Pelatihan Alumni Wirausaha Muda Mandiri: Menciptakan Identitas dalam Industri Fashion

Industri fashion merupakan salah satu dari 16 industri kreatif yang memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Perputaran ekonomi yang didorong oleh industri fashion di dunia bahkan bernilai 2,4 trilyun dolar! Itu sebabnya Bank Mandiri berkomitmen untuk menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda yang mampu membawa perubahan yang sehat, dinamis, dan inovatif pada industri fashion di Indonesia.

Pada hari Selasa tanggal 17 Juli 2018 lalu Bank Mandiri mengadakan pelatihan bagi alumni Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tahun 2018  untuk Pembinaan Fashion bertajuk “Naik Kelas”. Pelatihan Alumni Wirausaha Muda Mandiri untuk pembinaan fashion ini berbentuk pendampingan desain dan kualitas, peningkatan kompetensi SDM, sistem manajemen para pengusaha mode hingga presentasi karya baik dalam bentuk display maupun peragaan busana.

 

Tema pertemuan pertama dari rangkaian Pembinaan Fashion ini adalah “Menciptakan Identitas” dimana para peserta pelatihan diajak memahami pentingnya mengerti DNA fashion brand mereka. Workshop kewirausahaan ini dibawakan oleh narasumber top dalam dunia fashion.

Sebut saja Itang Yunasz yaitu perancang senior Indonesia yang dikenal sebagai pelopor fashion hijab Indonesia, Musa Widyatmodjo B.Sc., seorang fashion designer pendiri Musa Atelier, Herman Jusuf yaitu dosen seni rupa dan desain serta desainer tekstil, dan Amy Wirabudi pelaku fashion yang sudah aktif selama 25 tahun di dunia fashion dan lifestyle.

 

 

Suatu brand dapat dikatakan memiliki identitas jika konsumen dapat mengenal suatu brand bahkan sebelum mereka membaca keterangan apapun. Konsumen akan merasa familiar jika tiap kali melihat suatu brand, mereka langsung dapat mengenalinya dari sekian banyak brand lainnya. Sedikit-demi sedikit akan muncul ikatan dan akan menjadi pelanggan setia dari brand tersebut

Desain adalah sesuatu yang sangat visual sehingga identitas brand dapat terlihat baik dari jenis gambar, pemilihan warna, maupun tata letak brand. Oleh sebab itu produk fashion harus memiliki identitas brand. Ide, misi, dan visi para wirausahawan harus tercermin pada desain produk fashion mereka yang sudah harus ditentukan dari awal.

Tentu saja para peserta pelatihan diberikan tools-tools untuk menentukan dan membuat identitas brand mereka. Yaitu dengan menggunakan pertanyaan 5W 1H dan Identity Board.

Sama dengan prinsip bisnis pada industri lainnya, salah satu prinsip desain dan penentuan identitas brand terpenting adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan 5W dan 1H, yaitu:

  • Who are you? : nama brand, makna brand, sejarah brand;
  • What is your product? : apa yang diproduksi, apa keunikannya, cerita di balik produk;
  • When do you start? : kapan memulai usaha, kapan mulai memasarkan produk di pameran, online, dan lain-lain;
  • Where is your company? : dimana perusahaan berada, dimana produksinya, dimana memasarkan produk;
  • Why do you choose this business? : alasan memilih usaha ini, visi, misi;
  • How is the condition? : bagaimana kondisi bisnis saat ini, apa rencana ke depan untuk bisnis ini.

 

#AlumniWMM : @yasasinggih – We are working hard to be the pride of Indonesia

A post shared by Wirausaha Muda Mandiri (@wirausahamudamandiri2017) on

Salah satu cara lainnya untuk memastikan brand dapat terlihat kohesif adalah dengan membuat identity board yang dapat dilihat setiap saat oleh semua anggota tim dalam bisnis. Identity board adalah rangkuman visual untuk panduan mendesain brand dan produk. Hasilnya bisa berupa iklan, konten blog, katalog, tampilan website, dan lain sebagainya.

Itu sebabnya para peserta pelatihan mendapatkan sesi simulasi membuat identity board agar mampu menciptakan identitas brand produk mereka dengan baik. Dalam membuat identity board mereka diajarkan untuk memperhatikan pemilihan warna, material, motif, tekstur, bentuk, teknik, karakter, ikon produk, gaya hidup, dan konsumen. Setelah itu mereka membawa produknya dan identity board yang mereka buat untuk di-review para narasumber.

Para peserta Pembinaan Fashion WMM juga diajarkan mengenai fashion industry structure, fashion design structure, Business cycle, dan kriteria logo yang baik untuk memperkuat brand identity mereka. Diharapkan dengan pelatihan Alumni WMM untuk pembinaan fashion ini usaha ‘iseng’ bisa menjadi usaha profesional, dan usaha yang profesional menjadi mendunia.


 

Leave a Reply