Tips Cara Membuat Buku Catatan Keuangan Pribadi

Masih banyak orang yang membuat catatan keuangan pribadinya dengan menggunakan buku walaupun saat ini banyak sekali aplikasi keuangan yang dapat digunakan di dalam gawai. Ternyata, mencatat keuangan dengan menggunakan kertas dan pulpen jauh lebih efektif.

Selain melatih alam bawah sadar kita untuk terbiasa melakukan pencatatan keuangan, kita juga melatih otot motorik kita untuk menghitung dan menulis. Manfaat lainnya adalah kita akan terpacu untuk lebih kreatif agar membuat catatan keuangan lebih menyenangkan dan tertata rapi. Berikut adalah tips yang dapat kamu ikuti untuk membuat buku pengeluaran:

1. Desain buku

Keep it simple. Kamu enggak perlu membeli buku khusus akuntansi atau buku pencatatan keuangan. Kamu bisa membuat buku pengeluaran sendiri dengan menggunakan buku tulis biasa. Jangan lupa untuk memberikan judul pada kolom-kolom seperti contoh di bawah ini.

Tanggal: Kolom ini digunakan untuk menempatkan tanggal transaksi pendapatan atau pengeluaran yang terjadi. Kamu bisa tracing ke belakang.

Keterangan: Nama transaksi yang terjadi. Ketika kamu mendapatkan GAJI maka kamu bisa menaruhnya dengan nama GAJI. Sedangkan jika kamu mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu maka kamu dapat menaruhnya dengan nama item yang kamu beli seperti MAKAN SIANG.

Pendapatan: Nilai dari transaksi yang menyebabkan kas mu bertambah seperti Gaji, Pendapatan lain, Bonus, Penjualan Barang dan lain sebagainya.

Pengeluaran:  Nilai dari transaksi yang menyebabkan kas kamu berkurang untuk pembayaran atas barang atau jasa seperti Listrik, Transport, Makan, dan lain sebagainya.

Salso : Kolom ini adalah jumlah uang yang tersisa ketika pendapatan dikurangi pengeluaran.

Total : Kolom ini adalah jumlah pendapatan atau jumlah pengeluaran dari awal bulan sampai dengan akhir bulan.

2. Kumpulkan bukti pembayaran

Tips Cara Membuat Buku Catatan Keuangan Pribadi
Kumpulkan bukti pembayaran untuk disimpan sebagai arsip keuangan pribadimu via pixabay.com

Terkadang kita sulit mengingat uang yang sudah kita keluarkan. Jadi pastikan kamu menerima kwitansi atau struk bukti pembayaran agar sewaktu-waktu kamu bisa mengingatnya. Apabila kamu enggak menerimanya, kamu bisa membuatnya sendiri dengan memberikan tanggal, keterangan, jumlah uang yang dikeluarkan dan juga paraf kamu sendiri.

3. Catat di buku

Tips Cara Membuat Buku Catatan Keuangan Pribadi
Pastikan untuk mencatat setiap transaksi pendapatan dan pengeluaran ke dalam buku catatan keuanganmu via weisegeek.com

Mulailah mencatat pendapatan dan pengeluaran pada setiap awal bulan di tanggal 1. Dengan pencatatan awal bulan kamu akan mengetahui seluruh pendapatan dan pengeluaran kamu selama satu bulan. Setelah itu catat kwitansi atau bukti bayar pengeluaran uang ke dalam buku pengeluaran kasmu.

Apabila kamu enggak selalu membawa buku pengeluaran, kamu bisa mencatatnya di gawaimu terlebih dahulu. Kamu bisa melakukannya malam hari sebelum tidur atau pada saat akhir pekan. Ketika sudah terbiasa, kamu hanya membutuhkan waktu 5-10 menit saja untuk melakukannya.

4. Tempel bukti pembayaran

Tips Cara Membuat Buku Catatan Keuangan Pribadi
Tempelkan kwitansi yang kamu punya guna melacak transaksimu via pixabay.com

Bukti pembayaran bisa kamu lekatkan di dalam buku pada halaman khusus atau di buku yang berbeda. Kamu bisa melihat buku pengeluaran kas kamu dengan buktinya untuk mengevaluasi pengeluaran kamu selama sebulan.

5. Evaluasi dan penilaian

Tips Cara Membuat Buku Catatan Keuangan Pribadi
Evaluasi pengeluaran kamu setiap akhir bulan via brilio.net

Pada akhir bulan, lakukanlah evaluasi atas pendapatan dan penerimaan kamu selama sebulan kemarin. Kamu juga bisa memberikan penilaian terhadap pengeluaran kamu selama sebulan kemarin.

Jika di akhir bulan nilai pendapatan kamu lebih besar daripada pengeluaran maka kamu telah melakukan penghematan. Apabila pendapatan kamu sama dengan pengeluaran kamu, maka kamu harus berhati-hati karena kamu enggak mempunyai kas lebih untuk dana darurat. Sedangkan jika pengeluaran kamu telah melebihi pendapatan, berarti kamu sudah sangat konsumtif.

Pastikan sebelum melakukan pengeluaran pada awal bulan kamu sudah memisahkan dana tabungan dan dana darurat setiap bulannya. Jika dana kas yang tersisa sebesar 10% atau lebih, kamu bisa melakukan investasi dengan membeli saham atau investasi dalam bentuk emas.

Sederhana dan mudah bukan? Apakah kamu melakukan pencatatan keuangan dengan metode konvensional seperti yang sudah dijelaskan di atas?


 

Leave a Reply