Makro Ekonomi Outlook 2018 oleh Mandiri Group

Tahun baru perlu target baru dong. Tahun 2018 ini selain baca horoskop dan shio, kamu kudu baca juga prediksi ekonomi biar kamu makin mawas untuk melakukan perencanaan finansial. Kebetulan, Mandiri Group baru saja membagikan pandangan kondisi ekonomi, baik Indonesia maupun global, dari para ekonom mereka yang pastinya memiliki kapabilitas tinggi.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Anton H Gunawan dan Ekonom Senior Andry Asmoro ikut hadir dalam memberikan penjelasan Makro Ekonomi Outlook Bank Mandiri Group 2018 di Jakarta, Kamis tanggal 21 Desember 2017 lalu. Kalau kamu peduli dengan perencanaan finansialmu, yuk ikutan melongok ke prediksi para ekonom ahli ini.

Secara umum terdapat kecemasan bahwa ekonomi global di tahun 2018 akan menurun dan cenderung buruk dibandingkan tahun 2017. Namun kecemasan ini menurut para ekonom Mandiri Group terlalu berlebihan. Akan terjadi injeksi global untuk menstabilkan ekonomi sehingga investor tidak perlu takut untuk tetap berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah tetap fokus pada infrastruktur dan menjaga daya beli masyarakat ekonomi lemah. Volume eksport meningkat sehingga terjadi pertumbuhan industri yang terbilang stabil. Anggaran pemerintah kurang lebih diprediksi tidak akan banyak berubah.

Inflasi juga masih terkendali dengan upaya pemerintah dengan TPID. Rupiah di akhir tahun 2018 diprediksi akan mencapai 13.400 per dolar AS.

Secara garis besar ada tiga hal yang sangat mempengaruhi perbankan dan sektor finansial di Indonesia. Yang pertama adalah slow market recovery yang mengakibatkan kesediaan bank untuk memberikan pinjaman menjadi turun. Poin ke dua adalah inflasi rendah yaitu 3,2% sehingga Bank Indonesia memangkas suku bunga acuannya.

Sedangkan poin ke tiga adalah rendahnya pengajuan pinjaman atau kredit dari masyarakat dan sebaliknya banyak bank yang lebih ketat dalam memberi pinjaman. Sehingga sektor non bank yang malah mengalami peningkatan seperti di sektor obligasi.

Transaksi melalui e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diproyeksikan tumbuh 21,8% dengan nilai sekitar USD 8,59 miliar. Tahun depan, para pelaku usaha retail perlu melakukan diversifikasi usaha menggunakan platform digital agar bisnis tetap berkembang secara berkelanjutan.

Makro ekonomi pertumbuhan di tahun 2018 masih bagus dan akan terjadi peningkatan pertumbuhan fintech. Hal ini terjadi karena pada tahun 2018 startup-startup fintech akan banyak merilis berbagai produk setelah setahun sebelumnya di tahun 2017 mereka masih banyak mempelajari pasar dan sistem yang baru.

Bank Mandiri sendiri sangat mendukung perkembangan fintech dan perbankan digital ini. Anggapan bahwa fintech yang disruptif  dan bisa mengganggu dunia perbankan nggak digubris oleh Mandiri Group. Justru Bank Mandiri akan menggunakan sistem dan teknologi ini untuk mempercepat transaksi perbankan dan membuat sistem lebih efisien.

Hal ini nggak heran karena generasi milenial yang menjadi pangsa pasar terbesar dari perbankan menyukai sistem dan proses yang nggak ribet dan cepat. Bank Mandiri tentu saja perlu dan siap untuk menjawab tantangan ini.

Pada tahun 2018, sesuai dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan, pertumbuhan ekonomi akan banyak didukung oleh bidang infrastruktur. Sedangkan pertumbuhan bisnis akan masih kuat pada bidang retail dan pertambangan.

Tahun ini juga fokus banyak diarahkan pada pemilu dimana terjadi penurunan pembelian karena masyarakat menunda melakukan pembelian besar. Bank juga menghindari memberi pinjaman yang dapat menambah kredit macet.

Bidang pemasaran perbankan di Indonesia sebaliknya akan lebih bermain defensif karena kondisi ekonomi yang kurang kondusif di tahun 2018. Lucunya, banyak investor justru berasal dari asing karena kondisi pasar di Indonesia terhitung sehat dibanding negara-negara lain di Asia tenggara.

Buat kamu para entrepreneur, tahun ini akan menjadi thaun yang pas untuk semakin mendigitalisasi bisnismu. Kalau kamu masih belum memulai berbisnis, akan semakin banyak pilihan perusahaan fintech yang mampu membantumu memulai.

Kamu juga nggak usah terlalu takut untuk berinvestasi dan mengajukan kredit kalau rencana keuanganmu terukur dan rendah resiko. Jadi, apa rencana finansialmu di thaun 2018 ini?


 

Leave a Reply