7 Perbedaaan Keuangan Mikro dan Keuangan Makro

Kamu yang sudah lulus SMP pasti pernah dengar dong istilah keuangan mikro dan makro? Bahkan saat ini kamu mungkin bekerja di sektor keuangan yang jelas berkaitan langsung dengan istilah ini. Perbedaan keuangan mikro dan keuangan makro memang enggak hanya berkaitan dengan skala ekonominya saja. Terdapat pada beberapa hal yang sangat membedakan keduanya. Untuk lebih jelasnya baca terus 5 hal berikut ini:

1. Fokus

perbedaaan keuangan mikro dan keuangan makro
via pixabay.com

Keuangan mikro fokus pada individu dan menggunakan pendekatan komunitas untuk memberikan pelayanan keuangan bagi orang-orang ekonomi lemah yang tidak memiliki akses ke keuangan arus utama. Layanan keuangan mikro mencakup kredit mikro, mikrosfer, dan asuransi mikro.

Keuangan mikro bertujuan untuk membuat individu yang mandiri dengan menawarkan pendanaan, mengajarkan keterampilan, edukasi dasar-dasar pengelolaan uang dan cara kerja kredit. Selain itu juga mengajarkan cara terbaik untuk memanfaatkan arus kas, diberikan akses keuangan dan membangun sarana penghidupan yang stabil.

Sedangkan keuangan makro bekerja pada skala yang lebih besar dan ditujukan untuk keuntungan yang luas serta melibatkan banyak entitas. Keuangan makro berkaitan dengan ekonomi secara keseluruhan di tingkat regional maupun nasional.

Melibatkan penyusunan kebijakan, program seperti subsidi, atau pendanaan dan rencana pembangunan jangka panjang. Keuangan makro bertujuan untuk mengembangkan pembangunan ekonomi secara lebih luas.

Sebagai contoh, negara dengan dibantu oleh bank melalui kemitraan publik dan swasta dapat menawarkan bantuan jangka panjang untuk bisnis sehingga banyak penduduk lokal yang dapat dipekerjakan. Negara akhirnya mendapat keuntungan dari rencana jangka panjang ini karena penduduk yang bekerja akhirnya mampu membayar pajak.

2. Institusi

via pixabay.com

Lembaga keuangan mikro (LKM), kelompok swadaya, dan organisasi non-pemerintah (LSM) adalah penyandang dana utama di sektor keuangan mikro. Namun, bank sektor publik, organisasi nirlaba, dan perusahaan swasta pembiayaan konsumen juga mulai terlibat. Sedangkan, keuangan makro melibatkan entitas yang lebih besar seperti pemerintah, pemerintah daerah, perusahaan besar, bank, dan bisnis mapan.

3. Besarnya uang

via pixabay.com

Jumlah uang yang terlibat dalam pembiayaan keuangan makro jauh lebih besar dibandingkan dengan keuangan mikro. Skala operasinyapun sangat berbeda.

Keuangan mikro memberikan pinjaman sebesar 300 ribu bagi modal penjaja makanan untuk membuka warung makannya. Sedangkan keuangan makro melibatkan pembiayaan untuk proyek besar seperti bendungan atau pembangunan jalan yang dapat memberikan pekerjaan kepada ratusan pekerja selama beberapa tahun.

4. Jangka waktu

via pixabay.com

Keuangan mikro biasanya merupakan kegiatan berkelanjutan tanpa adanya tujuan akhir. Pinjaman seharga 100 ribu untuk seorang nelayan membeli jaring ikan mungkin dapat dinaikkan menjadi 1 juta untuk membantunya membeli kapal. Saat nelayan ini menjadi mandiri dan mampu melunasi pinjamannya, uang tersebut dapat dipindahkan ke individu lain yang memenuhi syarat.

Sedangkan pada proyek keuangan makro memiliki periode waktu yang pasti. Sebagai contoh, subsidi yang diberikan selama tiga tahun atau proyek pembangunan jalan yang harus selesai dalam lima tahun.

5. Jangkauan

via pixabay.com

Keuangan mikro bertujuan untuk membuat individu mandiri. Sebagai contoh, seorang penjahit dapat mengambil pinjaman sebesar 200 ribu untuk membeli mesin jahit. Seiring kemajuan bisnisnya, dia bisa membuka toko dan bahkan mempekerjakan beberapa pegawai.

Sedangkan, keuangan makro bertujuan untuk memperbaiki perekonomian secara keseluruhan. Misalnya, pemerintah menawarkan subsidi pupuk kepada semua petani kapas untuk meningkatkan budidaya kapas, membangun industri tekstil, dan membantu perekonomian banyak orang.

6. Resiko

via pixabay.com

Keuangan mikro memiliki resiko yang berasal dari individu. Pinjaman dalam keuangan mikro biasanya tidak didukung oleh jaminan karena jumlahnya kecil dan kurangnya akses terhadap agunan peminjam. Sedangkan keuangan makro menghadapi resiko dari penerapkan kebijakan yang tidak efisien atau program pemerintah yang gagal.

7. Jenis bantuan

via pixabay.com

Keuangan mikro menawarkan manfaat dengan persyaratan pinjaman. Misalnya, persyaratan mungkin menetapkan bahwa peminjam harus menyimpan sebagian dari pendapatan mereka untuk perencanaan masa depan atau tidak menggunakan pinjaman untuk pengeluaran yang merusak seperti minuman keras atau berjudi.

Sedangkan keuangan makro membantu penyerapan tenaga kerja skala besar dan pengembangan sektor dan bisnis baru, namun tidak membantu keadaan perekonomian perorangan secara langsung.


 

 

Leave a Reply