabannya, cari tahu apa yang bisa kamu lakukan dan kendalikan.

Kamu juga bisa melihat cara kamu dibesarkan dalam keluarga. Mungkin kamu dibesarkan dalam keluarga yang sering mengabaikan kepentingan diri sendiri demi orang lain. Kamu bisa menyadari pola yang salah ini dan mencegahnya ketika kamu mulai mengikutinya. Hentikan dirimu dan tetapkan untuk kembali ke batasanmu.

4. Cari dukungan

via staticflickr.com

Cari dukungan dan bantuan dari orang sekelilingmu yang dapat dipercaya dan positif. Ajak teman-teman atau keluargamu untuk mempraktekkan batasan pribadi satu sama lain dan mengingatkan jika ada yang enggak menjaga batasan pribadinya. Dengan begitu kamu akan mendapatkan dorongan jika sudah mulai kewalahan atau diingatkan kalau enggak menyadari perilakumu.

5. Berikan ijin

via staticflickr.com

Hambatan terbesar dalam menetapkan batasan pribadi adalah rasa bersalah dan rasa takut. Ketakutan akan respon orang lain akan menahanmu dalam menerapkan batasan. Rasa bersalah karena merasa enggak menjadi orang baik atau egois juga ampuh menahanmu untuk enggak menegakkan batasan pribadimu. Apalagi kalau lingkungan sekitarmu memiliki batasan pribadi yang enggak sehat.

Seperti misalnya, kolega di kantormu seringkali memaksakan lembur. Kamu jadi sulit untuk menetapkan batasanmu karena enggak enak atau merasa enggak kompak. Padahal hal ini justru enggak baik untuk kesehatan jiwa dan tubuh. Kamu memiliki hak untuk mengatakan tidak dan dihargai. Enggak menghargai batasan diri sendiri akan membuatmu lelah dan enggak sehat.

Sebaliknya, memberikan dirimu ijin untuk mendahulukan dirimu malah akan memberikan ketenangan batin dan pandangan hidup yang positif. Akibatnya kamu malah akan memiliki lebih banyak energi untuk membantu dan memberikan kontribusi yang berharga bagi orang lain. Ayo sayangi dirimu.

6. Asertif

via wikimedia.org

Beritahu orang lain yang melanggar batasanmu dengan cara yang asertif. Artinya, kamu perlu lihat situasi dan kondisi. Beritahu mereka apa yang menganggumu dan berkoordinasi bagaimana cara menangani hal ini bersama-sama. Cermati cara apa yang paling baik untuk mengkomunikasikannya. Apakah perlu dialog terang-terangan atau dengan cara yang lebih halus?

Dengan beberapa orang yang nilai-nilai dan cara komunikasinya sama, kamu mungkin enggak perlu dialog terang-terangan. Cukup dengan memberi beberapa petunjuk yang jelas. Seperti misalnya, bagi beberapa orang, mengkoreksi pendapat secara lugas adalah cara berkomunikasi yang sehat. Namun, bagi orang lain cara ini dianggap kasar. Mereka lebih menyukai cara yang jujur namun halus. Cari cara yang terbaik dan paling efektif.

7. Mulai dari yang kecil

via pixabay.com

Sama seperti keahlian lain, semuanya perlu latihan. Jangan buru-buru mau melakukan langkah besar. Mulai dulu dari yang kecil. Sebagai contohnya, kamu susah untuk mengingatkan orang lain untuk enggak merokok di tempat umum padahal kamu alergi asap rokok.

Kamu enggak usah buru-buru menegur semua yang merokok di tempat yang enggak seharusnya. Mulai dulu dari mengingatkan orang yang dekat denganmu untuk enggak merokok.

Apakah kamu memiliki batasan pribadi? Yuk share batasan pribadimu tersebut di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply