5 Trik Mengelabui Otak Agar Makan Lebih Sedikit

Kalau ngeliat anak kecil nggak mau makan rasanya suka sebel nggak sih? Padahal makan itu kegiatan paling enak sedunia. Nggak heran wisata kuliner dan blog-blog khusus makanan sampai hiburan aneh seperti acara mukbang (nonton orang makan sepuasnya) jadi semakin populer. Akibatnya orang-orang makin terbiasa untuk makan banyak yang nggak sesuai porsinya. Timbangan pun makin naik nggak terkontrol. Sebenarnya, ada lho cara atau trik untuk mengelabui otak agar makan lebih sedikit. Daripada ikutan tren yang seru tapi ngerusak kesehatan. Yuk baca aja cara menghindari godaan syaiton itu di sini.

1. Takar Porsi Makanmu

via media.defense.gov

Satu cara sederhana untuk makan lebih sedikit adalah dengan mulai mengukur porsi. Beli timbangan makanan atau gelas takar. Gunakan alat tersebut setiap hari untuk mengukur semua makanan dan camilan, dan bahan-bahan masakan.

Ukuran porsi yang umum untuk kelima kelompok makanan adalah 85–115 gram protein, ½ gelas takar buah, 1 gelas takar sayur, 2 gelas takar sayuran hijau, ½ gelas takar serealia, dan 1 gelas takar susu dan yoghurt atau 50 gram keju. Usahakan untuk menyantap satu porsi protein, 1-2 buah atau sayur, dan 1 sajian serealia setiap kali makan.

2. Makanlah dengan ukuran wadah makan yang kecil

via pexels.com

Ukuran piring atau mangkok yang kecil ternyata mempengaruhi nafsu makan kamu. Makan pada piring kecil menyebabkan otakmu berpikir kalau kamu sedang makan makanan dengan porsi yang banyak. Ketika otakmu sudah menilai kalau makananmu banyak, maka makin besar kemungkinannya kamu lebih cepat kenyang dan makan lebih sedikit.

3. Sebelum makan, isi perut dengan air atau buah.

via pixnio.com

Mengisi perut dengan cairan seperti air putih dan jus buah tanpa gula akan membuat perut kenyang sebelum kamu makan makanan utama. Akhirnya kamu mengambil makanan lebih sedikit. Selain itu, buah memang disarankan untuk dimakan sebelum makan berat karena buah dicerna lebih cepat dari makanan lain.

4. Pesan porsi kecil saat makan di luar

via pexels.com

Salah satu bahaya terbesar kalau kamu sedang diet adalah makan-makan bareng temen. Kenapa? Studi menunjukkan bahwa social eating atau makan saat bersosialisasi mampu membuatmu makan lebih banyak.

Saat makan bareng, kamu akan ngobrol lama dan nggak sadar kalau sudah makan banyak. Selain itu makanannyapun biasanya banyak dan berkalori tinggi. Alhasil, pulang-pulang kamu sudah kenyang banget!

5. Santaplah makanan mengenyangkan berkalori rendah

via pxhere.com

Pilih makanan yang bernutrisi dan mengenyangkan namun memiliki lemak jelek dan kalori yang rendah. Misalnya, ganti nasi putih dengan beras merah yang lebih mengenyangkan dan lebih rendah kalori.

6. Mengunyah dengan perlahan

via pixabay.com

Kalau kamu makan seperti orang kesetanan, selain makan jadi nggak ada rasanya, dan pencernaanmu dapat terganggu, kamu juga cenderung makan lebih banyak. Coba kunyah makananmu secara perlahan dan dinikmati.

Otakmu baru menerima sinyal kenyang setelah 15 menit kamu makan. Kalau baru 5 menit kamu sudah melahap semua makananmu, tentu saja kamu akan merasa belum kenyang dan ingin nambah.

7. Jangan pantang dengan makanan favoritmu

via pixabay.com

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan mereka yang sedang berdiet adalah pantang dengan makanan kesukaannya. Pasalnya makanan kesukaan biasanya enak dan berkalori tinggi. Padahal kalau porsinya pas, makanan tersebut nggak usah dihindari. Kalau dihindari kemungkinan besar kamu malah akan nggak tahan dan jadi makan banyak.

Cukup atur waktu dan porsinya yang disebut dengan cheat day atau hari untuk curang. Pada hari yang sudah ditentukan ini, kamu boleh memakan makanan favoritmu tanpa merasa berdosa. Setelah itu, kamu bisa terus berdiet dan sukses turun berat badan.


 

Leave a Reply