Kredit Pendidikan Bank Mandiri: Kemudahan Dana Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa

Kalau kita berbicara soal pendidikan, pasti identik dengan kemajuan negara dan kualitas suatu bangsa. Tingkat kemajuan suatu negara memang sangat berkaitan erat dengan pendidikan dan kualitas sumber daya manusianya. Semua negara maju pasti memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Itu sebabnya, Presiden Joko Widodo meminta agar perbankan menyediakan fasilitas kredit pendidikan atau student loan yang dapat memberikan kemudahan akses untuk mendapatkan pinjaman dana pendidikan. Bank Mandiri menjawab tantangan ini dengan mengembangkan produk Kredit Pendidikan Bank Mandiri bersama Universitas Gadjah Mada. Program ini ditujukan kepada mahasiswa jenjang S-1, S-2, dan S-3 di Universitas Gadjah Mada. Cicilannya pun cukup murah, mulai dari Rp 400.000 per bulan.

 

Kredit Pendidikan Bank Mandiri: Kemudahan Dana Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa
via bankmandiri.co.id

Student loan adalah pinjaman yang ditawarkan pihak perbankan kepada siswa untuk melunasi biaya yang berhubungan dengan pendidikan, seperti biaya kuliah, tempat tinggal atau buku pelajaran. Biasanya pinjaman ini memiliki suku bunga yang lebih rendah dari pinjaman yang lain.

Produk kredit pendidikan sebenarnya sudah umum di negara maju, namun merupakan konsep baru di Indonesia. Produk keuangan di Indonesia yang berhubungan dengan pendidikan memang baru asuransi pendidikan atau kredit tanpa agunan yang bisa digunakan untuk tujuan apapun termasuk pendidikan.

Kredit pendidikan yang dirilis oleh Bank Mandiri ini dirancang untuk memudahkan mahasiswa. Fitur-fiturnya antara lain adalah persyaratan yang mudah, penentuan limit kredit sesuai kebutuhan akademik, suku bunga rendah, pembayaran berjenjang sesuai pola pendapatan dunia kerja, serta penggunaan kredit yang fleksibel untuk pembelian alat penunjang pendidikan seperti laptop dan sejenisnya.

Untuk memperoleh kredit pendidikan Bank Mandiri, mahasiswa calon debitur akan diseleksi secara internal di universitas untuk mendapatkan calon yang paling unggul. Kriterianya antara lain adalah indeks prestasi yang tinggi serta latar belakang pendidikan.

 

Kredit Pendidikan Bank Mandiri: Kemudahan Dana Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa
via flickr.com

Penyaluran kredit pendidikan akan dilakukan dengan tiga skema, yaitu skema Mahasiswa Bidikmisi (Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi), skema Mahasiswa entrepreneur atau UKM Berprestasi, serta skema untuk Dosen.

Untuk skema kredit pendidikan bagi mahasiswa Bidikmisi, fitur yang disiapkan dalam Kredit Pendidikan Bank Mandiri adalah limit kredit maksimal sebesar Rp 75  juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun dan indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai minimal 3,5. Sedangkan fitur kredit pendidikan untuk mahasiswa entrepreneur atau yang memiliki Usaha Kecil Menengah (UKM) berprestasi adalah limit kredit maksimal sebesar Rp 100 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun dan indeks prestasi kumulatif mencapai minimal 3,25. Fitur kredit pendidikan untuk dosen UGM dengan limit kredit maksimal sebesar Rp 200 juta dengan tenor maksimal selama 10 tahun atau disesuaikan dengan usia pensiun dan angsuran maksimal sebesar 70% dari income per bulan,

Bank Mandiri belum membeberkan target kredit pendidikan ini dan masih mengkaji besaran kredit yang disesuaikan dengan biaya kuliah per bidang studi. Apalagi biaya kuliah berbeda-beda tergantung bidang studi yang dipilih. Namun, yang pasti kredit berbunga 6% tersebut bebas biaya provisi dan administrasi kredit serta sudah termasuk asuransi jiwa.

 

Kredit Pendidikan Bank Mandiri: Kemudahan Dana Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa
via wikimedia.org

Untuk pembayaran angsuran, mahasiswa akan diberikan tiga pilihan, yakni pembayaran angsuran dimulai setelah mahasiswa bekerja, pembayaran angsuran secara berjenjang dimulai sejak mahasiswa kuliah atau pembayaran angsuran secara normal dimulai sejak mahasiswa kuliah.

Untuk saat ini, Bank Mandiri masih merancang pemotongan gaji penerima dana bantuan kredit pendidikan. Bank Mandiri harus mendapatkan akses oleh perusahaan untuk memotong gaji orang yang sebelumnya menerima student loan untuk membayar pinjamannya.

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh bank adalah ketika penerima pinjaman pendidikan telah menyelesaikan studinya dan pindah domisili ketika bekerja. Padahal Bank membutuhkan akses perusahaan tempat penerima kredit pendidikan bekerja untuk membayar cicilannya.

Nomor Induk Kependudukan (NIK) sangat penting agar Bank harus bisa melacak keberadaan penerima kredit setelah lulus. Oleh sebab itu, integrasi data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang baik sangat penting. Dengan data yang ada maka bank bisa lebih mudah dan jelas dalam memberikan kredit pendidikan bagi penerima kredit yang benar-benar tepat.

Kredit pendidikan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses pendidikan lebih tinggi. Pengembangan Kredit Pendidikan Bank Mandiri ini juga dapat menggeser proporsi kredit konsumtif ke produktif sekaligus memberikan nilai tambah kepada pendidikan.


 

Leave a Reply