Penjurian Administrasi Wirausaha Muda Mandiri 2018

Bank Mandiri tentu memiliki komitmen untuk membantu menciptakan ekosistem usaha yang sehat di Indonesia. Oleh sebab itu Bank Mandiri mengembangkan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) untuk mendukung usaha-usaha baru dan bisa menjadi mitra dalam pertumbuhannya. Proses seleksi WMM 2018 kini sudah sampai pada tahap penjurian administrasi.

Pada tahap penjurian administrasi Wirausaha Muda Mandiri 2018 ini ada beberapa kriteria yang ditetapkan oleh tim WMM untuk menyeleksi para kandidat. Beberapa di antaranya adalah aspek kewirausahaan, aspek pengelolaan bisnis, sosial, personality dan lain-lain yang dianggap cocok untuk mewakili sosok wirausaha muda. Mereka adalah entrepreneur yang sudah punya bisnis dan punya potensi untuk jadi besar. Apa saja sih yang terjadi di tahapan seleksi ini? Yuk baca terus.

 

Proses seleksi sebelumnya adalah seleksi administrasi, yaitu paper based selection yang dilakukan untuk dapat memproses semua peserta dari seluruh pelosok Indonesia. Pada tahapan seleksi ini peserta mengirimkan kelengkapan persyaratan teknis seperti ijin usaha, NPWP, SIUP, dan lain-lain untuk diseleksi tim WMM.

Sedangkan pada Penjurian Administrasi para juri dari berbagai pemangku kepentingan dan bidang menyeleksi summary paper yang disertakan pada seleksi administrasi oleh para peserta. Summary paper ini menjelaskan ide bisnis dan kondisi usaha mereka.

 

Salah satu juri yang mendapatkan undangan untuk penjurian administrasi ini adalah Muhammad Setiawan Kusmulyono, M.M., Manajer Program S1 Business, Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya serta pengajar Kewirausahaan dan Kreativitas. Universitas Prasetiyo Mulya diundang oleh WMM sebagai salah satu universitas yang berpengalaman di bidang bisnis dan bisa mendukung WMM untuk menyeleksi kandidat-kandidat berkualitas.

Muhammad Setiawan sendiri mencari sosok yang, memiliki tiga kualitas. Pertama kandidat perlu memiliki nilai tambah untuk bisnisnya atau memiliki sesuatu yang baru bagi pasar. Ke dua, dia memiliki potensi untuk tumbuh. Ke tiga adalah kemampuan berorganisasi dan memimpin orang lain karena menjadi seorang entrepreneur seperti mengelola organisasi. Bisnis tidak bisa one man show. Ke empat adalah kondisi keuangan dari bisnisnya.

Sedangkan untuk penulisan paper, pemilihan kata yang tepat menjadi salah satu penentu dari sukses atau tidaknya seorang calon peserta lolos seleksi administrasi. Muhammad Setiawan mencari peserta yang mampu mengelaborasi penjelasannya dengan baik dan jelas.

 

Herwanto S. Prabowo, Kasubdit Modal Ventura Bekraf, adalah juri berikutnya dalam penjurian administrasi WMM ini. Beliau banyak memfasilitasi startup-startup di Indonesia terutama digital startup. Kapasitas beliau adalah membantu untuk mencapatkan calon-calon yang nantinya akan terpilih sebagai yang terbaik dan akan mendapatkan pembinaan dari Bank Mandiri.

Proses penjurian yang dilakukan tentu saja mengikuti panduan yang sudah dibuat oleh tim WMM. Kriteria yang belaiu cari adalah kandidat yang memiliki solusi yang dapat diterima oleh user atau konsumen.

Harapannya para kandidat terpilih akan menjadi perusahaan yang terus bisa berkembang secara skalabilitas dan kualitasnya dengan pengalaman dan exposure yang akan didapat dari kompetisi ini. Dari fedback-feedback yang mereka dapat di WMM, mereka bisa terus menggali hal-hal yang yang harus mereka kembangkan.

 

Nurul Safitri, Kasubdit Inkubator Bisnis, Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) UI, adalah juri berikutnya yang ikut menyeleksi para kandidat WMM 2018. Bagi Nurul,  kandidat yang terpilih harus bisa menunjukkan kalau bisnis mereka dapat “diterima” oleh pasar. Mereka tidak sekedar ikut hanya untuk menunjukkan diri bahwa mereka bisa memenangkan WMM namun ingin ikut WMM untuk bisa meningkatkan bisnis mereka. Jadi mereka harus bisa meyakinkan kita para juri lewat dokumen atau proposal yang diberikan.

Poin ke dua adalah memiliki impact sosial yang bagus ke masyarakat. Mereka tidak sekedar ikut-ikutan bisnis-bisnis yang sudah ada. Mereka memiliki nilai lebih dari produk atau bisnis mereka.

Poin lainnya adalah konsistensi. Karakter wirausahawan akan terlihat ketika ia menjelaskan bisnisnya, dan keuletannya menjalankan bisnisnya. Sehingga terlihat step by step dan visi bisnisnya secara jangka panjang.

Wah seru juga ya. Kita doakan saja kandidat yang terbaik yang menang. Kalau ekosistem bisnis di Indonesia berkembang sehat, yang untung segenap bangsa dan negara juga kok. Semangat!


 

Leave a Reply