3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu

Industri fashion yang glamour dan bergerak cepat seakan memaksa orang untuk tetap mengikutinya dan hidup konsumtif. Enggak peduli gaji bulan ini sudah habis atau baju di lemari sudah menumpuk. Kalau ada tren terbaru banyak yang ngotot belanja untuk tetap up-to-date dan fashionable.

Sayangnya, obsesi kita untuk mengejar mode menghasilkan berbagai dampak yang sangat buruk. Untungnya, kini mulai banyak orang yang menciptakan solusinya, yaitu slow fashion. Yuk baca serba-serbinya.

1. Apa itu Slow Fashion?

3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu
via static1.squarespace.com

Industri fashion yang umum kita temui sehari-hari dinamakan fast fashion. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan model bisnis fashion yang umum diterapkan di dunia saat ini. Perusahaan mereka ulang produk adibusana yang sangat mahal dan terbatas dengan menekan biaya semurah mungkin untuk diproduksi secara masal.

Slow Fashion adalah kebalikan dari fast fashion, yaitu pergerakan yang mengutamakan produksi, dan pembelian benda fashion dengan mengutamakan kualitas serta ketahanan. Bukan itu saja, gerakan ini juga mendukung produksi baju yang lebih lambat, upah pekerja yang layak, dan jejak karbon yang minimal (idealnya zero waste).

Transparansi proses produksi juga sangat penting untuk pergerakan ini sehingga konsumen tahu bagaimana produk dibuat. Perusahaan-perusahaan slow fashion menggunakan cara-cara yang ramah lingkungan, dan etis, untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang tahan lama. Biasanya harga produk menjadi sedikit lebih mahal, namun manfaatnya bagi pembeli dan sekitar sangatlah besar.

2. Mengapa kamu perlu beralih?

Industri fashion saat ini dihasilkan dalam jumlah banyak, dalam waktu sangat cepat dan harga yang murah. Dengan harga murah dan tren fashion yang terus berubah membuat orang gampang tergoda untuk membeli produk yang enggak dibutuhkan. Konsumerisme berlebihan ini menghasilkan banyak masalah bagi individu maupun sekitar. Padahal slow fashion memiliki manfaat lebih besar.

3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu
via cdn3.gbtimes.com

Lingkungan hidup

Industri fashion saat ini adalah penyebab terbesar ke dua untuk polusi bumi setelah minyak bumi. Sumber daya yang terus menerus diserap dalam jumlah sangat besar untuk produksi masal, serta limbah dan polusi yang dihasilkan merupakan ancaman serius bagi alam.

Kapas sebagai bahan baku pakaian misalnya, menguras cadangan air bumi untuk ladang kapas di dunia. Limbah industrinya seperti pestisida, pewarna baju, dan sampah serat sintetis yang enggak bisa terurai memperburuk keadaan. Belum lagi baju-baju yang enggak terserap pasar atau yang sudah enggak digunakan lagi. Jadi apa? Tentu saja menambah tumpukan sampah dunia.

3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu
via staticflickr.com

Hak Asasi Manusia

Masih ingat kan skandal bisnis baju Ivanka Trump yang menggaji upah buruh enggak manusiawi ke penduduk Subang? Hal yang sama terjadi di hampir semua perusahaan fashion saat ini.

Untuk menekan biaya semurah mungkin dan produksi secepat mungkin, perusahaan-perusahaan fast fashion menggunakan cara apapun. Sebagian besar menggunakan cara-cara produksi yang melanggar hak asasi manusia. Bahkan, fast fashion menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk pekerja anak, perbudakan modern dan perdagangan manusia.

Banyak perusahaan-perusahaan yang menyangkal hal ini, namun riset dari Stephanie Hepburn dan Rita J. Simon’s yang tertuang dalam buku “Human Trafficking Around the World Hidden in Plain Sight.” memperlihatkan yang sebaliknya.

3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu
via maxpixel.freegreatpicture.com

Manfaat keuangan jangka panjang

Produk-produk fashion yang dibuat dengan cara ini memang lebih mahal, karena perusahaan memberikan upah yang layak dan menggunakan cara-cara yang etis. Namun, secara jangka panjang kamu malah akan untung.

Kualitas barang yang bagus dan tahan lama membuatmu enggak harus sering-sering beli baju baru karena rusak. Selain itu, kamu jadi enggak konsumtif karena mengejar mode sehingga hidupmu jadi jauh lebih hemat.

3. Bagaimana mempraktekkannya?

3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu
via i-d-images.vice.com

Untuk mulai mengerem diri saat lihat ada diskon atau tren baru muncul memang awalnya susah. Namun dengan perubahan pola pikir, kamu makin lama akan semakin terbiasa. Kalau sudah mantap kamu bisa mulai mengubah caramu membeli produk fashion.

Cari tahu apakah perusahaan yang memproduksi baju, tas dan sepatumu menggunakan cara-cara yang etis, manusiawi dan ramah lingkungan. Cara termudah adalah dengan melakukan riset di internet. Kamu juga bisa mencoba beberapa aplikasi seperti GoodGuide yang memberikan panduan mengenai produk yang akan kamu beli dengan memindai bar code pada label.

Kalau kamu belum punya anggaran lebih atau belum menemukan produk yang kamu yakin benar memproduksi baju secara etis, kamu bisa berbelanja barang bekas atau second-hand. Selain lebih murah, kamu juga ikut mengurangi tumpukan baju enggak terpakai yang ada di bumi.

3 Serba-Serbi Slow Fashion untuk Merevolusi Fashion Sense-mu
via jakpost.net

Di Indonesia tren ini ternyata juga sudah mulai masuk. Kalau kamu tertarik untuk mulai menjadi penggiat slow fashion, kamu bisa melihat berbagai merek slow fashion Indonesia ini. Selamat mencoba!


 

Leave a Reply