Jangan Masukkan 10 Hal ini ke Dalam CV-mu!

Bagi kamu yang fresh graduate atau sedang mencari pekerjaan baru, pasti sedang getol mengutak-atik CV-mu. Semua orang pasti ingin membuat perusahaan yang akan dilamar terkesan dengan apa yang ada di dalam CV. Namun bukan berarti kamu bisa menulis dan memperindah CV sesuka hatimu. tetap ada aturan mainnya. Berikut adalah tujuh hal yang tidak boleh ditaruh di dalam CV-mu:

Jangan Masukkan 10 Hal ini ke Dalam CV-mu!
via pixabay.com

1.   Judul : CV

Pada saat membuat CV, jangan menaruh kata “CV atau Curriculum Vitae” di atas halaman CV-mu. Tulislah namamu di atas CV agar si pembaca dapat mengetahui segera CV siapa yang sedang ia baca. Hal ini juga akan mempermudah pencarian jika ada banyak CV di atas mejanya.

2.   Format yang tidak konsisten dan desain yang mencolok

Hindari format CV yang enggak konsisten dan desain yang mencolok. Selain itu hindari jenis fonts, margin, spasi, bullets, tanggal dan warna yang berbeda-beda pada halaman CV. Hindari juga penggunaan bold dan italic yang terlalu banyak. Ada baiknya format CV dibuat dengan rapi dan jelas dengan desain yang enak dilihat.

Jumlah lembar CV dianjurkan untuk enggak lebih dari 2 lembar. Jika kamu memiliki banyak pengalaman kerja yang membuat CV-mu lebih banyak dari dua lembar, maka kamu bisa menuliskannya tanpa menjabarkannya lebih detail.

3.   Tujuan yang Standar

Bagian objective adalah bagian dimana kamu bisa menuliskan tujuan kenapa kamu melamar ke perusahaan tersebut. Setiap pekerjaan pastinya menantang bukan? Jadi jangan tulis kalau pekerjaan yang ditawarkan adalah pekerjaan yang menantang. Ada baiknya kamu menuliskan tentang pengalaman dan kemampuan kamu yang diperlukan dan dapat berguna untuk pekerjaanmu nantinya.

4.   Header, footer, grafik, tabel

Jangan memasukkan namamu pada kolom header atau footer karena hal ini akan memunculkan namamu di setiap lembar halaman CV. Ini akan membuat si pembaca enggak fokus dalam membaca keseluruhan CV. Sedangkan untuk grafik dan tabel dianggap enggak memberikan kontribusi dalam menjelaskan CV. Jadi keduanya enggak perlu dimasukkan ke dalam CV.

5.   Kontak bisnis

Jangan menggunakan atau mencantumkan email bisnis atau telepon kantor di dalam CV-mu. Dengan melamar ke perusahaan baru, maka hal ini adalah urusan pribadimu. Jadi gunakan email dan telepon pribadimu untuk menjalin komunikasi.

6.   Nama atasan

Jangan mencantumkan nama atasan dari setiap pekerjaan yang sudah lampau. Hal ini enggak diperlukan untuk diketahui oleh perusahaan selanjutnya.

7.   Akun media sosial

Ada beberapa perusahaan dan bidang yang meminta kamu untuk aktif di media sosial. Namun untuk saat ini hanya akun media sosial yang berhubungan dengan profesionalitas seperti Linkedin yang dapat dicantumkan ke dalam CV. Jadi jangan cantumkan akun Instagram, Twitter, FB atau lainnya jika enggak berhubungan dengan pekerjaan.

8.   Bentuk Font yang fancy

Tulisan yang enggak formal tentunya sangat menarik dan indah untuk dilihat. Tapi untuk urusan formal, sebaiknya gunakan jenis tulisan yang formal dan mudah dibaca seperti Arial, Calibri, atau Times News Roman.

9.   Singkatan dan Istilah-istilah Alay

Jangan menggunakan singkatan dan istilah alay. Belum tentu pihak HRD akan mengerti apa yang dimaksud. Alih-alih dipanggil untuk diwawancara, CV kamu akan langsung disisihkan tanpa dilihat lagi.

10. Referensi

CV yang bagus akan menarik HRD untuk mengundangmu wawancara. Namun tentu koneksi atau referensi akan mempermudah kamu untuk mendapatkan pekerjaan. Jika tidak diminta referensi pada pengumuman loker, jangan menuliskan “Reference upon request”.  Kalau kamu tetap ingin mencantumkannya walau enggak diminta, ada baiknya untuk menghubungi referral-mu terlebih dahulu

Nah dari sepuluh hal yang enggak boleh dimasukkan ke dalam CV-mu, mana yang pernah kamu lakukan? Ayo belajar dari kesalahan.


 

Leave a Reply