5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Akta Pendirian Perusahaan

Kalau kamu adalah seorang entrepreneur, kamu pasti mau bisnismu berkembang pesat dan suatu hari punya perusahaan. Berarti suatu hari kamu pasti perlu berhubungan dengan yang namanya akta pendirian perusahaan. Agar kamu semakin fokus dengan targetmu, kamu perlu tahu 5 hal ini.

1. Apa itu akta pendirian perusahaan?

via pexels.com

Akta pendirian perusahaan adalah dokumen hukum yang telah dilegalisasi oleh notaris untuk mendirikan sebuah perusahaan, sesuai dengan domisili perusahaan tersebut. Akta pendirian perusahaan secara umum memaparkan mengenai tujuan pendirian perusahaan dan peraturan dasar sebuah perusahaan.

2. Tujuan pembuatan

via pixabay.com

Akta perusahaan ini dibuat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perusahaan. Misalnya, untuk mencegah terjadinya perselisihan dikemudian hari mengenai pembagian keuntungan proporsi kerugian, atau untuk memberikan kejelasan status kepemilikan perusahaan ketika saham akan dijual oleh para pemegang saham. Akta perusahaan juga mengatur proses penilaian pembelian saham.

3. Jenis

via pixabay.com

Akta pembuatan perusahaan tentu saja tergantung dari jenis perusahaan tersebut. Berdasarkan jenis perusahaannya, berikut adalah cara membuat akta pembuatan perusahaan:

CV

Comanditaire Venootschap adalah pilihan bentuk usaha bagi para pengusaha memiliki modal terbatas dengan kelengkapan sebagai berikut: Akta, Domisili, NPWP, Daftar Pengadilan, SIUP, TDP.

PT

Perseroan Terbatas memiliki badan hukum resmi dan dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Pendirian untuk PT terbagi menjadi Kecil, Menengah, Besar dengan kelengkapan sebagai berikut:

  • Kecil : Pesan Nama, Akta Pendirian, SK Pengesahan Menkumham
  • Menengah : Pesan Nama, Akta Pendirian, Domisili, NPWP, SK Pengesahan Menkumham, SIUP, TDP
  • Besar : Pesan Nama, Akta Pendirian, Domisili, NPWP, SK Pengesahan Menkumham, SIUP, TDP

Perseorangan

Perusahaan perseorangan adalah badan usaha yang dimiliki oleh satu orang tanpa izin dan tata cara tertentu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Contoh perusahaan perseorangan adalah toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.

Firma

Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. Pendiriannya tidak memerlukan akta pendirian perusahaan.

4. Syarat dan Kelengkapan

via staticflickr.com

Untuk membuat akta pembuatan perusahaan, terdapat beberapa syarat dan ketentuan, yaitu:

  1. Penghadap harus paling sedikit berumur 18 (delapan belas) tahun atau telah menikah; dan cakap melakukan perbuatan hukum.
  2. Penghadap harus dikenal oleh Notaris atau diperkenalkan kepadanya oleh 2 (dua) orang saksi pengenal yang berumur paling sedikit 18 (delapan belas) tahun atau telah menikah dan cakap melakukan perbuatan hukum atau diperkenalkan oleh 2 (dua) penghadap lainnya.
  3. Penghadap memenuhi kelengkapan sebagai berikut:
  • Foto copy KTP para pendiri, minimal 2 orang
  • Foto copy KK penanggung jawab / Direktur
  • Pas photo penanggung jawab ukuran 3X4 = 2 lbr berwarna
  • Copy PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan
  • Copy Surat Kontrak/Sewa Kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha
  • Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung jika berdomisili di Gedung Perkantoran
  • Surat Keterangan RT / RW (jika dibutuhkan, untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan) Khusus luar jakarta
  • Kantor berada di wilayah Perkantoran/Plaza, atau Ruko, atau tidak berada di wilayah pemukiman.
  • Foto kantor tampak depan, tampak dalam (ruangan berisi meja, kursi, komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Biasanya ini dilakukan untuk mempermudah pada waktu survey lokasi untuk PKP atau SIUP.
  • Siap disurvey

5. Cara pembuatan

via staticflickr.com

Pembuatan akta pendirian perusahaan mengharuskan para penghadap (subjek perjanjian) hadir di hadapan notaris untuk membacakan dan menanda-tangani akta tersebut. Akta pendirian tersebut dibubuhi materai, kemudian ditandatangani pendiri perusahaan, saksi dan notaris. Oleh notaris, akta pendirian tersebut didaftarkan ke pengadilan negeri setempat.

Apakah kamu punya hal penting lainnya yang harus diketahui dalam mendirikan perusahaan selain membuat akta pendirian perusahaan? Yuk tulis komentarmu di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply