8 Langkah Debt Diet untuk Bebas dari Belitan Hutang

Terbelit hutang adalah salah satu ketakutan terbesar dari semua orang. Bayangkan rasanya hidup dalam ketakutan dari bulan ke bulan berusaha memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membayar hutang yang entah kapan terbayar. Banyak yang cukup bijak mengelola keuangannya dan terbebas dari hutang. Sayangnya, banyak yang masih terjerat hutang karena satu dan lain hal.

Buat kamu yang saat ini kurang beruntung dan memiliki hutang. Kini saatnya kamu mulai mengelola keuanganmu. Coba 8 langkah Debt Diet untuk bebas dari hutang ini agar kamu secepatnya bisa bernapas lega.

Langkah 1: Rinci jumlah hutangmu

via pixabay.com

Untuk menyelesaikan masalah, kamu harus jujur apa masalahmu. Rinci dan jabarkan semua hutangmu. Secepatnya kamu bisa mengetahui jumlah keseluruhan hutangmu, makin cepat juga kamu untuk mulai merencanakan pembayaran hutang. Kalau kamu sudah menikah, cari tahu juga apakah dia memiliki hutang. Gunakan formulir ini sebagai panduan.

Langkah 2: Cermati pengeluaranmu untuk menyisihkan uang pelunasan hutang

via media.defense.gov

Setelah kamu mengetahui jumlah hutangmu, kini waktunya untuk merinci pengeluaran. Tanpa disadari kamu sering melakukan pengeluaran kecil yang sebenarnya sangat berguna untuk ditabung bagi pelunasan hutang. Pengeluaran semacam ini dinamakan latte factor.

Bayangkan kalau kamu menabung uang sebanyak 50 ribu per hari yang biasanya kamu gunakan untuk membeli kopi di kafe. Dalam setahun kamu bisa menabung 18.250.000 rupiah! Gunakan formulir ini sebagai panduan merinci pengeluaranmu.

Hal yang pertama harus kamu rinci adalah pengeluaran primer dan kewajiban yang enggak bisa dihilangkan seperti makanan, biaya sewa atau kredit rumah, pajak, dan lain sebagainya. Bedakan kebutuhan dengan keinginan.

Misalnya untuk makanan, kamu enggak perlu beli makanan di pasar swalayan yang harganya selangit. Padahal kamu bisa sedikit bersusah-susah dengan membeli di pasar tradisional dengan harga yang sangat murah. Kalau kamu memiliki anggota keluarga yang harus dibiayai, minta mereka merinci pengeluaran sama seperti yang kamu lakukan.

Langkah 3: Pelajari aturan main kartu kredit

via pixabay.com

Kartu kredit adalah salah satu penyebab terbesar dari hutang. Karena kemudahan berbelanja dan berbagai promo menarik, orang jadi semakin konsumtif. Belum lagi bunga yang harus dibayar kalau telat membayar.

Segera pangkas jumlah kartu kredit yang kamu miliki. Semakin sedikit kartu kredit yang kamu miliki semakin baik. Semakin banyak kartu kredit yang kamu miliki, semakin besar kemungkinan kamu berbelanja dan terkena bunga karena terlambat membayar.

Kalau kamu sudah memiliki hutang kartu kredit, segera buat daftar untuk saldo terutang saat ini di setiap rekening kartu kreditmu. Buat prioritas kartu kredit yang harus dibayar berdasarkan kartu kredit dengan bunga tertinggi kalau enggak melakukan minimum pembayaran bulanan.

Namun jangan berhenti sampai membayar minimum pembayaran saja. Mulailah membayar hutangmu dengan cara mencicil menggunakan uang yang berhasil kamu sisihkan.

Langkah 4: Setop pengeluaran

via staticflickr.com

Debt diet sangat mengutamakan hal-hal kecil yang bisa membuatmu berhenti memboroskan uang. Segera stop mengeluarkan uang untuk hal-hal enggak penting dengan berbagai langkah sederhana seperti di bawah ini:

  • Tinggalkan kartu kreditmu di rumah. Cukup bawa kartu debit di dompet dan usahakan selalu membayar tunai.
  • Jangan menerima kenaikan jumlah penggunaan kartu kredit.
  • Jangan tergoda oleh penawaran dan promosi kartu kredit seperti mengumpulkan poin pembelian untuk hadiah.
  • Bayar tagihan kartu kredit tepat waktu untuk menghindari biaya keterlambatan.
  • Jangan melakukan pengeluaran yang tagihannya enggak bisa kamu bayar di akhir bulan.
  • Buat dana khusus untuk acara-acara seperti hadiah, liburan, hari peringatan, dan lain sebagainya.
  • Beritahu teman tentang rencanamu membayar hutang untuk mendapatkan dukungan.
  • Jangan ambil uang dari ATM lebih dari 1 kali seminggu.
  • Manfaatkan bakat dan keterampilanmu untuk dibarter dengan barang dan jasa yang bisa mengurangi pengeluaranmu.
  • Gunakan sistem amplop untuk mengatur pembelanjaan bulananmu.
  • Cari mitra untuk membantumu disiplin melakukan pelunasan hutang.

Langkah 5: Buat rencana pengeluaran bulanan

via pixabay.com

Setiap orang perlu membuat rencana pengeluaran bulanan. Terutama kalau kamu sedang terbelit hutang. Rencana pengeluaran bulanan ini harus sudah selesai dibuat 15 hari sebelum bulan baru mulai. Dengan begitu kalau ada pengeluaran enggak terduga, kamu bisa melakukan penyesuaian atau mencari pemasukan tambahan untuk anggaran bulan berikutnya.

Agar kamu lekas terbebas dari hutang, kamu perlu menusun anggaran dengan biaya serendah mungkin. Gunakan formulir ini sebagai panduan. Berikut adalah tips tambahan:

  • Kalau kamu memiliki pendapatan lebih dari satu sumber, tentukan pengeluaran apa saja yang harus dibayar dari sumber pendapatan tersebut. Lalu perlakukan anggaran dari tiap pendapatan seperti biasa, yaitu dengan menghemat sebanyak mungkin.
  • Lihat kalender dan catat kejadian spesial yang mungkin memerlukan biaya.
  • Buat anggaran dengan menentukan jumlah minimum yang bisa dikeluarkan tanpa membuat hidupmu susah.
  • Sisihkan dana darurat untuk kebutuhan tak terduga
  • Hitung jumlah uang yang tersisa setelah mengurangi total pendapatan dengan total pengeluaran.
  • Ikuti “Hukum Murphy” yang mengatakan bahwa hal yang enggak diinginkan dapat terjadi setiap saat (kecelakaan, mobil rusak) sehingga kamu perlu menambahkan 10 persen ke dalam rencana pengeluaran setelah semua biaya pengeluaran dan dana darurat ditotal.
  • Gunakan sisa uang untuk mencicil pelunasan hutang.

Langkah 6: Ambil langkah besar untuk mengembangkan pendapatanmu

via pixabay.com

Jika kamu masih belum menemukan titik cerah untuk melunasi hutangmu walaupun kamu sudah disiplin melakukan pengetatan anggaran dan penghematan, berarti kamu perlu melakukan perubahan besar. Seperti mencari pekerjaan dengan gaji lebih besar atau mulai menggunakan transportasi umum. Selain itu kamu juga bisa menjual barang-barang berharga yang tidak esensial.

Langkah 7: Membuat prioritas pelunasan hutang

via staticflickr.com/

Kalau kamu memiliki hutang di berbagai tempat, kamu perlu membuat prioritas pelunasan hutang. Hal ini dapat membuat proses pelunasan hutangmu lebih terkendali. Berikut adalah prioritas pelunasan hutang yang perlu kamu lakukan:

  1. Hutang terjamin. Ini adalah jenis hutang yang harus menjadi prioritas utama karena kalau enggak bisa dibayar maka hartamu yang menjadi jaminan bisa disita. Jaminan ini biasanya berupa harta berharga seperti rumah, mobil, dan lain sebagainya.
  2. Hutang pada layanan yang kamu sangat perlukan. Ini adalah jenis hutang yang layanannya perlu kamu gunakan terus dan kalau kamu enggak bayar maka layanan bisa dihentikan. Contoh dari hutang ini adalah tunggakan BPJS, hutang pada dokter tertentu yang layanannya sangat menetukan kesehatanmu, dan lain sebagainya.
  3. Hutang tak terjamin berbunga. Ini adalah jenis hutang yang tidak memakai jaminan namun memiliki bunga, misalnya hutang kartu kredit ketika enggak mampu membayar pembayaran minimum bulanan.
  4. Hutang tak terjamin tanpa bunga. Ini adalah jenis hutang yang tidak memakai jaminan dan tanpa bunga seperti tagihan medis, uang dari pemodal bisnis.
  5. Hutang pada teman dan keluarga. Walaupun hubungan kerabat dan pertemanan enggak bisa dijadikan alasan untuk santai dalam membayar hutang. Namun kamu bisa menaruhnya pada prioritas akhir karena resikonya yang lebih kecil. Diharapkan kamu bisa meminta pengertian mereka dengan memberikan mereka tenggat waktu dan kepastian bahwa kamu akan membayar hutang tersebut. Kalau perlu, tunjukkan pada mereka rencana keuangan yang kamu buat.

Langkah 8: Pahami masalah pengeluaranmu

via pixabay.com

Setiap masalah pasti ada ujung pangkalnya. Terutama masalah hutang. Jika kamu terbelit hutang, berarti ada yang salah dengan pola hidupmu. Perhatikan kebiasaanmu ketika melakukan pengeluaran yang akhirnya membuatmu terbelit hutang.  Apakah kamu cenderung banyak belanja ketika bersama teman-temanmu? Atau kamu sering melakukan keputusan keuangan yang salah saat stres?

Dengan mengetahui persoalannya kamu bisa mencari solusinya. Kamu bisa mencari penasihat keuangan untuk merinci kebiasaan keuanganmu atau kalau kamu ingin berhemat dan menikmati prosesnya. Selain itu kamu bisa mengedukasi dirimu sendiri dengan membaca dan mencari informasi sendiri.

Apakah kamu punya tips lain untuk terbebas dari belitan hutang? Yuk share tipsmu di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply