5 Tips Memulai Usaha Butik

Punya butik kayanya seru ya? Tiap hari datang ke toko yang dekorasinya keren. Bisa belanja banyak baju sekaligus punya penghasilan. Enggak heran usaha butik menjamur dimana-mana. Kalau kamu salah satu yang udah ngebet pengin jualan baju di toko keren, kamu perlu baca 5 tips memulai usaha butik ini.

1. Menentukan Visi Butik

via pixabay.com

Visualisasikan butik yang kamu mau. Tanpa target yang jelas, akan sangat sulit untuk merealisasikan impianmu. Lebih baik lagi kalau kamu buat buku visi. Kumpulkan gambar-gambar (baik dari media cetak maupun internet) yang kamu suka. Lihat warna-warna seperti apa yang paling menarik bagimu.

Perhatikan dekorasi, segmentasi pelanggan dan tampilan yang kamu suka. Perkirakan ide-ide apa saja yang mungkin untuk direalisasikan. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan faktor pembeda yang membuat butikmu berbeda dari toko-toko lain. Pertimbangkan faktor-faktor ini ketika merancang logo, menentukan nama dan membangun butikmu.

2. Memilih Lini Busana

via pexels.com

Cari ide dari berbagai merek baju untuk melihat gaya busana apa yang ingin kamu tampilkan di butikmu. Cara termudah adalah dengan melihat jenis dan merek baju yang dijual oleh butik yang sejenis denganmu.

Susun daftar merek baju dan produsen baju yang menarik dan hubungi perwakilan penjualan dari merek tersebut. Beberapa merek baju kadang agak sulit menyetujui baju-baju mereka untuk dijual di suatu butik. Tergantung seberapa selektif dan ternama merek tersebut.

Cara lainnya adalah mencari pemasok baju grosir yang sesuai dengan anggaran dan jenis baju yang ingin kamu jual. Pilih pemasok yang menawarkan harga termurah untuk baju yang sama.

3. Membuat Business Plan

via staticflickr.com

Suatu bisnis sudah dapat dipastikan akan gagal kalau tidak direncanakan. Salah satu cara termudah untuk membuat rencana bisnis atau business plan adalah dengan mencari contoh business plan di situs-situs seperti BPlans.com. Kalau mau lebih spesifik, kamu juga bisa mendapatkan contoh business plan untuk butik.

Ikuti c0ntoh dari business plan itu sesuai dengan kondisi dan sumber dayamu. Perkirakan berapa banyak investasi yang akan kamu perlukan dalam 6 bulan, termasuk biaya produksi dan promosi. Ajukan pinjaman bank jika memungkinkan.

4. Mencari Lokasi

via maxpixel.freegreatpicture.com

Pilih lokasi di daerah yang banyak dilewati orang seperti pusat perbelanjaan, pusat keramaian kota atau persimpangan jalan. Tempatnya harus cukup besar untuk menampilkan baju-baju yang kamu jual serta memiliki etalase, ruang ganti dan gudang inventori. Hubungi agen perumahan di daerah yang kamu inginkan untuk melihat properti yang tersedia.

Pelajari pelanggan di butik-butik sekitar. Pastikan segmentasi pelanggan di daerah itu sesuai dengan baju yang dijual di butikmu. Kalau kamu menjual baju-baju berharga tinggi atau merek ternama, pastikan kamu mencari lokasi di tempat yang banyak menarik orang-orang berpenghasilan tinggi.

5. Promosikan

via staticflickr.com

Promosikan butikmu dengan menyebar selebaran ke orang yang lewat beserta nama, jam buka dan nomor yang bisa dihubungi. Adakan grand opening agar semakin banyak yang menyadari keberadaan butikmu. Berikan dekorasi yang unik dan menarik untuk menarik pembeli.

Masukkan foto-foto butikmu ke media sosial atau situs web-mu. Undang media jika memungkinkan. Media non profit atau lokal juga cukup efektif untuk memperkenalkan butikmu.

Cara lain untuk mempromosikan butikmu adalah dengan menyebarkan selebaran ke toko-toko yang bukan kompetitormu tapi masih berhubungan dengan jenis pelangganmu, seperti salon, pet shop, dan lain sebagainya. Letakkan poster dan selebaran di daerah sekitar butik dan mobil yang parkir di daerah sekitar untuk grand opening atau promosi dan diskon.

Apakah kamu tertarik untuk membuat butik? Jika ya, butik saperti apa yang kamu inginkan? Yuk share keinginanmu tersebut di kolom komentar di bawah ini.


 

Leave a Reply