5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Perlu Merelakan Bisnismu

Bagi seorang entrepreneur, memulai dan mengembangkan bisnis membutuhkan banyak energi, waktu dan sumber daya yang dicurahkan agar bisnis menjadi besar. Saking sulitnya, ada ribuan buku panduan dan motivator untuk menyemangati para entrepreneur agar enggak gampang menyerah. Namun, ada kalanya ada begitu banyak tanda untuk menutup bisnis dan merelakannya. Walaupun sulit untuk mengakui, apakah kamu melihat 5 tanda di bawah ini?

1. Hutangmu menumpuk

tanda untuk menutup bisnis
via pixabay.com

Salah satu tujuan utama suatu bisnis, bahkan sociopreneur sekalipun, adalah menghasilkan keuntungan. Tanpa keuntungan, bisnismu enggak akan bisa hidup dan pada akhirnya enggak akan menghasilkan kebaikan apa-apa.

Bisnis yang baru berjalan memang sangat jarang langsung menghasilkan keuntungan. Oleh sebab itu semua entrepreneur pasti harus memiliki modal awal untuk memulai dan menjalankan bisnisnya sampai akhirnya menghasilkan keuntungan.

Namun, bagaimana kalau kamu malah merugi dan akhirnya harus meminjam uang untuk menjalankan bisnismu sampai hutangmu menumpuk? Sepertinya sudah saatnya kamu mengevaluasi bisnismu dengan realistis dan kepala dingin.

Kamu harus menanyakan pada dirimu sendiri, kalau kamu enggak menggunakan uang pinjaman, apakah bisnismu akan tetap berjalan? Kalau jawabannya tidak, maka bisnismu jelas bermasalah. Uang pinjaman dalam hal ini termasuk pendanaan dari para investor dan sukses menggalang dana bukan berarti bisnismu sukses.

2. Kesehatanmu memburuk

tanda untuk menutup bisnis
via staticflickr.com

Michael W. Frishberg dan saudaranya mengalami masalah pelik dengan perusahaan yang mereka dirikan bersama, yaitu Cliffside Software. Setelah dua tahun berusaha untuk mencari klien dan gagal, akhirnya mereka kehabisan uang.

Akibatnya mereka harus melepas beberapa pegawai sehingga mereka harus mengambil alih pekerjaan tersebut. Setelah didirikan pada tahun 1993 akhirnya perusahaan mereka tutup pada tahun 2000. Keputusan tersebut mereka ambil setelah saudara Michael harus menjalani operasi pengangkatan usus besar karena terlalu banyak bekerja.

Kalau kamu merasa kesehatanmu memburuk, perubahan berat badan yang mengkhawatirkan, merasa lelah terus menerus, atau sakit-sakitan, maka kamu harus mulai mengevaluasi nilai dari bisnismu dalam hidup.Ada perbedaan besar antara kelelahan karena bekerja terlalu bersemangat dengan bekerja sampai kesehatanmu memburuk. Percaya deh. Apapun alasannya. Kesehatan itu terlalu mahal harganya.

3. Kamu sudah kehilangan semangat

tanda untuk menutup bisnis
via staticflickr.com

Awalnya, semua entrepreneur pasti akan bersemangat dengan bisnis yang mereka jalankan. Namun sebagai entrepreneur, kamu harus menjadi bos yang bertanggung jawab untuk segalanya. Ada kalanya, ketika hal ini terjadi, kamu jadi merasa kehilangan semangat.

Semua kamu jalankan secara autopilot. Menjalankan bisnis harus sesuai dengan apa yang kamu suka dan ada kalanya semangat awal mengaburkan kenyataan ini. Pada akhirnya, kamu harus menjalankan bisnis yang sesuai dengan passionmu dan meninggalkan bisnis yang membuatmu merasa hidup jadi enggak menyenangkan.

Secara jangka panjang, bisnis yang dijalani tanpa semangat enggak akan bisa berkembang maksimal. Lebih baik kamu menyalurkan energi untuk bisnis yang tepat untukmu.

4. Keadaan mentalmu memburuk

via pixabay.com

Setiap orang yang memutuskan untuk memiliki bisnis pasti bercita-cita untuk memiliki hidup yang lebih baik dan sesuai dengan impiannya. Setiap entrepreneur sukses adalah mereka yang menjalankan bisnis yang mereka suka. Dalam bisnis, kecintaan dan kesuksesan berjalan beriringan. Itu sebabnya banyak yang akhirnya memutuskan meninggalkan pekerjaanya untuk menjadi seorang entrepreneur.

Namun bagaimana kalau bisnismu malah membuatmu keadaan mentalmu memburuk? Kondisi ini tentu saja jauh berbeda dengan stres kerja karena alasan jelas seperti audit akhir tahun atau ketika pekerjaan sedang banyak. Stres enggak selalu jelek, karena ini hanyalah respon alamimu untuk mendorong agar terus maju.

Kalau kamu merasa stres tiap kali harus pergi ke tempat usahamu sama seperti ketika kamu harus pergi bekerja saat masih jad pegawai, kamu harus mulai berpikir. Buat apa kamu tetap melakukan bisnis yang membuatmu sama stresnya ketika memutuskan untuk berhenti bekerja?

5. Pelanggan tidak menyukai produkmu

via pixabay.com

Apakah bisnismu memberikan solusi bagi konsumen? Apakah inovasi yang kamu berikan dari bisnismu memudahkan hidup pelangganmu? Kalau jawabannya enggak, mungkin sudah waktunya kamu mengevaluasi bisnismu. Kepuasan pelanggan adalah kunci utama dari kesuksesan suatu bisnis.

Enggak peduli seberapa yakinnya kamu dengan kualitas produkmu, kalau hal ini enggak dirasakan oleh konsumen, tentu akan sia-sia. Setiap produk pasti memiliki potensi, namun kalau kamu sudah berusaha memperbaiki dan menjual produkmu sampai titik kamu seperti memaksa orang untuk membeli, rasanya sudah waktunya kamu dan bisnismu berubah, atau tutup sama sekali.

Apakah kamu tahu tanda-tanda lainnya? Yuk share di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply