3 Acuan Utama Pengaturan Keuangan

Keuangan adalah hal yang penting dan seringkali menjadi landasan utama dalam menopang segala kegiatan kita setiap hari. Walaupun ada pepatah yang mengatakan “ Uang bukanlah segalanya” namun tanpa uang segalanya bisa jadi serba salah. Percaya atau tidak, itulah yang seringkali kita alami. Betul kan?

Oleh sebab itu diperlukan acuan utama pengaturan keuangan agar kamu tidak kelabakan mengelola simpanan masa depan maupun keuangan sehari-hari. Singkat cerita, keuangan sebetulnya mengacu pada 3 hal berikut ini:

1. Kebutuhan

via wikipedia.org

Setiap manusia tentu punya yang namanya kebutuhan, baik jasmani maupun rohani yang berbeda jenis, tingkat dan jumlahnya. Kebutuhan juga merupakan motivasi utama bagi setiap orang. Oleh karena itu maka pertukaran barang, jasa serta keahlian pun terjadi yang kemudian kita sebut dengan perdagangan. Dan perdagangan di zaman modern ini dinilai dengan sejumlah nominal uang.

Pertukaran kebutuhan atau perdagangan yang terus berkembang ini, menyebabkan orang lain mulai melintas dari satu lokasi ke lokasi lain. Mulai dari jalan kaki yang di tempuh, terus berlanjut menggunakan tenaga hewan hingga berbagai kendaraan tercipta dan menciptakan kebutuhan baru. Pada perkembangannya kebutuhan ciptakan oleh beragam individu akibat dari perkembangan sistem perdagangan. Contohnya bila kita hidup di zaman purba, apakah terpikirkan kita butuh sepeda motor? Sobat pembaca tentulah tahu jawaban nya.

Mengetahui kebutuhan kita yang harus terpenuhi merupakan modal awal merancang perencanaan keuangan kita secara berkala, tepat dan teratur. Tak jarang kita mengalami kesulitan keuangan karena kita tak mengenal betul apa yang menjadi kebutuhan kita. Intinya, untuk mengatur keuangan dengan baik maka harus dengan baik pula kita mengetahui apa saja kebutuhan kita saat ini, esok, lusa dan waktu waktu mendatang. Bagi yang tidak butuh uang cobalah pelajari lagi tentang kebutuhan diri pribadinya. Betul tidaknya silakan direnungkan.

2. Penghasilan

via pxhere.com

Setelah kita mengetahui kebutuhan kita tentu saja memerlukan pemikiran dan upaya dalam mencari pendapatan agar kebutuhan yang kita miliki dapat tercukupi dengan baik. Jika pendapatan kita melampaui jumlah kebutuhan yang sudah kita ketahui maka kita berada dalam ruang lingkup lebih, sehingga tak jarang kebutuhan baru sebagai tambahan sering muncul atau tercipta. Namun jika ternyata kemampuan kita menggapai pendapatan berada di bawah kebutuhan yang kita ketahui tersebut, maka tentu saja kita harus lebih ekstra lagi berpikir dan bertindak untuk memenuhinya.

Sebagian orang berupaya keras mencari jalan atau cara guna bisa memiliki pendapatan diatas kebutuhan, lalu sebaik mungkin mengatur pemenuhan kebutuhan tersebut satu demi satu hingga semua yang di butuhkan bisa terpenuhi. Sebagian lagi, mencari akal dan mengurangi pemenuhan berbagai kebutuhan yang ada hingga waktu demi waktu di lewati dengan mengutak atik kebuutuhan yang pemenuhan nya di kurangi dan di cukupi silih berganti.

Nah di mana posisi kita? Apakah kita berada di kelompok yang berupaya keras menambah pendapatan atau ada pada kelompok yang berusaha mengurangi kebutuhan? Semua pengaturan bisa kita tentukan sendiri. Walaupun pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan namun perubahan nasib tidak diberikan oleh Tuhan tanpa ada upaya dari kita.

3. Keseimbangan

via pxhere.com

Keseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan yang ada harus kita cermati betul. Karena jika tak terjadi keseimbangan antara pendapatan dan kebutuhan maka kita dituntut untuk melakukan pengaturan agar bisa seimbang dan setiap langkah yang kita jalani tidak sia-sia.

Jika kebutuhan berada di bawah penghasilan, maka kita harus mawas diri untuk tidak berfoya-foya, karena kehidupan ini seperti roda yang berputar. Kita tidak berada hanya pada satu sisinya, kadang kita di atas dan kadang kita di bawah

Jika kebutuhan berada di atas penghasilan, maka kita mesti secermat mungkin menurunkan kebutuhan yang bisa di tunda dan mendahulukan kebutuhan pokok. Bila kita sedang dalam posisi ini, maka ini adalah waktu yang tepat untuk belajar kembali. Belajar dalam mengatur pemenuhan kebutuhan serta menambah wawasan agar ilmu kita bertambah. Tuhan akan mengangkat derajat orang orang yang berilmu.

Nah tiga hal tersebut adalah apa yang bisa saya rangkum dari pengamatan banyak orang dan yang selama ini  saya alami sendiri. Mungkin kamu juga bisa mengambil sedikit pelajaran. Ayoo belajar lagi.


 

Leave a Reply