7 Tips Aman Transaksi di ATM agar Uang dan Keselamatanmu Terjaga

Di jaman yang serba online ini, kita bisa berhari-hari enggak perlu menggunakan uang tunai. Mau naik busway tinggal gesek e-money. Makan di restoran tinggal gesek kartu kredit. Belanja baju bisa ke online shop. Pesan kendaraan online bisa pakai dompet online. Tapi bagaimanapun, kita tetap perlu ke mesin ATM untuk melakukan tarik tunai.

Agar keamanan uangmu dan keselamatanmu terjaga, praktekkan 7 tips aman transaksi di ATM berikut ini.

1. Cermati keamanan mesin ATM

via wikimedia.org

Periksa situasi lingkungan mesin ATM. Gunakan mesin ATM di tempat-tempat yang ramai, dengan penerangan yang memadai. Terutama pada malam hari. Jika area mesin ATM terdapat orang-orang mencurigakan sebaiknya cari tempat lain saja. Idealnya kamu menggunakan mesin ATM yang berada di kantor cabang Bank atau kantor dimana ada pihak keamanan dan dimonitor oleh CCTV.

Selalu cermati terlebih dahulu kondisi mesin ATM sebelum bertransaksi untuk melihat apakah ada alat skimmer ataupun penyadap lainnya. Mesin ATM yang ditempeli skimmer akan ada bekas tempelan, lem, atau hal mencurigakan pada lubang untuk memasukkan kartu.

Skimmer adalah alat penyalin data. Kalau memungkinkan, pilihlah menggunakan ATM yang telah dipasang antiskimmer yang biasanya berwarna hijau atau bening pada lubang ATM. Periksa juga kamera yang ditempelkan di atas papan tombol untuk mendapatkan nomor PIN-mu. Biasanya terlihat seperti alat yang sengaja ditempel.

Hindari mesin ATM yang terlihat dirusak atau kondisinya buruk. Kalau kamu menemukan tanda-tanda mesin ATM rusak, berubah, ditempelkan alat tertentu, atau kabel yang terlepas, laporkan segera kepada bank agar kamu menghindarkan orang lain menjadi korban.

2. Bawa teman

via staticflickr.com

Kadang-kadang kamu terpaksa menggunakan mesin ATM di tempat yang dan enggak memiliki penerangan yang baik saat malam hari. Saat seperti ini usahakan untuk membawa teman untuk mengurangi resiko menjadi korban dari orang-orang yang memiliki niat jahat.

Buddy system atau sistem teman adalah sistem yang sangat efektif untuk mengurangi resiko pada kegiatan apapun. Karena orang yang berniat jahat pasti akan berpikir dua kali kalau kamu bawa teman. Kamu sendiri akan mendapatkan dukungan moral dan enggak gampang panik.

3. Lindungi PIN-mu

via wikimedia.org

Selalu tutup area papan tombol tempat kamu menekan PIN-mu dengan tangan atau benda lain. Dikhawatirkan, ada yang dengan sengaja memasang micro kamera di sekitar mesin. Selain itu hal ini mencegah orang di belakangmu untuk mengintip PIN-mu. Sebagai tindakan pencegahan, jangan pernah menuliskan nomor PIN-mu dimanapun. Selain itu, ganti PIN-mu secara berkala, misalnya 2-3 bulan sekali.

4. Jangan menerima atau memberi bantuan transaksi kepada orang asing

via pexels.com

Walaupun ada orang asing yang nampak baik dan sama sekali enggak mencurigakan, jangan pernah mempercayakan transaksi atau kartu ATM-mu kepada mereka. Walaupun mereka mengaku sebagai pemilik mesin, polisi atau bekerja pada bank.

Kalau kartumu tersangkut, jangan minta orang asing untuk menjaganya dan meninggalkan tempat untuk mencari bantuan. Telpon saja pihak bank untuk melaporkan masalah ini. Kalau kamu bersama teman, minta temanmu untuk melaporkan masalah sedangkan kamu menjaga kartumu.

Hal yang sama juga berlaku jika ada yang minta bantuan. Banyak modus operandi kejahatan yang mengandalkan kebaikan hati orang dengan memintamu melakukan transaksi dengan berbagai alasan, entah enggak mengerti atau enggak bisa melihat.

Jangan langsung percaya karena mereka bisa saja mengambil uang dari kartu curian dan sedang menghindari kamera CCTV. Waspada bukan berarti kamu jadi orang jahat kok.

5. Periksa struk

via pixabay.com

Selalu pilih opsi mencetak struk transaksi. Dengan memiliki bukti struk maka kamu akan mengetahui apabila terjadi kesalahan. Seperti uang yang enggak keluar walaupun transaksi tercatat sudah terjadi.

Dengan struk ini kamu juga bisa memperhatikan aktivitas rekening melalui ATM atau iBanking untuk memastikan bahwa transaksi yang tercetak di struk sesuai dengan transaksi yang kamu lakukan. Segera melaporkan kepada bank kalau terdapat perbedaan atau kesalahan.

6. Jika kartu tertelan mesin ATM

via media.defense.gov

Kalau kartu ATM-mu tertelan mesin, segra lapor ke pihak keamanan setempat. Minta mereka untuk mengisolir lokasi tersebut dan memberi tanda bahwa mesin ATM rusak. Segera hubungi pihak bank dan pihak yang dapat dihubungi untuk menampung keluhan.

Jika kantor bank yang bersangkutan bersebelahan dengan mesin ATM tersebut, mintalah print out rekening untuk mengetahui saldo rekening pada jam tersebut. Hal ini untuk memastikan mengenai sisa saldo tabungan. Usahakan mengetahui identitas petugas yang menjawab setiap menelepon untuk menyampaikan keluhan.

Kalau kamu curiga mesin ATM sudah diutak-atik, coba raba lubang masuk kartu ATM. Periksa apakah ada alat seperti sejenis jepitan, batang korek api atau lidi. Kalau ada, coba tarik benda tersebut dan kamu akan melihat kartu-mu terkait di sana. Segera laporkan kepada pihak yang memiliki otoritas.

7. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

via wikimedia.org

Ada beberapa hal lain yang bisa kita lakukan untuk menjaga keamanan.

  • Siapkan kartu untuk menghindari kerepotan mencari-cari kartu di tas sehingga kewaspadaanmu jadi berkurang.
  • Jangan menghitung uang saat berdiri di depan ATM untuk mencegah memberi peluang kepada orang yang berniat jahat. Segera masukkan uang, kartu dan slip transaksi ke dalam dompet.
  • Jangan pernah membiarkan orang lain masuk ke ruang ATM untuk perorangan apapun alasannya.
  • Kalau kamu menggunakan ATM drive-through, kuncilah pintu mobil dan segera tutup jendela segera setelah selesai transaksi.

 

Leave a Reply